Bali jadi salah satu destinasi favorit di Indonesia, baik itu bagi warga lokal maupun mancanegara. Gak heran memang, sebab Pulau Dewata ini menawarkan panorama alam yang menakjubkan dan budaya yang kental. Dengan segala pesona yang ada, pernah gak kamu berpikir untuk menetap di Bali? Kira-kira berapa ya anggaran yang perlu kamu siapkan untuk bisa hidup standar di Bali? Supaya gak penasaran, simak deh penjelasan lengkap terkait estimasi biaya hidup di Bali berikut!
Berapa Sih Biaya Hidup Standar di Bali? Ini Rinciannya!

1. Biaya sewa tempat tinggal di Bali
Jenis tempat tinggal di Bali yang bisa kamu sewa meliputi kos, hotel, vila, maupun homestay. Ada dua tipe kos yang bisa kamu pilih, yaitu kos tanpa perabotan dan kos fully furnished yang telah dilengkapi kasur serta fasilitas pendukung lainnya. Kos kosongan tentu memiliki harga yang lebih miring dibanding kos fully furnished, yakni sekitar Rp300.000. Adapun untuk kos yang sudah terisi dengan perabotan penunjang, biaya sewanya berkisar antara Rp700.000 hingga Rp1.500.000. Rentang nominal ini gak tetap, ya. Kamu bisa kok menyewa kos dengan harga Rp500.000.
2. Biaya makan di Bali
Kamu tipe yang suka masak atau langsung beli jadi untuk makan? Bahan makanan di Bali umumnya gak jauh berbeda dengan daerah-daerah lain. Dilansir laman KitaLulus, biaya makan dengan memasak menu hemat menghabiskan sekitar Rp750.000 hingga Rp900.000 per bulan.
Nah, kalau kamu ingin makan di luar, harga makanannya mulai dari Rp10.000 per porsi. Nominal ini bergantung pada jenis makanan serta tempat yang kamu pilih, ya. Makan di warung lokal tentunya lebih murah dibanding restoran cepat saji dan kafe modern. Di tempat-tempat seperti itu, harga per porsinya berkisar antara Rp50.000 hingga Rp150.000. Kamu bisa kok sesekali makan enak di tempat-tempat estetik tanpa takut boncos dengan perencanaan keuangan yang matang tiap bulannya.
3. Biaya transportasi di Bali
Kendaraan pribadi seperti sepeda motor jadi pilihan favorit di Bali. Sebab, sepeda motor dinilai efektif dan efisien bagi para perantau maupun warga lokal. Lalu, bagaimana kalau kamu belum memilikinya? Kamu bisa menyewa sepeda motor jika menetap di sana beberapa hari. Tarif sewa motor di Bali mulai dari Rp70.000 per hari. Kalau kamu berencana tinggal lebih lama, kamu bisa menyewa motor per bulan dengan harga berkisar antara Rp600.000 hingga Rp1.500.000.
Layanan ojek dan taksi online pun jadi pilihan yang tepat. Untuk penggunaan jarak dekat, anggaran sekitar Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per bulan rasanya sudah cukup.
4. Biaya lain-lain
Biaya lain-lain bisa mencakup rekreasi, biaya kebutuhan rumah tangga lain, dan dana darurat. Bali itu surganya hiburan dan tempat wisata. Maka, kamu wajib menyisihkan anggaran rekreasi tiap bulannya, terlebih kalau kamu tipe orang yang suka nongkrong dan berburu sunset di pantai. Tiket masuk untuk mengunjungi wisata alam seperti pantai dan air terjun terbilang murah, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp20.000. Nominal ini berbeda ya kalau kamu memilih berlibur di kawasan wisata yang mewah, kamu tentu perlu menyiapkan budget lebih.
Selain rekreasi, anggaran bulanan juga mencakup dana darurat dan biaya utilitas harian. Biaya utilitas ini mencakup kuota internet, hingga listrik bulanan. Biasanya biayanya sekitar Rp150.000 hingga Rp300.000 per bulan. Sementara untuk dana darurat, kamu bisa menyisihkan anggaran sebesar Rp200.000 hingga Rp500.000 per bulan.
Kamu bisa meminimalkan anggaran komponen di atas dengan bersikap selektif. Sebab, pada dasarnya biaya hidup yang dikeluarkan seseorang sangat bergantung pada gaya hidupnya. Jadi, apakah kamu tertarik tinggal di Bali dalam waktu dekat ini?