ilustrasi travelling (unsplash.com/Getty Images)
Masa berlaku visa Schengen ditentukan dengan tipe visa yang kamu punya. Untuk short stay atau type C ditentukan oleh aturan 90/180 hari, di mana kamu hanya boleh berada di kawasan Schengen maksimal 90 hari selama periode 180 hari.
Di sisi lain, visa Schengen punya masa validitas yang bervariasi, mulai dari beberapa minggu, beberapa bulan, hingga beberapa tahun. Artinya, kalau kamu mendapat visa Schengen dengan masa validasi 1 tahun, maka kamu bisa bolak-balik ke Eropa kapan saja, asalkan kamu tidak tinggal lebih dari 90 hari dalam periode rolling 180 hari berturut-turut.
Sementara untuk visa Schengen dengan type D atau long stay, kamu bisa tinggal selama 4 sampai 12 bulan. Masa berlaku atau validasi sama dengan durasi perjalanan yang diizinkan. Biasanya visa diperuntukkan bagi pelajar, peneliti, hingga pekerja migran.