Thailand Bertekad Bangun Disneyland Pertama di Asia Tenggara

- Thailand berencana membangun Disneyland pertama di Asia Tenggara sebagai bagian dari proyek Eastern Economic Corridor (ECC) untuk memperkuat posisi negara sebagai destinasi wisata utama di kawasan.
- Pemerintah Thailand telah mengirim surat resmi kepada Walt Disney Company guna menjajaki peluang kerja sama, dengan dukungan investor dari Timur Tengah dan lahan seluas sekitar 2.700 rai disiapkan.
- Wakil Perdana Menteri Phiphat Ratchakitprakarn menyebut Thailand kini menunggu kabar baik dari Walt Disney, sembari menyiapkan infrastruktur pendukung seperti kompleks olahraga baru di wilayah ECC.
Thailand baru-baru ini menunjukkan tekadnya untuk menjadi destinasi wisata nomor satu di Asia, menyusul Hong Kong dan China, lho. Negeri Gajah Putih itu berencana untuk membangun Disneyland pertama di Asia Tenggara.
Dilansir Bangkok Post, wakil perdana menteri pun mengklaim, Thailand telah mendapat calon investor dari Timur Tengah yang menunjukkan minatnya untuk menjadi mitra di proyek besar itu. Akankah Disneyland pertama di Asia Tenggara dibangun di Bangkok?
Table of Content
1. Thailand bertekad untuk bangun Disneyland pertama di Asia Tenggara

Thailand berkomitmen untuk menghadirkan Disneyland pertama di Asia Tenggara sebagai bagian dari proyek Eastern Economic Corridor (ECC). Tentunya, ambisi tersebut bukan tanpa dasar. Pemerintah setempat baru-baru ini pun mengklaim bahwa calon investor dari Timur Tengah telah menunjukkan minat untuk menjadi mitra.
Selain itu, Wakil Perdana Menteri Phiphat Ratchakitprakarn mengatakan pembangunan Disneyland ini adalah bagian dari strategi untuk menarik lalu lintas pariwisata ke Eastern Economic Corridor (ECC). Area tersebut merupakan zona pengembangan ekonomi khusus utama di negara ini, demi menjadikan Thailand yang terunggul di ASEAN.
Sebelumnya, Thailand juga telah lama menunda pengembangan kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan tiga bandara regional. Pastinya, kehadiran proyek besar-besaran tersebut sangat diperlukan untuk menggenjot peningkatan infrastruktur yang memadai di ibu kota Eastern Economic Corridor (ECC) sendiri.
2. Thailand telah mengirim surat ke Walt Disney untuk mendapatkan peluang

Dilansir Bangkok Post, Wakil Perdana Menteri Phiphat Ratchakitprakarn pun mengatakan pemerintah setempat telah mengirimkan surat kepada kepala eksekutif baru Walt Disney Company. Mereka membujuk perusahaan tersebut untuk menjajaki peluang di Thailand. Jika permintaan itu disambut baik, Thailand akan menjadi negara di Asia Tenggara pertama yang memiliki Disneyland.
Tekad Thailand juga didukung oleh ibu kota Eastern Economic Corridor (ECC) yang sedang dalam proses membayar kompensasi pengambilalihan lahan untuk total area 15.000 rai atau sekitar 2.400 hektare. Dari tanah seluas itu, pemerintah mempersiapkan sekitar 2.700 rai, yang besarnya setara dengan Disneyland Shanghai, untuk pembangunan taman hiburan itu.
3. Thailand mengumumkan tinggal tunggu "kabar baik" dari Walt Disney

Wakil Perdana Menteri Phiphat Ratchakitprakarn mengatakan bahwa sejak pemerintah mengemukakan gagasan untuk membangun Disneyland, operator taman hiburan global lain yang memiliki waralaba di Singapura juga mulai mendekati Eastern Economic Corridor (ECC) untuk memperluas bisnisnya di Thailand. Namun, mereka ingin terlebih dahulu berdiskusi dengan Walt Disney untuk menghadirkan Disneyland pertama di Asia Tenggara.
Phiphat Ratchakitprakarn juga mengaku tidak merasa khawatir tentang rencana pembangunan Disneyland di Thailand. Sebab, mereka telah menggandeng investor besar dari Uni Emirat Arab yang sangat ingin bermitra dalam proyek besar-besaran tersebut. Thailand kini hanya menunggu "kabar baik" dari Walt Disney.
"Jika kita berhasil dalam negosiasi, Thailand akan menjadi wilayah keempat di Asia yang memiliki Disneyland, setelah Jepang, China, dan Hong Kong," tutur Wakil Perdana Menteri Phiphat Ratchakitprakarn.
Di Eastern Economic Corridor (ECC), pemerintah juga berencana untuk membangun kompleks olahraga baru, termasuk stadion indoor nasional dengan kapasitas 15.000 kursi yang dapat menjadi area pertemuan dan arena olahraga air. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi kepadatan yang terjadi di Kompleks Olahraga Hua Mak di Bangkok.


















