Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Wisata Budaya di Sawahlunto, Mengenang Asal Daerah Mohammad Yamin
Potret rumah adat Sumatra Barat (pexels.com/nur ihsan)
  • Sawahlunto, tanah kelahiran Mohammad Yamin, dikenal sebagai Kota Arang dengan warisan sejarah pertambangan batu bara dan status Warisan Dunia UNESCO.

  • Museum Goedang Ransoem dan Lubang Tambang Soero menampilkan jejak tambang Ombilin, termasuk kehidupan buruh paksa, peralatan kuno, serta terowongan bawah tanah sejak 1898.

  • Museum Kereta Api dan Kota Tua Sawahlunto menghadirkan lokomotif Mak Itam, bangunan kolonial, serta perpaduan arsitektur Eropa dan budaya Minangkabau.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Siapa yang tidak kenal Mohammad Yamin? Pahlawan nasional sekaligus salah satu tokoh kunci di balik lahirnya ikrar Sumpah Pemuda ini memiliki andil besar dalam merumuskan persatuan Indonesia. Namun, pernah tidak kamu penasaran dari mana sosok jenius ini berasal?

Mohammad Yamin lahir dan tumbuh di Sawahlunto, Sumatra Barat. Kota yang terkenal dengan julukan Kota Arang ini tak hanya kaya akan sejarah pertambangan batu bara, tetapi juga sudah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO. Suasananya yang vintage, tenang, dan penuh nilai budaya bikin Sawahlunto cocok masuk bucket list liburanmu selanjutnya.

Penasaran ada pesona wisata budaya apa saja di tanah kelahiran Mohammad Yamin ini? Yuk, simak empat destinasi budaya di Sawahlunto berikut ini!

1. Museum Goedang Ransoem

Potret Museum Goedang Ransoem (instagram.com/museumgoedangransoem)

Sawahlunto tak bisa lepas dari sejarah batu bara. Museum Goedang Ransoem adalah destinasi terbaik untuk memahami alur sejarah tersebut.

Dahulu, gedung yang dibangun pada 1918 ini berfungsi sebagai dapur umum raksasa. Dapur tersebut memproduksi pakan dan ribuan porsi makanan harian untuk para pekerja tambang serta "orang rantai". Ini merupakan sebutan bagi orang Indonesia yang datang dari luar Sumatra. Mereka bekerja sebagai buruh paksa di tambang batu bara milik pemerintah kolonial Hindia-Belanda di Ombilin, Sawahlunto.

Di sini, kamu bisa menyaksikan koleksi kuali raksasa, peralatan masak dan tambang kuno, dan foto-foto dokumenter jadul. Kamu juga bisa mengetahui kisah pilu para pekerja paksa era Hindia-Belanda yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kota ini.

  • Lokasi: Jalan Abdurrahman Hakim, Tanah Lapang, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatra Barat.

  • Jam operasional: setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB.

  • Harga: Rp7.000–Rp10.000 per orang.

2. Museum Situs Lubang Tambang Soero

Buat kamu pencinta wisata pemacu adrenalin sekaligus bernilai sejarah tinggi, Museum Situs Lubang Tambang Soero wajib banget masuk bucket list. Destinasi ini merupakan terowongan tambang batu bara bawah tanah pertama di Sawahlunto yang sudah beroperasi sejak 1898.

Di sini, kamu akan menyusuri lorong gelap di kedalaman bumi dengan mengenakan perlengkapan keamanan seperti helm proyek dan sepatu khusus. Kamu juga bisa mendengarkan pemandu menceritakan bagaimana perjuangan berat para penambang zaman dahulu saat menembus perut bumi di Lubang Soero.

  • Lokasi: Jalan Abdurrahman Hakim, Tanah Lapang, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatra Barat.

  • Jam operasional: setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB.

  • Harga: Rp15.000–Rp20.000 per orang.

3. Museum Kereta Api Sawahlunto

Potret Museum Kereta Api Sawahlunto (instagram.com/museumkeretaapi)

Salah satu bukti kejayaan Sawahlunto di masa lalu adalah keberadaan Museum Kereta Api Sawahlunto. Dahulu, tempat ini merupakan stasiun kereta api tertua di Sumatra Barat yang kini difungsikan sebagai museum.

Di Museum Kereta Api Sawahlunto, kamu bisa melihat lokomotif uap legendaris yang dijuluki Mak Itam (E1060). Lokomotif ini pernah dipakai untuk mengangkut hasil batu bara menuju Pelabuhan Teluk Bayur.

Bangunannya yang berarsitektur kolonial sangat klasik dan estetik. Cocok banget buat menjadi spot foto berkonsep retro atau vintage.

  • Lokasi: Jalan Ahmad Yani, Kampung Teleng, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatra Barat.

  • Jam operasional: setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB.

  • Harga: Rp4.000–Rp8.000 per orang.

4. Kota Tua Sawahlunto

Potret Kota Tua Sawahlunto (instagram.com/sawahluntotourism)

Kalau kamu gemar city walk, menjelajahi kawasan Kota Tua Sawahlunto akan memberikan pengalaman yang menenangkan sekaligus memanjakan mata. Sepanjang jalan, kamu akan disuguhi pemandangan bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda yang megah.

Ada Gedung Pusat Kebudayaan, Masjid Agung Nurul Islam (eks bangunan pembangkit listrik), hingga Rumah Pekasihan. Perpaduan harmonis antara arsitektur Eropa dan sentuhan budaya Minangkabau membuat sudut-sudut kota ini sangat Instagramable.

  • Lokasi: Jalan Abdurrahman Hakim, Saringan, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatra Barat.

  • Jam operasional: setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB.

  • Harga: gratis.

Menelusuri tanah kelahiran Mohammad Yamin tidak hanya memanjakan mata dengan pemandangan kota tua yang unik, tetapi juga memberikan sudut pandang baru tentang sejarah perjuangan dan kebudayaan bangsa kita. Dari empat destinasi budaya di atas, kamu paling tertarik berkunjung ke mana?

Curated For You

Editorial Team

Related Article