Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[FOTO] Serambi Bung Karno: Ruang Diskusi dan Pemikiran Kebangsaan di Ende NTT

2 min read
[FOTO] Serambi Bung Karno: Ruang Diskusi dan Pemikiran Kebangsaan di Ende NTT
Potret Bung Karno menghabiskan waktu pengasingannya di tempat ini sejak 14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938. (IDN Times/Aditya Mustaqim)
  • Serambi Soekarno di Biara St. Yosef, Ende, menjadi tempat Bung Karno menjalani masa pengasingan pada 1934–1938.

  • Selama di Ende, Bung Karno membaca buku, merancang pementasan tonil, serta menjalin persahabatan dengan misionaris Katolik Belanda, termasuk Pater Huijtink dan Pater Bouma.

  • Di lokasi ini, gagasan dasar Pancasila dan nilai persatuan direnungkan; ruangan tetap terawat dengan perabot asli seperti kursi dan lantai era pengasingan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Serambi Soekarno di kompleks Biara St. Yosef, Ende, NUsa Tenggara Timur, menjadi saksi bisu perjuangan Bung Karno selama masa pengasingan tahun 1934–1938. Di tempat ini, Bung Karno rutin membaca buku, merancang pementasan tonil, dan bersahabat erat dengan para misionaris Katolik Belanda seperti Pater Huijtink dan Pater Bouma.

Di ruang inilah gagasan dasar Pancasila serta nilai-nilai persatuan mulai direnungkan dan dirumuskan. Hingga kini, lokasi ini masih terawat rapi dengan mempertahankan perabot asli seperti kursi dan lantai dari zaman pengasingan. Selengkapnya, simak potretnya di bawah ini, yuk!

  1. 1. Begini potret Rumah Pengasingan Bung Karno yang berada di Jalan Perwira, Kampung Ambugaga, Kelurahan Kotaraja, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, NTT

    Potret Rumah Pengasingan Bung Karno
    Potret Rumah Pengasingan Bung Karno (IDN Times/Aditya Mustaqim)
  2. 2. Dulunya rumah ini milik warga lokal bernama Abdullah Ambuwaru yang disewakan

    Potret Rumah Pengasingan Bung Karno
    Potret Rumah Pengasingan Bung Karno (IDN Times/Aditya Mustaqim)
  3. 3. Pada 16 Mei 1954, Bung Karno meresmikan rumah itu sebagai musem dengan menjaga keaslian barang koleksi dari foto keluarga hingga tempat tidur besi

    Potret Rumah Pengasingan Bung Karno
    Potret Rumah Pengasingan Bung Karno (IDN Times/Aditya Mustaqim)
  4. 4. Ini adalah Biara Santo Yosef menjadi tempat Soekarno banyak membaca buku dan berdiskusi dengan para misionaris Katolik asal Belanda yang melahirkan inspirasi merumuskan nilai-nilai Pancasila

    Potret Serambi Soekarno
    Potret Serambi Soekarno (IDN Times/Aditya Mustaqim)
  5. 5. Selama diasingkan di Ende pada 14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938, Bung Karno rutin mengunjungi biara ini untuk membaca buku hingga merencanakan pementasan tonil

    Potret Serambi Soekarno (IDN Times/Aditya Mustaqim)
    Potret Serambi Soekarno (IDN Times/Aditya Mustaqim)
  6. 6. Bung Karno bersahabat erat dengan para misionaris Katolik, yaitu Pater Geradus Huijtink dan Pater Dr. Johannes Bouma. Bahkan, mereka kerap menyapa Bung Karno dengan sebutan "Tuan Presiden"

    Potret patung Soekarno di Biara St. Yosef
    Potret patung Soekarno di Biara St. Yosef (IDN Times/Aditya Mustaqim)
  7. 7. Serambi Soekarno berada dalam komplek Biara Santo Yosef dan Gereja Katedral Kristus Raja Ende. Ini menunjukkan bahwa kemanusiaan menjadi segalanya diantara agama dan juga penjajahan pada masa itu

    Potret Serambi Soekarno
    Potret Serambi Soekarno (IDN Times/Aditya Mustaqim)
  8. 8. Bung Karno kerap kali duduk sambil membaca buku dan merenung menghadap ke pantai, sembari memikirkan negara Indonesia

    Potret Serambi Soekarno
    Potret Serambi Soekarno (IDN Times/Aditya Mustaqim)
  9. 9. Patung perunggu Bung Karno itu hasil karya pematung lokal Benny Laka dengan replika buku-buku bacaannya

    Potret Serambi Soekarno
    Potret Serambi Soekarno (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Related Articles

See More