Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Rute City Walk untuk Ngabuburit di Solo
Pasar Gede Solo (IDN Times/Fatma Roisatin)

Waktu berbuka puasa terkadang terasa lebih lama, apalagi saat kita hanya menunggu tanpa beraktivitas. Apakah kamu juga merasakannya? Jika iya, maka gantilah dengan jalan-jalan sebentar sambil mengusir penat dan rasa bosan.

Tak perlu bingung mau jalan-jalan ke mana, kamu bisa memilih salah satu dari rute city walk untuk ngabuburit di Solo, seperti di bawah ini. Jaraknya cukup dekat, kamu bisa jalan-jalan sambil membeli makanan dan minuman jika tampak ada yang menarik, lalu mengakhiri perjalanan ketika maghrib tiba.

Kira-kira ke mana saja, ya? Berikut rute city walk sebagai aktivitas ngabuburit di Solo. Hati senang, peredaran darah pun ikut lancar!

1. Alun-alun Kidul Surakarta ke Masjid Riyadh

Rute pendek hanya 550 meter, kamu bisa berjalan kaki dari Alun-alun Kidul Surakarta menuju ke Masjid Riyadh melalui Jalan Ibu Pertiwi. Jika ingin sedikit memutar, bisa melintasi Jalan Veteran dan Jalan Kapten Mulyadi. Pedestriannya cukup teduh, karena dihiasi beberapa pohon rindang, serta deretan pertokoan.

Alun-alun Kidul menjadi salah satu ruang terbuka favorit masyarakat Solo. Kamu bisa menikmati fasilitas jogging track, toilet, area parkir, dan deretan penjaja makanan. Sedangkan, anak-anak dapat melihat dan memberi makan langsung kerbau bule.

Sementara itu, Masjid Riyadh yang berdiri di kawasan Kampung Arab, Pasar Kliwon, sering menggelar buka bersama ketika Ramadan. Di samping masjid bersejarah ini, terdapat pula makam pendirinya, Habib Alwi bin Al-Habsy. Kamu bisa mampir buat berziarah setelah puas berburu takjil di sekitaran Alun-alun Kidul.

2. Kampung Batik Kauman, Alun-alun Lor, dan Masjid Agung Kraton Surakarta

Kampung Batik Kauman Solo (IDN Times/Fatma Roisatin)

Kamu ingin suasana yang lebih ramai? Kamu dapat menuju ke arah yang berlawanan menuju Kampung Batik Kauman. Tempat ini pas buat yang ingin berswafoto, menyewa busana tradisional Jawa, maupun berburu batik.

Setelah puas keliling di gang-gang kecil yang estetik, kamu bisa menuju Alun-alun Lor yang lebih sepi atau Pasar Klewer untuk berburu takjil. Setelah itu, mengakhiri perjalanan di Masjid Agung Kraton Surakarta. Kawasan tersebut menawarkan wisata sejarah, kuliner, dan budaya sekaligus. Lengkap, kan?!

3. Gladag–Pasar Gede-Balai Kota Surakarta

Gladag, Pasar Gede, serta Balai Kota Surakarta merupakan pilihan rute buat kamu yang suka kulineran dan wisata belanja. Didukung pula dengan pedestrian yang lebar, sehingga bikin jalan kaki lebih nyaman. Rute ini memang agak jauh, tetapi bakal bikin para pencinta street food kalap.

Gladag merupakan pusat kuliner di Jalan Mayor Sunaryo. Penjaja kuliner bakal semakin ramai pada malam hari. Berdampingan dengan dua pusat perbelanjaan, terutama tekstil, Beteng Trade Center dan Pusat Grosir Solo.

Setelah itu, kamu bisa menuju Pasar Gede melalui Jalan Jenderal Sudirman atau Jalan Kapten Mulyadi. Pasar Gede pun menyediakan kuliner dari pagi hingga malam. Lantai satu akan dipenuhi pedagang buah-buahan pada pagi hingga sore, sedangkan lantai dua lebih ramai ketika menjelang malam hari.

Pada perayaan hari besar dan momen Ramadan, biasanya terdapat gelar kuliner di Balai Kota Surakarta, seperti Bazar UMKM. Pedagang street food pun akan memenuhi sekitar Jembatan Kali Pepe hingga Pasar Gede. Siap borong takjil?

4. Taman Tirtonadi–Masjid Raya Sheikh Zayed

Masjid Sheikh Zayed Solo (IDN Times/Fatma Roisatin)

Sedikit menjauh dari pusat kota, kamu bisa menikmati semilir angin di tepi Sungai Bengawan Solo, tepatnya Taman Tirtoadi. Tempat ini cukup ramai saat sore hingga malam hari. Sejumlah warga menjadikannya salah satu spot memancing dan wisata kuliner.

Setelah puas di sekitar taman, kamu bisa melanjutkan perjalanan sekitar 1 km menuju ke Masjid Raya Sheikh Zayed. Hanya beberapa meter dari taman, terdapat Tugu Keris yang ikonik. Meski bukan di pusat kota, tetapi lalu lintas dalam rute ini cukup ramai, sehingga perlu berhati-hati.

Masjid raya yang didominasi warna putih itu letaknya sedikit masuk ke jalan kampung. Namun, kamu bisa menemukannya dengan mudah, karena bangunannya yang menjulang tinggi. Bahkan, tampak dari sekitar Stasiun Solo Jebres dan Stasiun Solo Balapan.

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo merupakan replika Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi. Keberadaannya menjadi simbol persahabatan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Kamu bisa mengakhiri perjalanan dengan wisata religi di sini.

5. Koridor Gatot Subroto–Taman Sriwedari

Satu lagi rute city walk untuk ngabuburit di Solo, yakni Koridor Gatot Subroto menuju Taman Sriwedari. Kawasan Jalan Gatot Subroto termasuk pusat pertokoan dan kuliner yang populer di Solo. Deretan kafe hingga toko tekstil ada di sini, pedestriannya juga nyaman dengan beberapa street art yang menarik.

Setelah itu, kamu bisa melanjutkan ke Taman Sriwedari melalui Jalan Slamet Riyadi atau mengambil rute sebaliknya, Taman Sriwedari–Koridor Gatot Subroto. Taman tersebut menawarkan area yang luas dengan playground dan rusa. Masjid Pakubuwono X dan beberapa kedai makanan menghiasi salah satu sudutnya.

Kamu dapat memilih salah satu dari kelima rute city walk tersebut buat ngabuburit di Solo. Jaraknya tidak lebih dari 1 km, dilengkapi dengan wisata kuliner dan religi. Gimana, kamu sudah tahu mau ngabuburit ke mana besok?

Editorial Team