Serambi Soekarno di kompleks Biara St. Yosef, Ende, NUsa Tenggara Timur, menjadi saksi bisu perjuangan Bung Karno selama masa pengasingan tahun 1934–1938. Di tempat ini, Bung Karno rutin membaca buku, merancang pementasan tonil, dan bersahabat erat dengan para misionaris Katolik Belanda seperti Pater Huijtink dan Pater Bouma.
Di ruang inilah gagasan dasar Pancasila serta nilai-nilai persatuan mulai direnungkan dan dirumuskan. Hingga kini, lokasi ini masih terawat rapi dengan mempertahankan perabot asli seperti kursi dan lantai dari zaman pengasingan. Selengkapnya, simak potretnya di bawah ini, yuk!