Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengenal Basilika St. Maria dari Pilar, Gereja Bersejarah Kota Zaragoza

Mengenal Basilika St. Maria dari Pilar, Gereja Bersejarah Kota Zaragoza
potret Basilika St. Maria Pilar, Zaragoza dilihat dari seberang Sungai Ebro (commons.wikimedia.org/Francis Raher)
  • Basilika St. Maria dari Pilar di Zaragoza merupakan gereja Katolik ikonik yang dikaitkan dengan tradisi penampakan Maria kepada Santo Yakobus dan dibangun dalam bentuk sekarang antara 1681–1872.
  • Bergaya Barok, basilika ini memiliki tiga lorong, empat menara, 11 kubah berubin warna-warni, serta menyimpan Santa Capilla, fresco Francisco de Goya, dan altar karya Damián Forment.
  • Basilika menjadi pusat kegiatan religius Fiestas del Pilar setiap Oktober, termasuk misa dan persembahan bunga, serta berdiri di tepian Sungai Ebro di Zaragoza.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Catedral-Basílica de Nuestra Señora del Pilar atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Basilika St.(Santa) Maria dari pilar adalah sebuah gereja Katolik Roma ikonik yang berada di Kota Zaragoza, Aragon, Spanyol. Memiliki nama unik St. Maria dari pilar, karena menurut kisah tradisi, St. Maria menampakkan diri sambil menggendong bayi Yesus kepada St. (Santo) Yakobus dengan berdiri di atas pilar yang terbuat dari batu jasper. St. Yakobus putra Zebedeus adalah salah seorang dari 12 rasul utama Yesus Kristus yang membawa dan menyebarkan ajaran Yesus Kristus di wilayah Spanyol kala itu.

Menurut laman Mary Pages, St. Maria menampakkan dirinya untuk memberikan penguatan kepada St. Yakobus agar tetap teguh dalam iman saat menyebarkan ajaran Kasih Yesus Kristus di tengah kesulitan yang dihadapinya di sana. St. Maria meminta St. Yakobus untuk membangun kapel di tempat tersebut. Diyakini gereja ini adalah gereja pertama yang didedikasikan untuk menghormati St. Maria, ibunda Yesus Kristus. Di dalam gerejanya terdapat patung St. Maria yang menggendong Kanak-Kanak Yesus berdiri di atas sebuah pilar.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai salah satu gereja megah yang paling dikenal di Spanyol ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

  1. 1. Dibangun antara abad ke-17 hingga abad ke-19

    Menurut kisah tradisi, St. Yakobus mendirikan sebuah kapel di tempat ia bertemu St. Maria dan seiring perjalanan waktu sejumlah bangunan religius Kristen didirikan di tempat tersebut untuk menggantikan kapel sederhana hingga menjadi bangunan gereja megah yang dapat dilihat saat ini. Dilansir laman Mapping Spain, bangunan gereja yang dapat dilihat saat ini dibangun antara tahun 1681 hingga tahun 1872. Sebagaimana namanya, gereja ini memiliki status kehormatan sebagai basilika atau minor basilica yang merupakan status kehormatan yang diberikan Takhta Suci Vatikan kepada sejumlah bangunan gereja Katolik di seluruh dunia karena nilai sejarah dan signifikansinya sebagai pusat peribadatan dan peziarahan umat.

    Sebagaimana diinformasikan dalam laman Spain info, basilika ini telah ditetapkan sebagai monumen nasional bersama Katedral Santiago de Compostela, tempat di mana jasad St. Yakobus dimakamkan setelah menjadi martir karena mempertahankan imannya, ia dieksekusi oleh Raja Herodes Agrippa I ketika ia kembali ke Yerusalem. Bersama Katedral Savior of Zaragoza, Basilika St. Maria dari pilar juga memiliki status sebagai gereja co-cathedral atau gereja tempat kedukan Uskup. Di dalam basilika ini terdapat kedudukan Uskup Agung Zaragoza.

  2. 2. Berarsitektur Barok

    Patung St. Maria dari pilar dari abad ke-15 di dalam basilika
    potret patung pahatan St. Maria dari pilar dari abad ke-15 dalam gaya Gothic Franco-Burgundi di dalam basilika (commons.wikimedia.org/Carlos Teixidor Cadenas)

    Bangunan Basilika St. Maria dari pilar memiliki sejumlah gaya arsitektur seperti Romanesque, Gotik namun yang paling utama adalah seni arsitektur Barok. Menurut laman Victoria and Albert Museum, Barok adalah gaya arsitektur dan desain asal Italia yang penuh dengan detail ornamen yang sangat rumit. Seni arsitektur tersebut berkembang pesat di Eropa pada abad ke-17 dan paruh pertama abad ke-18. Pengaruh seni Barok dengan cepat menyebar ke seluruh Eropa serta menjadi gaya visual pertama yang memiliki dampak signifikan di Eropa dan dunia.

    Menurut laman Pilgrimaps, Basilika St. Maria dari pilar ini merupakan bangunan bergaya Barok yang memiliki 3 naves (lorong) dan sejumlah kubah yang membuatnya berbeda dengan kebanyakan katedral di Spanyol. Terdapat 4 menara tinggi di sudut-sudut bangunan serta 11 kubah yang dihiasi ubin kaca(glass tile) berwarna hijau, kuning, biru dan putih. Bangunan gereja tersebut kerap dijuluki "a jewel of Baroque art in Spanyol". Bersama dengan Katedral Santiago de Compostela, Basilika St. Maria dari pilar adalah salah satu destinasi spiritual yang penting di Spanyol yang dikunjungi ribuan wisatawan setiap tahunnya.

  3. 3. Rumah bagi sejumlah masterpiece seni religius Kristen

    Panel altarpiece arya Damià Forment
    pahatan panel altarpiece yang luar biasa karya Damià Forment dari abad ke-16 di Basilika St. Maria dari pilar (commons.wikimedia.org/Willtron)

    Selain sebagai tempat suci keagamaan, Basilika St. Maria dari pilar juga merupakan tempat bagi "harta karun" karya seni religius Kristen. Menurut laman Fascinating Spain, terdapat sejumlah karya seni yang luar biasa utamanya karya seni pahat dan lukisan fresco di dalam interior gereja. Saat memasuki bangunan basilika, akan terlihat Santa Capilla (Kapel Suci) yang dibangun berdasarkan desain arsitek Spanyol Ventura Rodríguez dari abad ke-18 yang merupakan salah satu karya seni Barok Spanyol yang paling indah.

    Di dekat altar Santa Capila, patung pahatan St. Maria yang menggendong kanak-kanak Yesus berdiri di atas pilar dapat ditemui. Selain itu terdapat pula lukisan fresco karya seniman terkenal dan berpengaruh Spanyol Francisco de Goya dari abad ke-18. Salah satu karya pahatan yang luar biasa di basilika ini adalah pahatan panel altar di altar utama karya Damián Forment yang dipahat pada abad ke-16 yang bertemakan pengangkatan Bunda Maria ke Surga. Panel altar tersebut terbuat dari alabaster polikrom dan kayu dengan perpaduan gaya Gotik dan Renaisans

  4. 4. Menjadi bagian festival tahunan bernama Fiestas del Pilar

    Altar Kapel Santa Capilla
    potret altar di salah satu kapelnya yang menggambarkan kedatangan St. Maria karya arsitek dan pemahat José Ramírez de Arellano dari abad ke-18 (commons.wikimedia.org/Miguel Hermoso Cuesta)

    Basilika St. Maria dari pilar ini juga menjadi tempat dilaksanakannya event religius yang menjadi bagian dari acara Festival tahunan bernama Fiestas del Pilar. Sejumlah sumber informasi menuliskan, Festival Fiestas del Pilar adalah festival tahunan yang dirayakan di Kota Zaragoza, Aragon, Spanyol untuk menghormati orang Kudus pelindung kota tersebut yaitu Virgen del Pilar atau St. Maria dari Pilar. Festival yang berlangsung selama seminggu tersebut diadakan secara rutin setiap tahun yang biasanya dimulai pada akhir pekan tanggal 12 Oktober atau sebelum tanggal tersebut dan berlangsung hingga hari Minggu berikutnya.

    Terdapat rangkaian acara religius pada festival tersebut seperti perayaan Misa pertama pada tanggal 12 oktober yang dalam bahasa Spanyol dikenal dengan nama Misa de Infantes dirayakan di salah satu kapel Basilika St. Maria dari pilar pada pukul 4.30 pagi. Meskipun sangat pagi, misa tersebut dihadiri banyak umat. Kemudian di seluruh hari tanggal 12 Oktober, ribuan orang dalam pakaian tradiosional akan memberikan bunga di depan patung St. Maria di Alun-Alun Plaza del Pilar yang terletak di depan basilika sebagai tanda devosi atau penghormatan mereka kepada St. Maria.

  5. 5. Berada di tepian Sungai Ebro yang ikonik

    Basilika St. Maria dari Pilar di waktu malam
    potret artistik Basilika St. Maria dari pilar dan Sungai Ebro di waktu malam (unsplash.com/Moahim)

    Basilika St. Maria dari pilar berada di tepian Sungai Ebro yang ikonik. Menurut laman World Atlas , Sungai Ebro adalah sungai terpanjang yang mengalir seluruhnya di dalam wilayah negara Spanyol sepanjang sekitar 910 km dan berakhir di Laut Mediterania. Serupa dengan sejumlah sungai besar di berbagai belahan dunia, sungai ini juga menyimpan rekam jejak sejarah Spanyol dari masa ke masa termasuk sejarah dari basilika megah tersebut yang menurut kisah tradisi St. Maria menampakkan dirinya kepada St. Yakobus ketika ia sedang berdoa di tepian Sungai Ebro.

    Sungai Ebro terkenal pula dengan pemandangannya yang indah dan merupakan sungai yang menyediakan air minum bagi jutaan orang. Sungai ini terkenal kaya akan keanekaragaman hayatinya seperti sejumlah spesies tumbuhan, ikan dan hewan-hewan lainnya. Sejumlah sumber informasi juga menyebutkan bahwa pohon willow dan pohon poplar yang indah tumbuh dan dapat ditemui di tepian sungainya.

    Jangan lupa untuk mengunjungi basilika yang megah dan bersejarah ini jika nanti ada kesempatan untuk berwisata ke Spanyol, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More