Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tinggal di Malaysia Mahal Nggak Sih? Ini Rincian Biayanya
ilustrasi keramaian sebuah kota di Malaysia (pexels.com/Chibili Mugala)
  • Biaya hidup di Malaysia bervariasi tergantung kota dan gaya hidup, dengan pilihan tempat tinggal mulai dari asrama kampus hingga apartemen sewa bulanan sekitar RM 200–1.500.
  • Pengeluaran makan rata-rata berkisar RM 10–22 per porsi di food court atau restoran cepat saji, sementara kopi di kafe modern dibanderol sekitar RM 12–15 per cangkir.
  • Transportasi publik seperti LRT dan bus RapidKL cukup terjangkau, utilitas rumah tangga rata-rata RM 130 untuk listrik, serta internet rumah sekitar RM 80–150 per bulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Malaysia merupakan salah satu negara tetangga Indonesia yang punya banyak kemiripan budaya, bahasa, hingga kuliner. Gak heran negara ini banyak dikunjungi oleh masyarakat Indonesia dan menjadi destinasi favorit untuk berlibur, menempuh pendidikan, atau bahkan bekerja.

Apakah kamu termasuk orang yang berencana tinggal di sana? Kalau begitu, kamu perlu mengetahui estimasi biaya hidup per bulannya. Pada dasarnya, biaya hidup di suatu tempat amat bervariasi tergantung pada sejumlah faktor. Tinggal di kota-kota besar tentu berbeda dengan tinggal di kota-kota kecil dan wilayah pinggiran. Gaya hidup juga jadi faktor penentu pengeluaran. Supaya kamu bisa membuat perencanaan yang matang, berikut rincian biaya hidup di Malaysia.

1. Biaya tempat tinggal di Malaysia

ilustrasi orang memegang cangkir (pexels.com/Vlad Deep)

Jenis tempat tinggal yang bisa kamu pilih seperti asrama, hostel swasta, apartemen, dan kosan. Setiap jenis tentu punya harga yang berbeda. Berikut rinciannya dilansir laman SUN Education Group.

  • Asrama kampus. Kalau kamu mencari hunian yang hemat dan praktis, asrama kampus jadi pilihan yang baik. Di Malaysia, biaya sewa asrama berkisar antara RM 200 hingga RM 700 per bulan (sekitar Rp900 ribu hingga Rp3 juta). Nominal ini untuk kategori standar asrama yang memiliki tempat tidur, meja belajar, lemari, dan kamar mandi bersama dengan fasilitas internet.

  • Hostel swasta. Hunian ini berada di luar kampus dengan rentang harga di kisaran RM 350 hingga RM 800 per bulan (sekitar Rp1,5 juta hingga Rp3,5 juta). Nominal ini merupakan standar hostel swasta dengan fasilitas memadai.

  • Apartemen. Di Malaysia, harga sewa apartemen ada di kisaran RM 450 hingga RM 1500 per kamar per bulan (sekitar Rp2 juta hingga Rp6,5 juta). Nominal ini belum termasuk deposit dan utilitas tambahan ya yang biayanya sekitar RM 200 per bulan.

  • Kosan. Kosan adalah hunian berbentuk rumah teras yang kamu sewa per kamar. Konsep kosan biasanya mengacu pada rumah besar dengan beberapa kamar, sementara area dapur, ruang tamu, dan mesin cuci digunakan secara bersama-sama dengan penghuni lain. Harga kosan di Malaysia berkisar antara RM 400 hingga RM 1.000 per kamar per bulan (sekitar Rp1,7 juta hingga Rp4,3 juta).

2. Biaya makan di Malaysia

ilustrasi orang berkumpul (pexels.com/Athena Sandrini)

Komponen biaya hidup di Malaysia yang perlu kamu siapkan selanjutnya adalah makan. Urusan perut tentunya jadi salah satu hal yang penting, kan. Sebagai gambaran, sekali makan di food court di Malaysia harganya sekitar RM 10 hingga RM 15 per porsi (kurang lebih Rp43.000 hingga Rp65.000).

Sementara itu, untuk paket makan di restoran cepat saji populer seperti McD, kamu perlu menyiapkan budget sekitar RM 14 hingga RM 22 per porsi, tergantung paket yang dipilih, ya. Bagi penggemar kopi, harga secangkir kopi di kafe modern Malaysia ada di kisaran RM 12 hingga RM 15 (sekitar Rp52.000 hingga Rp65.000).

3. Biaya transportasi di Malaysia

ilustrasi orang menunggu kereta datang (pexels.com/MART PRODUCTION)

Sistem transportasi publik di Malaysia terlebih di kota-kota besar sudah sangat maju. Ada sejumlah opsi transportasi umum yang bisa kamu pilih untuk menunjang kegiatan sehari-harimu. Berikut rincian estimasi harganya.

  • Bus kota goKL. Bus ini beroperasi di pusat kota Kuala Lumpur dengan rute tetap. Kalau kamu naik transportasi ini, sebagai pendatang, kamu harus membayar harga RM 1 atau sekitar Rp4.400 per trip. Pembayarannya wajib menggunakan metode nontunai, ya.

  • LRT, MRT, BRT, Monorail, dan RapidKL. Biaya per trip untuk kereta mulai dari RM 2 atau sekitar Rp9.000. Agar hemat, kamu bisa mengambil rapid bulanan seharga RM 150 atau sekitar Rp660.000 untuk semua jaringan rel dan bus RapidKL.

  • Sepeda. Sepeda jadi alternatif kendaraan yang bisa kamu gunakan untuk berhemat. Harga sepeda di Malaysia berkisar antara RM 150 hingga RM 400. Nominal ini tergantung jenis atau tipenya, ya. Sepeda second hand di pasar bisa punya harga yang lebih murah.

4. Biaya utilitas dan internet di Malaysia

ilustrasi orang minum air putih (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Biaya utilitas ini mencakup listrik, air, maupun gas. Tarif listrik di Malaysia dihitung secara berkala berdasarkan volume pemakaian. Untuk pemakaian awal, tarifnya ialah sebesar 21.80 sen per kWh atau sekitar Rp906, kemudian naik menjadi 33.40 sen atau sekitar Rp1.400 per kWh pada blok pemakaian selanjutnya secara berkala. Rata-rata pengeluaran listrik di Malaysia adalah sekitar RM 130 atau sekitar Rp570.000 untuk 300 kWh.

Adapun tarif air, minimum pembayaran air di Malaysia adalah RM 6.50 atau sekitar Rp28.500. Rata-rata biaya penggunaan air di Malaysia untuk satu orang adalah sekitar RM 18 atau sekitar Rp80.000.

Harga gas di Malaysia bervariasi. Ada tiga jenis tabung gas yang tersedia, yakni tabung gas 12 kilogram, 14 kilogram, dan tabung baru. Tabung gas 12 kilogram, harga isi ulangnya dibanderol dengan harga RM 22.80 atau sekitar Rp100.000, tabung gas 14 kilogram harga isi ulangnya dibanderol dengan harga RM 26.60 atau sekitar Rp117.000. Namun, kalau kamu harus membeli tabung gas baru serta depositnya, biaya awal adalah sekitar RM 80 hingga RM 100.

Bagaimana dengan paket internet? Harga paket internet bervariasi tergantung provider yang kamu pilih. Kalau kamu memasang wifi di rumah, biaya berlangganannya berkisar antara RM 80 hingga RM 150 per bulan (sekitar Rp350.000 hingga Rp660.000).

5. Biaya hidup lainnya

ilustrasi orang membersihkan microwave (pexels.com/RDNE Stock project)

Biaya hidup lainnya mencakup biaya hiburan dan dana darurat. Jenis hiburan yang bisa kamu pilih salah satunya adalah bioskop. Untuk bioskop 2D, harga tiketnya berkisar antara RM 6 hingga RM 35 (sekitar Rp26.000 hingga Rp153.000). Adapun untuk bioskop 3D, harga tiketnya berkisar antara RM 12 hingga RM 40 (sekitar Rp53.000 hingga Rp175.000).

Oh iya, ada pula biaya asuransi. Di Malaysia, biaya asuransi kesehatan mulai dari RM 468 hingga RM 879 per tahun (sekitar Rp2 juta hingga Rp4 juta). Jangan lupa juga untuk menyiapkan dana darurat, ya.

Gimana nih, apakah kamu tertarik tinggal di Malaysia? Besaran biaya hidup kembali lagi pada pilihan akomodasi dan bagaimana kamu mengelola keuangan harianmu, ya. Kalau kamu mampu merencanakan keuangan secara matang, biaya hidup di sana gak jauh berbeda kok dengan biaya hidup di kota-kota besar di Indonesia seperti halnya Jakarta.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article