Konser ONE OK ROCK di Jakarta (dok. pribadi/Fatma Roisatin)
Atmosfer Konser ONE OK ROCK, "DETOX" di Jakarta
Indonesia Arena (dok. pribadi/Fatma Roisatin)
Gate Konser ONE OK ROCK di Jakarta (dok. pribadi/Fatma Roisatin)
Konser ONE OK ROCK di Jakarta (dok. pribadi/Fatma Roisatin)
Konser ONE OK ROCK di Jakarta (dok. pribadi/Fatma Roisatin)
Konser ONE OK ROCK di Jakarta (dok. pribadi/Fatma Roisatin)
Beberapa menit sebelum pukul 20.00, lagu Indonesia Raya pun diputar sebagai pertanda konser akan dimulai. Video pembuka pun diputar, sesuai dengan tema album DETOX yang mengusung isu politik dan serta kondisi dunia yang sedang tidak baik-baik saja. Selang beberapa menit kemudian, Toru, Ryota, dan Tomoya muncul lebih dulu, lalu disusul Taka.
Para penonton turut bernyanyi, hampir semua lagu yang dibawakan merupakan versi bahasa Jepang. Awal penampilan mereka, Taka, Toru, dan Ryota menyambut serta memperkenalkan diri dengan bahasa Inggris, Sedangkan Tomoya belajar menggunakan bahasa Indonesia yang disambut meriah sambil tepuk tangan para penonton.
Tidak semua lagu energik, beberapa bertempo lambat. Ada Tiny Pieces dan Wherever You Are (2010), yang menjadi lagu hit bagi sejuta penggemar mereka. Biasanya menjadi gateway song, tetapi penulis justru mulai mengenal ONE OK ROCK dari lagu Liar (2010) dan Keep It Real (2006).
Ketika lagu slow dinyanyikan, penonton menyalakan flashlight HP dengan warna putih dan biru. Hal ini menjadi bagian dari fans project yang sesuai tone warna album DETOX. Ada pun setlist yang mereka lantunkan, sebagai berikut:
Puppet Can’t Control You
The Beginning
Save Yourself
NASTY
Renegades
Party’s Over
Tiny Pieces
Wherever You Are
Make It Out Alive
C.U.R.I.O.S.I.T.Y
Dystopia
Dellusion:All
Stand Out Fit In
Kimishidai Ressha
Pilot </3
+Matter
We Are
Lagu C.U.R.I.O.S.I.T.Y original berkolaborasi dengan Paledusk dan Chico Carlito, diambil alih oleh Toru yang nge-rap. Bukan pertama kalinya, lho. Kemampuan rap-nya juga mewarnai beberapa lagu lawas mereka.
“Find euphoria in dystopia”, lirik lagu Dystopia seolah mewakili para penggemar yang melepas penat melalui konser DETOX ini. Sebagian lagi, merasa kondisi yang mereka alami relate dan dapat diungkapkan melalui lagu. Cara menikmati konser tidak hanya ikut bernyanyi, tetapi juga headbang, serta penonton di area festival membuat circle pit untuk menghidupkan suasana.