5 Fakta Biei, Kota Jepang dengan Lanskap Pedesaan yang Fotogenik

- Biei di Hokkaido menawarkan perbukitan bergelombang, ladang berpola warna musiman, dan pohon ikonik seperti Seven Stars Tree yang menjadikannya destinasi fotografi.
- Shirogane Blue Pond dikenal karena warna air biru akibat kandungan mineral, tetapi tampilannya berubah dipengaruhi cahaya, cuaca, dan kondisi air.
- Wisatawan dapat menikmati panorama serta hamparan bunga musiman dari area yang diizinkan, tanpa memasuki ladang warga, mengganggu lalu lintas, atau menerbangkan drone tanpa izin.
Biei merupakan salah satu kawasan di Hokkaido, Jepang, yang dikenal lewat lanskap perbukitan dan hamparan lahan pertanian yang membentuk pemandangan seperti lukisan. Kontur tanah yang bergelombang, pepohonan yang berdiri mencolok, serta perubahan warna alam sesuai musim membuat kawasan ini memiliki karakter visual yang sangat kuat. Gak heran jika Biei kerap menjadi tujuan wisata bagi pencinta fotografi dan pelancong yang ingin menikmati suasana pedesaan Jepang yang tenang.
Daya tarik Biei bukan sekadar pemandangan cantik untuk dijadikan latar foto, sebab kawasan ini juga memiliki cerita, karakter alam, dan sejumlah tempat ikonik yang menarik untuk dipahami. Mulai dari perbukitan Patchwork Road sampai kolam biru Shirogane, setiap sudutnya menawarkan pengalaman berbeda yang memperlihatkan sisi lain Hokkaido. Kalau ingin melihat lebih dekat pesona pedesaan Jepang yang fotogenik, yuk simak lima fakta menarik tentang Biei berikut ini.
1. Lanskap perbukitannya menyerupai lukisan

ilustrasi lanskap Biei, Jepang (unsplash.com/Zion C) Biei memiliki karakter geografis yang didominasi perbukitan bergelombang dan lahan pertanian yang membentang luas. Pola warna ladang dapat berubah mengikuti jenis tanaman serta pergantian musim, sehingga pemandangannya selalu memiliki tampilan yang berbeda sepanjang tahun. Perpaduan tersebut membuat kawasan pedesaan Biei terlihat seperti hamparan kanvas alami yang sangat menarik untuk dipotret.
Salah satu kawasan yang terkenal dengan karakter tersebut adalah Patchwork Road, yang menghadirkan panorama bukit dengan pola lahan pertanian yang khas. Di kawasan ini terdapat pohon ikonik seperti Seven Stars Tree yang berdiri sendiri di tengah perbukitan dan menjadi salah satu simbol Biei. Keindahan lanskapnya juga terasa semakin kuat karena warna alam berubah dari hijau pada musim panas hingga nuansa putih saat musim dingin.
2. Shirogane Blue Pond memiliki warna biru yang khas

ilustrasi wisata Biei, Jepang (commons.wikimedia.org/Calistemon) Shirogane Blue Pond merupakan salah satu tempat paling terkenal di Biei karena permukaan airnya dapat terlihat berwarna biru dengan intensitas yang berubah sesuai kondisi cahaya dan lingkungan. Fenomena tersebut berkaitan dengan kandungan mineral dari aliran sungai di kawasan sekitar yang membuat cahaya tersebar dengan cara tertentu sehingga air tampak kebiruan. Pepohonan larch yang berdiri di dalam kolam kemudian menciptakan siluet unik di atas permukaan air.
Menariknya, warna kolam gak selalu terlihat sama pada setiap kunjungan karena cuaca dan kondisi air dapat memengaruhi tampilannya. Setelah hujan deras atau saat salju mencair, air bahkan dapat terlihat lebih keruh karena perubahan konsentrasi material yang terkandung di dalamnya. Hal tersebut justru membuat Shirogane Blue Pond terasa seperti lanskap alami yang terus berubah, bukan sekadar objek wisata dengan tampilan yang selalu seragam.
3. Biei punya banyak sudut pandang untuk menikmati perbukitan

ilustrasi wisata alam Biei, Jepang (commons.wikimedia.org/lumoplank) Keindahan Biei gak hanya dapat dinikmati dari satu tempat karena kawasan ini memiliki sejumlah titik pandang dengan karakter panorama yang berbeda. San-ai-no-Oka Observatory Park, misalnya, menawarkan pemandangan perbukitan Biei dengan latar Pegunungan Tokachi dan kawasan pegunungan di kejauhan. Dari titik yang lebih tinggi, hamparan ladang terlihat semakin luas sehingga memberikan perspektif yang kuat untuk fotografi.
Shinei-no-Oka View Park juga menghadirkan panorama luas dari salah satu area perbukitan yang tinggi di Biei. Saat sore menjelang malam, langit yang berubah warna berpadu dengan kontur bukit dan ladang sehingga menghasilkan suasana yang dramatis. Pengalaman semacam ini membuat perjalanan di Biei terasa menarik karena aktivitas menikmati pemandangan gak harus selalu berpusat pada satu objek wisata.
4. Hamparan bunganya berubah sesuai musim

ilustrasi destinasi wisata Biei, Jepang (commons.wikimedia.org/663highland) Selain perbukitan pertanian, Biei memiliki kawasan bunga yang menghadirkan warna-warni berbeda sesuai waktu dalam setahun. Shikisai-no-Oka menjadi salah satu tempat populer dengan hamparan bunga yang membentuk garis warna di atas perbukitan, mulai dari bunga tulip, poppy, bunga matahari, hingga salvia. Pergantian jenis bunga tersebut membuat lanskapnya terasa dinamis dan memberikan alasan untuk datang kembali pada musim yang berbeda.
Zerubu-no-Oka juga menawarkan pemandangan bunga yang berpadu dengan panorama perbukitan Biei. Kawasan ini memiliki puluhan jenis bunga yang mulai bermekaran pada periode berbeda, sehingga tampilan lahannya terus berubah sejak akhir musim semi hingga awal musim gugur. Dari area pengamatan, hamparan warna bunga dan perbukitan dapat terlihat dalam satu pandangan yang terasa sangat fotogenik.
5. Keindahannya perlu dinikmati tanpa mengganggu lahan pertanian

ilustrasi taman bunga di Biei, Jepang (commons.wikimedia.org/肖红军) Di balik lanskap fotogenik Biei, terdapat hal penting yang perlu dipahami wisatawan, yaitu sebagian besar perbukitan indah yang terlihat merupakan lahan pertanian milik warga. Karena itu, wisatawan gak diperbolehkan masuk ke ladang hanya untuk memperoleh sudut foto tertentu. Mematuhi aturan tersebut penting karena aktivitas wisata yang terlihat sepele dapat merusak tanaman dan mengganggu aktivitas para petani.
Wisatawan juga dianjurkan tetap berada di jalan yang diperbolehkan dan gak menghalangi lalu lintas ketika berhenti untuk menikmati pemandangan. Penggunaan pesawat nirawak untuk fotografi udara pada prinsipnya juga dilarang di Biei tanpa izin sebelumnya. Dengan mengikuti aturan tersebut, keindahan pedesaan Biei dapat tetap terjaga sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat setempat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman.
Biei memperlihatkan bahwa pesona pedesaan Jepang gak selalu hadir lewat bangunan tradisional atau jalanan bersejarah. Perbukitan, ladang pertanian, pepohonan ikonik, dan perubahan warna alam justru menjadi kekuatan utama yang membuat kawasan ini begitu berkesan. Jika suatu saat berkunjung ke Hokkaido, Biei layak masuk daftar tujuan bagi siapa pun yang ingin menikmati lanskap Jepang dari sisi yang lebih tenang dan autentik.










![[QUIZ] Destinasi Liburan untukmu Sesuai Hewan Endemik Favoritmu](https://image.idntimes.com/post/20250516/pexels-ivan-samkov-9630190-6f73be0ad715324e357bf878182ef89d-24b5a82a6afb512ece29d8c1e5a28ebf.jpg)






![[QUIZ] Destinasi Sejuk di Bali yang Cocok untuk Liburanmu!](https://image.idntimes.com/post/20250410/whatsapp-image-2025-04-10-at-085358-1-8f77f9f8dd7d6a011e56e78c265312ee.jpeg)

![[QUIZ] Destinasi Wisata Ekstrem Berdasarkan Pemain Resident Evil Favoritmu!](https://image.idntimes.com/post/20260917/781804838_17893272621669531_8494984485185219824_n_64e33f96-ee54-4909-9bee-3d23ff8eba67.jpg)


