5 Situs Kuno yang Gak Kalah Keren dari Machu Picchu, ke Sini yuk!

Selain Machu Picchu, Hegra di Arab Saudi, Lalibela di Ethiopia, Tiwanaku di Bolivia, Ani di Turki, dan My Son di Vietnam menyimpan warisan peradaban kuno bernilai sejarah.
Hegra menampilkan makam batu Nabataea, Lalibela memiliki sebelas gereja monolitik yang masih terkait ziarah, sedangkan Tiwanaku memperlihatkan pusat politik dan keagamaan pra-Hispanik.
Ani merekam sejarah Anatolia-Kaukasus melalui reruntuhan kota, sementara My Son menghadirkan kompleks kuil Kerajaan Champa bercorak Hindu yang telah menjadi Warisan Dunia UNESCO.
Machu Picchu memang menjadi salah satu situs peninggalan peradaban kuno yang paling dikenal di dunia. Situs yang berada di Pegunungan Andes ini merupakan peninggalan penting dari peradaban Inca dan sudah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1983.
Namun, popularitas Machu Picchu tidak berarti situs kuno yang menarik hanya bisa ditemukan di Peru. Di berbagai negara, ada peninggalan peradaban masa lalu yang punya nilai sejarah luar biasa, tetapi namanya belum sepopuler Machu Picchu di kalangan wisatawan internasional.
1. Hegra, Arab Saudi

Hegra, Arab Saudi (commons.wikimedia.org/ Carole Raddato) Hegra atau Al-Hijr merupakan situs arkeologi di wilayah Al Ula, Arab Saudi, yang berkaitan erat dengan peradaban Nabataea. Daya tarik utamanya berupa makam-makam monumental yang dipahat langsung pada batu, dengan fasad yang memperlihatkan kemampuan arsitektur masyarakat Nabataea pada masa itu.
Situs ini juga memiliki posisi penting dalam sejarah Arab Saudi karena menjadi properti pertama dari negara tersebut yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Hegra cocok untuk kamu yang ingin melihat peninggalan Nabataea tanpa hanya terpaku pada situs-situs kuno yang sudah sangat populer.
2. Lalibela, Ethiopia

Lalibela, Ethiopia (commons.wikimedia.org/ Thomas Fuhrmann) Lalibela dikenal karena kompleks gereja yang dipahat langsung dari batu dan berasal dari periode Abad Pertengahan di Ethiopia. Kawasan ini memiliki sebelas gereja monolitik yang berkaitan dengan perkembangan Kristen di Ethiopia dan menjadi tujuan penting bagi umat yang melakukan ziarah.
Yang membuat Lalibela menarik adalah fungsinya yang tidak berhenti sebagai peninggalan sejarah. Kawasan tersebut masih memiliki peran dalam kehidupan keagamaan masyarakat, sehingga pengunjung dapat melihat bagaimana warisan masa lalu tetap berkaitan dengan kehidupan spiritual hingga sekarang.
3. Tiwanaku, Bolivia

Tiwanaku, Bolivia (commons.wikimedia.org/ Danielle Pereira) Tiwanaku merupakan bekas pusat penting sebuah peradaban pra-Hispanik di kawasan Andes. Kota kuno ini berada di dekat Danau Titicaca dan pernah berkembang menjadi pusat politik serta keagamaan yang memiliki pengaruh luas di wilayah Andes bagian selatan.
Di kawasan arkeologinya masih terdapat sejumlah bangunan monumental, termasuk Kalasasaya, Akapana, dan Pumapunku. Tiwanaku juga menarik karena memperlihatkan kemampuan masyarakat masa lalu dalam membangun struktur batu serta mengembangkan tata ruang untuk kegiatan keagamaan dan pemerintahan.
4. Ani, Turki

Ani, Turki (commons.wikimedia.org/ Francesco Bini) Ani merupakan kota kuno yang berada di kawasan Kars, Turki timur, dekat perbatasan dengan Armenia. Pada masa kejayaannya, kota ini berkembang menjadi pusat penting di kawasan tersebut dan memiliki berbagai bangunan keagamaan, administratif, serta pertahanan.
Kini, kawasan Ani berupa reruntuhan yang memperlihatkan perjalanan panjang sejarah wilayah Anatolia dan Kaukasus. Dibandingkan dengan destinasi Turki yang lebih populer seperti Istanbul dan Cappadocia, nama Ani memang belum terlalu sering muncul dalam daftar perjalanan wisatawan internasional.
5. My Son, Vietnam

My Son, Vietnam (commons.wikimedia.org/ Chainwit.) My Son merupakan kompleks kuil kuno yang berkaitan dengan Kerajaan Champa di Vietnam. Kompleks ini berkembang selama beberapa abad dan memperlihatkan kuatnya pengaruh Hindu dalam kehidupan keagamaan masyarakat Champa pada masa itu.
Reruntuhan My Son berada di sebuah lembah yang dikelilingi perbukitan, sehingga suasananya berbeda dari situs bersejarah yang berada di tengah kawasan perkotaan. Kompleks ini juga telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1999 karena nilai sejarah dan budayanya.
Sejarah peradaban dunia ternyata tersebar di banyak tempat dan gak semuanya menjadi destinasi wisata yang langsung dikenali. Justru, beberapa situs yang namanya masih asing bisa memperlihatkan cerita tentang masyarakat, kepercayaan, dan perkembangan budaya yang jarang kita temui dalam perjalanan wisata biasa.
Kalau kamu tertarik dengan wisata sejarah, memperluas pilihan destinasi bisa membuat perjalanan terasa lebih beragam. Gak harus selalu mengejar tempat yang paling terkenal, karena situs yang lebih jarang dibicarakan pun bisa membawa kita lebih dekat dengan cerita dari masa lalu.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)
























