Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bukan Kafe, Ini 5 Perpustakaan di Solo yang Nyaman buat WFA!
Perpustakaan Monumen Pers Nasional (IDN Times/Fatma Roisatin)

Era digital memberikan kemudahan untuk banyak orang melalukan pekerjaannya dari mana saja atau lebih populer disebut work from anywhere (WFA), asalkan ada perangkat pendukung yang memadai. Sebagian orang juga mempertimbangkan suasana yang tenang, tetapi tidak membosankan untuk bekerja. Ada kalanya mencari suasana baru juga dapat meningkatkan produktivitas, lho.

Jika kamu sedang berada di Solo dan mencari co-working space yang sesuai, perpustakaan bisa menjadi pilihan yang tepat. Pasalnya, suasana di perpustakaan tentunya tenang dan banyak pilihan buku jika bosan atau butuh referensi. Lebih penting lagi, kita tak perlu sungkan seperti ketika WFA di kafe.

Berikut beberapa perpustakaan di Solo yang cocok untuk WFA, dijamin bakal betah seharian. Suasananya nyaman dan menenangkan, mendukungmu lebih produktif.

1. Perpustakaan Monumen Pers Nasional

Mau WFA sekaligus wisata? Datanglah ke Monumen Pers Nasional yang punya museum dan perpustakaan! Cukup dengan mengisi daftar pengunjung, kamu bisa menikmati keduanya secara gratis.

Perpustakaan Monumen Pers Nasional punya beberapa layanan yang dapat dinikmati para pengunjung, meliputi layanan sirkulasi, referensi, dan bimbingan pemustaka. Kamu bisa memanfaatkan ruang baca yang dilengkapi AC, loker, WiFi, dan free air mineral. Ada pula Perpustakaan Anak dan Perpustakaan Kemala yang menyediakan koleksi buku hibah dari Bapak Kemala Atmojo, wartawan senior serta penulis.

Jam operasional: setiap hari pukul 09.00–15.00 WIB.

Lokasi: Monumen Pers Nasional, Jalan Gajahmada Nomor 59, Timuran, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.

2. Perpustakaan Daerah Kota Surakarta

Perpustakaan Daerah Kota Surakarta (IDN Times/Fatma Roisatin)

Setiap kota biasanya punya perpustakaan daerah sebagai fasilitas umum yang bebas dikunjungi siapa saja. Demikian pula dengan Solo, kamu bisa menjadikan Perpustakaan Daerah Kota Surakarta sebagai tempat WFA. Tempatnya menjadi satu dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta (Dispersip) yang mudah dijangkau dari Stasiun Solo Balapan.

Perpustakaan ini punya ruang baca yang luas, ber-AC, dan stop kontak di setiap sudutnya. Selain itu, koleksi buku lawas hingga terbaru di berbagai bidang tersedia di sini, bahkan ada buku berbahasa Inggris dan Belanda, lho. Fasilitasnya pun lengkap, meliputi loker penyimpanan, musala, toilet, ruang laktasi, ruang pertemuan, ruang referensi, ruang display galeri arsip hingga gardu pandang 360 derajat.

Jam operasional:

  • Senin–Kamis pukul 07.30–21.00 WIB,

  • Jumat pukul 08.00–19.00 WIB, serta

  • Sabtu dan Minggu pukul 08.00–16.00 WIB.

Lokasi: Dispersip Surakarta, Jalan Hasanudin Nomor 112, Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.

3. Perpustakaan Masjid Raya Sheikh Zayed

Perpustakaan Masjid Raya Sheikh Zayed yang berada di menara masjid sisi utara mulai dibuka untuk umum pada 2023. Sama seperti perpustakaan umum lainnya yang dapat dikunjungi secara gratis oleh siapa saja, kamu hanya perlu mengisi daftar hadir dan menitipkan tas di meja petugas.

Meski ruangannya tidak terlalu luas, fasilitasnya tidak kalah dari perpustakaan lain yang lebih dulu ada. Kamu tetap bisa menikmati ruang ber-AC, koneksi WiFi, meja, dan kursi yang nyaman. Koleksi bukunya pun beragam, meliputi literatur Islam, buku sejarah, novel, buku bacaan umum dalam Bahasa Arab, Inggris, Belanda, hingga Ibrani. 

Jam operasional: setiap hari pukul 09.00–16.00 WIB.

Lokasi: Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Jalan A. Yani Nomor 121, Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.

4. Sakalasastra, Perpustakaan Bank Indonesia Solo

Sakalasastra, Perpustakaan Bank Indonesia Solo (instagram.com/perpusbisolo)

Sakalasastra merupakan nama resmi Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Solo yang terletak di lantai 4. Tempat ini dirancang dengan memadukan fungsi perpustakaan, ruang belajar, dan co-working space dalam satu atap. Nuansanya berbeda dari perpustakaan konvensional, terasa lebih modern, serta kondusif dengan pencahayaan yang baik, tata ruang terasa lapang, dan furnitur ergonomis.

Kamu bisa mengaksesnya secara gratis dengan menunjukkan kartu identitas, mengisi data diri, dan setelah itu akan mendapatkan lanyard sebagai tanda pengenal. Tidak hanya bisa menggunakan ruang baca dan menjelajah koleksi bukunya, kamu juga dapat menggunakan komputer untuk mengakses informasi digital. Perlu dicatat bahwa pengunjung wajib memakai sepatu, supaya diperbolehkan masuk ke area perpustakaan. 

Jam operasional: Senin–Jumat pukul 07.30–17.30, istirahat layanan pukul 12.00–13.00. Tutup setiap Sabtu, Minggu, hari libur, dan cuti bersama.

Lokasi: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 15, Kampung Baru, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

5. Masdon Library

Berbeda dengan sejumlah perpustakaan sebelumnya, Masdon Library satu atap dengan Slari Coffee yang berada di kawasan jantung Kota Solo. Perpustakaan ini digagas oleh Prof. Sardono Kusumo, bersama Arristo Herbawono dan Danang Rusdy. Suasananya lebih santai dengan beragam koleksi buku, terutama di bidang seni, konsepnya memang menyatu antara ruang baca dan kafe.

Sebelum mengakses Masdon Library, pengunjung harus membeli minimal satu menu di Slari Coffee. Kemudian, naik tangga ke lantai 2 dari kafe tersebut, pesananmu bisa dibawa sendiri atau diantar. Tempat ini cocok buat kamu yang ingin kerja atau mengerjakan tugas sambil ngopi.

Jam operasional: setiap hari pukul 07.00–24.00 WIB.

Lokasi: Slari Coffee, Jalan Slamet Riyadi Nomor 111, Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta.

Wah, cukup beragam pilihan perpustakaan di Solo yang cocok untuk WFA, kan?! Kamu bisa menuju ke perpustakaan konvensional maupun yang menyatu dengan kafe. Jam operasionalnya panjang, bahkan ada yang dari pagi hingga malam.

Curated For You

Editorial Team

Related Article