Penutupan kegiatan pendakian Gunung Agung di Karangasem, Bali, diperpanjang hingga 18 November 2026. Sebelumnya, gunung ini sempat ditutup pada tanggal 21 Oktober hingga 5 November 2026. Menjelang waktu berakhirnya masa penutupan, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Bali Timur, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, selaku pengelola justru memperpanjang durasi penutupannya.
Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Bali Timur, Made Maha Widyarta, menjelaskan alasan penutupan kembali Gunung Agung ini.
"Dalam rangka menjaga kesucian kawasan Gunung Agung, kelancaran pelaksanaan kegiatan keagamaan Pujawali Purnama Kelima Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir, serta menghormati adat dan tradisi yang berlaku di masyarakat Bali, bersama ini disampaikan bahwa masa larangan pendakian Gunung Agung diperpanjang sampai dengan tanggal 18 November 2026," ujar Made Maha Widyarta melalui Surat Imbauan Nomor B.24.500.4/6508/UPTD.KPHBT/DKLH Tentang Larangan Pendakian Gunung Agung yang diunggah melalui akun Instagram @mtagungbali, Selasa (3/11/2026).
Larangan pendakian ini berlaku untuk seluruh jalur pendakian yang mengarah ke puncak Gunung Agung. Di antaranya seperti Jalur DBS (Dukuh Bujangga Sakti), Pucang, Puregai (Sewarung Gae Puregai SGP), Telaga Maya (Pura Ida Ratu Sakti Kancing Gumi), Pura Pengubengan (Besakih), Taman Edelweis Bali, Hidden Forest Telungbuana, Pura Pasar Agung Sebudi, Pura Pasar Agung Sibetan (Embung Pasar Agung atau Yeh Kori), Pura Lawangan, Embung Tanah Aron, dan Kedampal (Embung Datah).