Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Wisata di Fujian yang Cocok untuk Traveler Pencinta Budaya

4 min read
5 Wisata di Fujian yang Cocok untuk Traveler Pencinta Budaya
Fujian, China (unsplash.com/拍照铺 pjoup)
  • Fujian di pesisir tenggara China menawarkan wisata budaya melalui jejak perdagangan maritim, tradisi lokal, arsitektur kuno, dan tiga situs Warisan Dunia UNESCO: Quanzhou, Fujian Tulou, serta Wuyi Mountain.
  • Quanzhou menampilkan pertemuan budaya dan agama dari era perdagangan Song-Yuan, sementara Fujian Tulou memperlihatkan hunian komunal klan berbentuk benteng tanah di wilayah pegunungan.
  • Gulangyu, Wuyi Mountain, dan Three Lanes and Seven Alleys menghadirkan perpaduan arsitektur Timur-Barat, lanskap bersejarah, situs keagamaan, serta kehidupan kota tua yang berdampingan dengan aktivitas modern.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau selama ini China identik dengan gemerlapnya Shanghai, megahnya Beijing, atau lanskap Zhangjiajie, ada sisi lain yang gak kalah menarik untuk dijelajahi. Fujian, provinsi di pesisir tenggara China, menawarkan perjalanan dengan suasana yang lebih dekat dengan sejarah, tradisi, serta kehidupan masyarakat lokal.

Di sini, kamu bisa menemukan rumah dari tanah yang dibangun sebagai tempat tinggal satu klan, kawasan kota tua yang menjadi saksi perdagangan maritim, hingga pulau kecil dengan perpaduan arsitektur China dan Eropa. Bahkan, Fujian juga memiliki sejumlah situs yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO, seperti Quanzhou, Fujian Tulou, dan Wuyi Mountain.

Bagi kamu yang senang berlibur sambil mengenal budaya setempat, berikut beberapa destinasi wisata di Fujian yang menarik untuk dimasukkan ke dalam itinerary. Seru semua!

  1. 1. Quanzhou

    ilustrasi suasana di Quanzhou
    ilustrasi suasana di Quanzhou (unsplash.com/Marko Sun)

    Quanzhou menjadi pilihan menarik bagi kamu yang ingin melihat bagaimana perdagangan membuat berbagai budaya bertemu dalam satu kota. Kota ini merupakan pusat perdagangan dunia yang legendaris pada era Dinasti Song dan Yuan, serta pernah dikunjungi oleh Marco Polo. Keberagaman budaya dan agama di kota ini juga sangat kental, menjadikannya salah satu kota paling toleran serta kaya sejarah di Tiongkok.

    Menariknya lagi, jejak masa tersebut tidak hanya berupa bangunan tua. Kawasan warisan Quanzhou mencakup bangunan keagamaan, dermaga, jembatan, pagoda, situs produksi keramik dan besi, hingga peninggalan yang menunjukkan keberadaan komunitas dengan latar budaya berbeda. Beberapa di antara yang bisa dikunjungi adalah Kuil Kaiyuan berupa kuil Buddha terbesar di Fujian, Masjid Qingjing sebagai salah satu masjid tertua di Tiongkok, serta seni boneka tali tradisional atau Quanzhou Marionette.

  2. 2. Fujian Tulou

    Bayangkan sebuah bangunan berbentuk lingkaran dengan dinding tanah yang tinggi, bagian tengahnya berupa halaman luas, lalu ratusan orang dari satu komunitas hidup di dalamnya. Pemandangan seperti ini bisa ditemukan di kawasan Fujian Tulou, Provinsi Fujian, Tiongkok.

    Bangunan-bangunan tersebut tersebar sekitar 120 kilometer di wilayah pegunungan Fujian dan dibangun di antara abad ke-15 hingga ke-20. Beberapa tulou bahkan dapat menampung hingga sekitar 800 orang. Dari luar, tulou seperti benteng raksasa. Namun, fungsi utamanya bukan sekadar pertahanan, melainkan menjadi tempat tinggal bersama sebuah klan, lengkap dengan ruang-ruanng keluarga yang mengelilingi halaman di tengah.

    Kamu bisa mengunjungi Tianluokeng Tulou Cluster yang terkenal dengan formasi Empat Hidangan dan Satu Sup, hingga masuk ke dalam bangunan seperti Heguilou atau Huaiyuanlou untuk melihat langsung struktur kayu dan dinding lumpur tahan gempa tanpa kerangka baja. Selain itu, kamu juga bisa berinteraksi dengan penduduk lokal hingga mencicipi beragam kuliner.

  3. 3. Kulangsu atau Gulangyu

    ilustrasi pantai di Gulangyu (unsplash.com/Brian Zhu)
    ilustrasi pantai di Gulangyu (unsplash.com/Brian Zhu)

    Hanya membutuhkan waktu singkat menggunakan kapal feri dari kota pantai Xiamen, terdapat sebuah pulau kecil bernama Kulangsu atau lebih dikenal oleh wisatawan sebagai Gulangyu. Sekilas, pulau ini mungkin terlihat seperti destinasi wisata pesisir biasa. Namun, berjalan lebih jauh ke dalam kawasan bersejarahnya akan memperlihatkan cerita yang jauh lebih kompleks.

    Pulau ini menyuguhkan perpaduan budaya Timur dan Barat. Menariknya, pulau bebas kendaraan bermotor ini dipenuhi ratusan vila bergaya kolonial Eropa sekitar abad ke-19 yang berpadu dengan arsitektur tradisional Minnan. Gulangyu bukan hanya tentang bangunan tua. Kawasan ini pun menjadi contoh bagaimana pertemuan masyarakat China, perantauan China, dan komunitas asing menciptakan bentuk budaya serta lingkungan perkotaan baru.

  4. 4. Wuyi Mountain

    Buat kamu yang menganggap wisata budaya harus selalu berupa museum atau bangunan tua, Wuyi Mountain bisa memberikan pengalaman yang berbeda. Ini merupakan kawasan pegunungan di bagian barat laut Provinsi Fujian yang menawarkan lanskap dramatis berupa tebing batu dan aliran Nine-Bend River. Namun, daya tarik budayanya juga sangat kuat.

    Selain dikenal sebagai daerah penghasil teh berkualitas tinggi, Wuyi Mountain juga memiliki banyak kuil, biara, dan situs bersejarah. Kawasan ini juga tempat penting bagi ajaran Taoisme, Neo-Konfusianiesme, serta situs Kota Kuno Chengcun dari Dinasti Han.

    Jadi, perjalanan ke Wuyi Mountain bukan hanya soal menikmati pemandangan hijau atau menyusuri sungai. Kamu juga bisa melihat bagaimana lanskap alam serta perkembangan pemikiran membentuk sejarah kawasan ini.

  5. 5. Three Lanes and Seven Alleys

    Sanfang Qixiang di Fuzhou
    Sanfang Qixiang di Fuzhou (instagram.com/discoverfuzhou)

    Untuk melihat kehidupan kota tua Fujian, Three Lanes and Seven Alleys atau Sanfang Qixiang di Fuzhou bisa menjadi pilihan. Sesuai namanya, kawasan bersejarah ini terdiri dari tiga lorong dan tujuh gang yang berkembang di sekitar Nanhou Street. Pemerintah Provinsi Fujian menyebut kawasan ini mempertahankan tata kota kuno serta memiliki ratusan bangunan bersejarah, termasuk bekas kediaman sejumlah tokoh penting.

    Bangunan-bangunan dengan dinding putih, genteng hitam, jalan berbatu, dan halaman tradisional, membuat kawasan ini terasa seperti perjalanan singkat ke masa lalu. Menariknya, Three Lanes and Seven Alleys bukan sekadar kawasan konservasi yang sunyi. Berbagai bangunan lama kini berdampingan dengan aktivitas wisata, kuliner, dan bisnis modern.

    Menjelajahi Fujian seperti membuka halaman lain dari cerita tentang China. Di balik kota-kota modernnya, ada jejak perdagangan, tradisi keluarga, arsitektur kuno, hingga pertemuan budaya yang masih terasa dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, kalau kamu ingin menikmati liburan sambil mengenal sisi budaya China yang lebih dekat dan beragam, Fujian bisa menjadi destinasi yang layak dimasukkan ke dalam itinerary berikutnya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More