Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Wisata Gunung Paling Ekstrem di Dunia, Ada yang Dijuluki Killer Mountain

7 Wisata Gunung Paling Ekstrem di Dunia, Ada yang Dijuluki Killer Mountain
Potret Gunung Everest (unsplash.com/Surya Singh)
  • Tujuh gunung ekstrem dunia mencakup Everest, K2, Kangchenjunga, Annapurna, Nanga Parbat, Mont Blanc, dan Eiger, dengan ancaman mulai dari kekurangan oksigen hingga medan curam.
  • Everest, K2, Kangchenjunga, Annapurna, dan Nanga Parbat menghadirkan risiko besar di atas 8.000 meter, termasuk badai mendadak, longsoran salju, serta evakuasi sulit.
  • Mont Blanc dan Eiger tetap berbahaya meski lebih rendah; jatuhan batu, retakan gletser, cuaca ekstrem, dan jalur teknis menuntut pengalaman serta perlengkapan khusus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mendaki gunung menjadi salah satu aktivitas outdoor yang menyenangkan sekaligus menantang. Pendaki bisa menikmati pemandangan alam dari ketinggian sambil menguji kemampuan fisik dan mental.

Tak hanya soal pemandangan alam yang menakjubkan, aktivitas naik gunung juga memiliki risiko yang tinggi. Kondisi cuaca yang berubah cepat, medan terjal, longsoran salju, hingga kekurangan oksigen di ketinggian dapat membahayakan keselamatan pendaki.

Bahkan, sejumlah pendakian gunung ekstrem telah memakan korban jiwa. Tingkat kesulitannya pun tidak hanya dipengaruhi oleh ketinggian. Faktor lain, seperti kondisi medan, cuaca, suhu ekstrem, hingga akses penyelamatan yang terbatas membuat suatu gunung menjadi ekstrem untuk didaki.

Lantas, gunung apa saja yang dikenal paling ekstrem di dunia? Simak daftarnya berikut ini, ya!

  1. 1. Gunung Everest

    Potret Gunung Everest
    Potret Gunung Everest (unsplash.com/Andreas Gäbler)

    Gunung Everest disebut sebagai titik tertinggi di bumi dengan ketinggian 8.848 meter di atas permukaan laut. Gunung ini berada di kawasan Himalaya, tepatnya di perbatasan Nepal dan China.

    Pendakian Everest tentu memiliki risiko besar. Di ketinggian ekstrem, kadar oksigen hanya sekitar sepertiga dibandingkan permukaan laut. Kondisi ini dapat menyebabkan hipoksia yang memengaruhi kemampuan berpikir dan bergerak.

    Pendaki juga bisa mengalami risiko edema serebral atau pembengkakan otak, serta edema paru akibat ketinggian. Keduanya dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

    Salah satu bagian paling berbahaya adalah Khumbu Icefall di jalur pendakian sisi selatan. Gletser yang terus bergerak ini memiliki celah es yang tidak stabil. Longsoran salju dari dinding pegunungan di sekitarnya juga pernah menyebabkan tragedi besar dalam sejarah pendakian Everest.

  2. 2. Gunung K2

    potret Gunung K2 dengan puncaknya (unsplash.com/Daniel Born)
    potret Gunung K2 dengan puncaknya (unsplash.com/Daniel Born)

    Gunung K2 berada di perbatasan Pakistan dan China dengan ketinggian 8.611 meter di atas permukaan laut. K2 merupakan gunung tertinggi kedua di dunia setelah Gunung Everest.

    Gunung ini memiliki jalur pendakian yang curam dan menantang. Salah satu bagian paling berbahaya adalah bottleneck. Inilah jalur sempit di sekitar ketinggian 8.200 meter yang berada tepat di bawah bongkahan es besar yang menggantung.

    Bongkahan es tersebut dapat runtuh kapan saja. Salah satu tragedi terburuk terjadi pada 2008 ketika runtuhnya serak memutus tali pengaman dan menyebabkan 11 pendaki meninggal dalam satu hari.

    Pendaki juga harus menghadapi cuaca yang sangat singkat. Badai bisa saja datang dengan cepat. Selain itu, pendaki yang berada di atas 8.000 meter berisiko menghadapi kondisi yang dikenal sebagai zona kematian.

  3. 3. Gunung Kangchenjunga

    Potret Gunung Kangchenjunga
    Potret Gunung Kangchenjunga (pexels.com/@renjithponnappan)

    Gunung Kangchenjunga berada di perbatasan India dan Nepal. Gunung ini memiliki ketinggian 8.586 meter di atas permukaan laut dan merupakan gunung tertinggi ketiga di dunia.

    Salah satu tantangan utama pendakian Kangchenjunga adalah kondisi cuaca yang sangat mudah berubah dalam waktu singkat. Pendaki juga menghadapi risiko longsoran salju, batu yang berjatuhan, dan kekurangan oksigen di ketinggian.

    Beberapa jalur memiliki kemiringan sekitar 45-50 derajat. Kondisi tersebut membuat perjalanan turun menjadi semakin berisiko, terutama ketika pendaki sudah mengalami kelelahan setelah mencapai ketinggian ekstrem.

    Meski perkembangan teknologi dan peralatan pendakian semakin membantu mengurangi risiko, Kangchenjunga tetap menjadi salah satu gunung paling ekstrem di dunia. Hingga saat ini, jumlah pendakian menuju ke puncaknya juga masih relatif sedikit dibandingkan Everest.

  4. 4. Gunung Annapurna

    Potret Gunung Annapurna
    Potret Gunung Annapurna (unsplash.com/Sanjeev Shakya)

    Gunung Annapurna di Nepal dikenal sebagai salah satu gunung paling berisiko untuk didaki dengan ketinggian mencapai 8.091 mdpl. Rute pendakiannya memiliki berbagai tantangan. Pendaki harus melewati tebing curam dengan kondisi cuaca yang sulit diprediksi. Risiko badai, longsoran salju, serta suhu yang sangat rendah di ketinggian juga menjadi ancaman serius.

    Lokasinya yang jauh dari kawasan berpenduduk juga membuat proses evakuasi menjadi lebih sulit. Ketika terjadi keadaan darurat, pendaki tidak bisa langsung mendapatkan bantuan atau mencapai tempat aman dalam waktu cepat.

    Dengan berbagai risiko tersebut, pendakian Annapurna membutuhkan pengalaman, persiapan, dan kemampuan teknis yang tinggi. Gunung ini juga memiliki sejarah panjang dengan tingkat kematian pendaki yang tinggi.

  5. 5. Gunung Nanga Parbat

    Potret Gunung Nanga Parbat
    Potret Gunung Nanga Parbat (pexels.com/@maaz-kalia)

    Gunung Nanga Parbat berada di Pakistan dengan ketinggian 8.126 mdpl. Gunung ini memiliki medan pendakian yang sangat menantang dan dikenal dengan julukan Killer Mountain atau Gunung Pembunuh.

    Salah satu bagian paling ekstrem adalah Rupal Face di sisi selatan. Dinding batu dan es ini menjulang sekitar 5.000 meter, sehingga menjadi salah satu dinding gunung tertinggi di dunia.

    Pendaki juga harus melewati punggung bukit yang sempit serta menghadapi kondisi cuaca yang cepat berubah. Lokasinya berada di Himalaya Barat membuat gunung ini rentan terhadap angin kencang dan cuaca ekstrem.

    Berbagai tantangan tersebut membuat Nanga Parbat menjadi salah satu gunung dengan sejarah pendakian yang sangat berisiko. Pendaki membutuhkan kemampuan teknis dan pengalaman untuk menghadapi medan, serta kondisi alamnya.

  6. 6. Gunung Mont Blanc

    Potret Gunung Mont Blanc
    Potret Gunung Mont Blanc (pexels.com/@manon-ridet)

    Gunung Mont Blanc berada di perbatasan Prancis dan Italia dengan ketinggian sekitar 4.808 meter di atas permukaan laut. Gunung ini merupakan puncak tertinggi di Pegunungan Alpen dan menjadi salah satu gunung yang paling banyak didaki di dunia.

    Berbeda dari beberapa gunung sebelumnya, risiko Mont Blanc dipengaruhi tingginya jumlah pendaki. Diperkirakan ada sekitar 20.000-30.000 upaya pendakian setiap tahun.

    Salah satu bagian yang dikenal berbahaya adalah Gouter Couloir. Jalur ini terkenal dengan risiko jatuhan batu yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kondisi tersebut semakin berisiko ketika suhu yang lebih hangat membuat batuan dan es menjadi tidak stabil.

    Selain itu, pendaki juga harus menghadapi retakan gletser dan badai alpine yang dapat muncul secara tiba-tiba. Banyaknya pendaki dengan tingkat pengalaman yang berbeda turut meningkatkan risiko kecelakaan saat pendakian di gunung ini.

  7. 7. Gunung Eiger

    Potret Gunung Eiger
    Potret Gunung Eiger (hunsplash.com/@markusspiske)

    Gunung Eiger berada di Pegunungan Alpen Bernese, Swiss, dengan ketinggian 3.967 meter di atas permukaan laut. Meski tidak setinggi gunung-gunung di Himalaya, Eiger memiliki salah satu jalur pendakian yang sangat ekstrem.

    Sisi utaranya yang dikenal sebagai Eigerwand memiliki dinding setinggi sekitar 1.800 mdpl. Dinding ini menjadi salah satu medan paling menantang dalam sejarah pendakian gunung.

    Bentuk dinding yang cekung membuat salju, air lelehan, dan cuaca ekstrem terkumpul di jalur pendakian. Pendaki juga harus menghadapi risiko jatuhan batu dan es yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

    Lima pendaki bahkan meninggal dalam dua upaya pertama untuk menaklukkan dinding utara Eiger pada 1935 dan 1936. Meskipun teknologi dan teknik pendakian telah berkembang, Eigerwand tetap menjadi tantangan besar bagi pendaki profesional.

    Itulah deretan gunung yang dikenal paling ekstrem di dunia, bahkan ada yang dijuluki sebagai the killer montain. Bukan hanya membutuhkan persiapan matang, kemampuan teknis, serta perlengkapan khusus, mendaki di gunung-gunung ekstrem tersebut butuh perizinan khusus yang tak bisa dikeluarkan sembarangan.

    Dari daftar gunung di atas, adakah gunung impianmu untuk bisa mendakinya?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More