10 Tips Diving Aman di Nusa Penida, Perhatikan Arusnya!

- WN Malaysia Siti Nuraini Binti Rusidi meninggal saat diving di Crystal Bay, Nusa Penida; polisi masih menyelidiki penyebabnya setelah korban dilaporkan kehabisan oksigen dan panik.
- Penyelam perlu memastikan tubuh fit, memilih operator serta pemandu berpengalaman, memahami briefing, dan menyesuaikan lokasi maupun kedalaman dengan kemampuan serta sertifikasi.
- Keselamatan menuntut pemeriksaan perlengkapan dan udara, tetap bersama buddy, memantau arus, tidak memaksakan diri saat panik atau lelah, serta tidak melawan arus kuat.
Kawasan Nusa Penida di Bali menjadi salah satu destinasi favorit bagi pencinta diving, karena menawarkan pemandangan bawah laut yang menarik. Crystal Bay, Manta Point, hingga Malibu Point menjadi beberapa lokasi yang populer untuk menjelajahi kehidupan laut di kawasan ini. Di balik keindahan bawah lautnya, kondisi perairan Nusa Penida juga perlu diperhatikan, terutama karena arus dapat berubah dan menjadi cukup kuat di sejumlah titik.
Hal tersebut kembali menjadi perhatian setelah seorang warga negara (WN) Malaysia, Siti Nuraini Binti Rusidi (39), meninggal dunia saat melakukan aktivitas diving di Perairan Crystal Bay, Desa Sakti, Nusa Penida, Bali, pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 11.10 WITA. Sebelumnya, korban bersama rombongan diketahui telah melakukan penyelaman di Manta Bay sebelum melanjutkan aktivitas ke Crystal Bay. Polisi masih mendalami penyebab pasti kematian korban.
Dalam laporan kepolisian, korban sempat mengalami kondisi darurat ketika menyelam di Crystal Bay. Ia disebut memberikan isyarat kehabisan oksigen dan tampak panik sebelum mendapat pertolongan dari pemandu. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persiapan menjadi hal penting ketika melakukan diving, termasuk di destinasi populer seperti Nusa Penida.
Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan, agar aktivitas diving di Nusa Penida tetap aman? Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan.
Table of Content
1. Pastikan kondisi tubuh benar-benar fit
Sebelum menyelam, jangan hanya mempertimbangkan apakah tubuh masih sanggup beraktivitas, tetapi perhatikan pula kondisi kesehatan secara keseluruhan. Jika sedang sakit, mengalami gangguan pernapasan, kelelahan, atau kondisi lain yang dapat mengganggu kemampuan beraktivitas di dalam air, sebaiknya tunda aktivitas menyelam.
Organisasi keselamatan penyelaman, Divers Alert Network (DAN) menyebutkan penyakit akut, termasuk flu biasa, dapat membuat seseorang tidak aman untuk menyelam, karena dapat memengaruhi kemampuan menyamakan tekanan pada telinga dan sinus, sekaligus kemampuan berolahraga.
Jangan memaksakan diri hanya karena diving sudah masuk dalam itinerary. Kondisi tubuh yang kurang prima dapat menjadi lebih berat ketika harus menghadapi arus atau situasi darurat di bawah air.
2. Pilih operator dan pemandu diving yang berpengalaman

Potret scuba diving (unsplash.com/Maël BALLAND) Menyelam di lokasi yang memiliki karakteristik arus tertentu sebaiknya dilakukan bersama operator dan pemandu yang memahami kondisi setempat. Pemandu dapat memberikan informasi mengenai karakteristik titik penyelaman, kondisi arus, kedalaman, jalur penyelaman, hingga prosedur jika terjadi keadaan darurat.
DAN juga menyarankan wisatawan untuk mencari tahu kesiapan operator dalam memberikan pertolongan pertama dan oksigen, serta menanyakan rencana penanganan keadaan darurat sebelum melakukan penyelaman. Khusus untuk Crystal Bay, pemahaman terhadap kondisi lokal menjadi penting, karena arus di sejumlah bagian lokasi dapat berubah dari ringan hingga sangat kuat.
3. Jangan abaikan briefing sebelum menyelam
Briefing bukan sekadar formalitas sebelum masuk ke air. Gunakan waktu tersebut untuk memahami kondisi lokasi dan mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi perubahan situasi.
Tanyakan kepada pemandu mengenai arah arus, kedalaman maksimum, titik masuk dan keluar, batas waktu penyelaman, jalur yang akan dilewati, serta prosedur jika terpisah dari rombongan. Pada penyelaman dengan arus, DAN menekankan pentingnya briefing khusus mengenai kondisi dan prosedur yang akan dihadapi penyelam.
Jika ada bagian briefing yang belum dipahami, jangan ragu untuk bertanya. Lebih baik mengklarifikasi sebelum turun ke air daripada kebingungan ketika sudah berada di bawah permukaan.
4. Perhatikan kondisi arus sebelum masuk ke air

Potret scuba diving (pexels.com/Oleksandr P) Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian lebih ketika diving di Nusa Penida adalah kondisi arus. Kondisi permukaan laut yang terlihat tenang belum tentu menunjukkan keadaan di bawah permukaan.
Di Crystal Bay, misalnya, arus dapat menjadi sangat kuat di beberapa bagian. Di momen ini, penting untuk menentukan apakah penyelaman dapat dilanjutkan ke area tertentu atau sebaiknya tetap berada di bagian yang lebih aman.
Jangan menganggap penyelaman harus tetap dilakukan hanya karena sudah memesan jadwal. Jika kondisi tidak memungkinkan atau pemandu menyarankan untuk membatalkan rute tertentu, sebaiknya ikuti keputusan tersebut.
5. Sesuaikan lokasi dan kedalaman dengan kemampuan
Setiap penyelam memiliki tingkat pengalaman yang berbeda. Jangan memaksakan diri mengikuti rute penyelam yang lebih berpengalaman jika kemampuan dan sertifikasi belum mendukung.
DAN menyarankan penyelam memahami kondisi destinasi sebelum melakukan perjalanan karena arus, drift diving, jarak pandang, dan kondisi lain dapat membutuhkan keterampilan, peralatan, serta pengalaman tambahan.
Jika kamu baru memiliki pengalaman terbatas, komunikasikan hal tersebut kepada operator. Pemandu dapat membantu menentukan rute dan kedalaman yang lebih sesuai dengan kemampuan.
6. Lakukan buddy check sebelum turun

Potret scuba diving (pexels.com/Kevin Galeano) Sebelum masuk ke dalam air, periksa kembali perlengkapan bersama buddy. Pastikan tabung berisi udara yang cukup, regulator berfungsi, buoyancy compensator device (BCD) bekerja dengan baik, serta seluruh perlengkapan terpasang sebagaimana mestinya.
DAN merekomendasikan pemeriksaan perlengkapan sebelum menyelam, termasuk memastikan tangki penuh, melakukan uji napas pada regulator, serta melakukan buddy check di dalam air sebelum turun lebih jauh. Pemeriksaan sederhana ini penting karena masalah pada perlengkapan akan jauh lebih sulit ditangani ketika sudah berada di dalam laut.
7. Pantau persediaan udara secara berkala
Jangan menunggu sampai persediaan udara hampir habis untuk memeriksa tekanan tabung. Kondisi panik atau harus berenang melawan arus dapat membuat konsumsi udara meningkat lebih cepat.
DAN menyebutkan aktivitas fisik, termasuk berenang melawan arus, serta stres dapat memengaruhi konsumsi udara. Oleh karena itu, penyelam perlu memantau tekanan tabung secara berkala dan tetap memiliki cadangan yang cukup untuk menyelesaikan penyelaman, serta kembali ke permukaan dengan aman.
Jika persediaan udara tidak sesuai dengan rencana penyelaman, jangan ragu untuk mengakhiri penyelaman lebih awal demi menghindari risiko apa pun.
8. Jangan memaksakan diri ketika mulai panik atau kelelahan

Potret scuba diving (pexels.com/Matt Waters) Diving membutuhkan ketenangan dan kemampuan mengambil keputusan dalam kondisi yang tidak selalu ideal. Jika mulai merasa panik, kelelahan, kesulitan bernapas, atau mengalami masalah dengan perlengkapan, segera beri tahu buddy atau pemandu.
Jangan merasa malu untuk mengakhiri penyelaman. DAN menekankan penyelam seharusnya tidak takut mengakhiri penyelaman dan meminta bantuan ketika mulai mengalami masalah.
Keputusan untuk naik ke permukaan lebih awal bukan berarti gagal menikmati diving. Justru, memahami batas kemampuan merupakan bagian penting dari keselamatan menyelam.
9. Tetap bersama buddy dan ikuti rencana penyelaman
Jangan menjauh dari buddy atau rombongan hanya demi mengejar objek tertentu di bawah air. Dalam penyelaman dengan arus, posisi seseorang dapat berubah dengan cepat dan terpisah dari kelompok.
DAN menyarankan penyelam tetap bersama kelompok atau setidaknya buddy, serta memiliki rencana komunikasi dan prosedur apabila terpisah. Peralatan sinyal seperti surface marker buoy (SMB), peluit, atau perangkat penanda lainnya juga dapat membantu dalam situasi tertentu.
Selain itu, ikuti batas kedalaman dan durasi yang sudah disepakati. Jangan mengubah rencana secara sepihak tanpa memberi tahu pemandu atau buddy.
10. Jangan melawan arus

Potret scuba diving (pixabay.com/Mojpe) Arus yang kuat dapat menguras tenaga dan membuat persediaan udara lebih cepat berkurang. Jangan langsung mencoba berenang melawan arus dengan tenaga penuh ketika situasi berubah.
DAN menjelaskan arus dapat membuat penyelam kelelahan dan meningkatkan konsumsi udara. Dalam kondisi tertentu, penyelam justru perlu mengikuti prosedur yang telah disepakati bersama operator, menggunakan perangkat sinyal, dan tetap tenang daripada menghabiskan tenaga dengan melawan arus secara terus-menerus.
Jika terbawa arus dan terpisah dari kapal, ikuti prosedur keselamatan yang sudah dijelaskan saat briefing. Jangan mencoba melakukan tindakan penyelamatan yang belum pernah dilatih sebelumnya.
Beberapa tips diving aman di atas bisa menjadi panduan sebelum menjelajahi keindahan bawah laut Nusa Penida. Dengan persiapan yang matang dan tidak memaksakan diri ketika kondisi tidak memungkinkan, aktivitas diving pun bisa dinikmati dengan lebih nyaman dan aman.




![[QUIZ] Destinasi Wisata Ekstrem Berdasarkan Pemain Resident Evil Favoritmu!](https://image.idntimes.com/post/20260917/781804838_17893272621669531_8494984485185219824_n_64e33f96-ee54-4909-9bee-3d23ff8eba67.jpg)















