Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Gunung Kailash Tidak Boleh Didaki? Ini Alasannya

Kenapa Gunung Kailash Tidak Boleh Didaki? Ini Alasannya
ilustrasi Gunung Kailash (unsplash.com/Mike M)
Intinya Sih
  • Gunung Kailash di Himalaya tidak boleh didaki karena cuaca ekstrem, suhu sangat rendah, dan risiko badai salju yang tinggi membuat pendakian berbahaya.
  • Ketinggian 6.638 meter menyebabkan kadar oksigen tipis, memicu altitude sickness yang bisa membahayakan keselamatan para pendaki.
  • Tidak adanya jalur resmi serta nilai spiritual tinggi bagi umat Hindu, Buddha, Jain, dan Bon membuat izin pendakian ke Gunung Kailash tidak diberikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Gunung Kailash dikenal sebagai salah satu gunung paling ikonik di kawasan Himalaya. Di balik keindahan dan kemegahannya, banyak orang mencari tahu kenapa Gunung Kailash tidak boleh didaki hingga saat ini. Padahal, gunung ini memiliki panorama alam yang begitu menakjubkan. Keunikan tersebut membuat Gunung Kailash berbeda dari gunung-gunung terkenal lainnya.

Berbeda dengan gunung tinggi lainnya, gunung ini juga memiliki berbagai keunikan, mulai dari kondisi geografis hingga nilai budaya dan spiritual yang menjadi alasan mengapa pendakian ke puncaknya tidak boleh dilakukan. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

1. Cuaca ekstrem membuat pendakian sangat berisiko

ilustrasi cuaca ekstrem
ilustrasi cuaca ekstrem (pexels.com/Leyla Helvaci)

Salah satu alasan utama mengapa Gunung Kailash tidak boleh didaki adalah karena kondisi cuacanya yang ekstrem. Gunung yang memiliki ketinggian sekitar 6.638 meter di atas permukaan laut ini berada di kawasan Himalaya, Tibet yang terkenal dengan iklimnya yang sulit diprediksi.

Ketika musim dingin tiba, suhu udara dapat turun jauh di bawah titik beku. Hal ini menyebabkan salju akan turun dengan intensitas tinggi dan disertai hembusan angin kencang membuat suhu terasa semakin dingin. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi jarak pandang, tetapi juga meningkatkan risiko hipotermia hingga longsoran salju yang dapat membahayakan siapa pun yang berada di kawasan tersebut.

Selain musim dingin, rintangan ketika musim panas tiba, badai salju masih bisa terjadi secara tiba-tiba. Perubahan cuaca yang berlangsung cepat membuat pendakian menjadi sulit diprediksi dan membutuhkan kesiapan yang sangat tinggi. Tentunya ini menjadi tantangan besar yang dianggap sebagai salah satu gunung paling sulit untuk didaki.

2. Ketinggian ekstrem membuat kadar oksigen sangat rendah

ilustrasi ketinggian ekstrem
ilustrasi ketinggian ekstrem (pexels.com/Jędrzej Koralewski)

Selain cuaca yang ekstrem, kadar oksigen yang rendah juga menjadi alasan mengapa Gunung Kailash tidak boleh didaki karena semakin tinggi seseorang berada, semakin tipis udara yang dapat dihirup. Kondisi tersebut membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan oksigen yang dibutuhkan.

Udara yang tipis dapat memicu altitude sickness atau penyakit akibat ketinggian yang ditandai dengan gejala seperti sesak napas, pusing, mual, sakit kepala, hingga tubuh terasa sangat lemas. Apabila tidak segera ditangani, altitude sickness dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan membahayakan keselamatan sehingga menjadi salah satu alasan mengapa Gunung Kailash sangat sulit untuk didaki.

3. Ketiadaan jalur pendakian menjadi tantangan besar

ilustrasi jalur pendakian
ilustrasi jalur pendakian (pexels.com/Sherine)

Berbeda dengan gunung lainnya, Gunung Kailash hingga kini belum memiliki jalur pendakian resmi untuk menuju puncak. Tidak ada rute yang telah dipetakan, tali pengaman, maupun base camp yang dapat digunakan sebagai titik awal pendakian. Kondisi seperti ini membuat perjalanan menuju puncak menjadi sangat sulit untuk dilakukan.

Tanpa jalur yang jelas dan fasilitas pendukung lainnya, pendakian di kawasan berketinggian ekstrem ini tentu memiliki risiko yang sangat besar. Berbeda dengan Gunung Everest yang telah memiliki rute pendakian, infrastruktur, serta pemandu berpengalaman, Gunung Kailash tidak memiliki sistem pendakian yang dapat menunjang keselamatan para pendaki. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa gunung tersebut dianggap hampir mustahil untuk didaki.

4. Tebing curam dan bebatuan menjadi hambatan

ilustrasi jalur pendakian
ilustrasi jalur pendakian (pexels.com/Juan Felipe Ramírez)

Medan yang ekstrem juga menjadi tantangan besar bagi siapa pun yang ingin mendakinya. Karena gunung ini memiliki lereng yang curam, tebing-tebing terjal, serta bebatuan yang longgar sehingga sangat sulit untuk dilalui oleh siapapun. Kondisi tersebut membuat setiap langkah membutuhkan kewaspadaan tinggi dan kemampuan teknis yang memadai.

Tak hanya itu, sebagian lereng Gunung Kailash juga tertutup salju dan es yang licin sehingga meningkatkan risiko terpeleset maupun terjadinya longsoran salju secara tiba-tiba. Kombinasi medan yang terjal, permukaan yang tidak stabil, serta kondisi alam yang keras membuat pendakian di Gunung Kailash dinilai sangat berbahaya dan tidak direkomendasikan oleh siapa pun.

5. Izin pendakian ke Gunung Kailash tidak diberikan

ilustrasi Gunung Kailash
ilustrasi Gunung Kailash (pexels.com/Pixabay)

Salah satu alasan mengapa Gunung Kailash tidak boleh didaki adalah karena gunung ini memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Gunung Kailash dianggap suci oleh umat Hindu, Buddha, Jain, dan penganut agama Bon sehingga keberadaannya sangat dijaga dan dihormati.

Bagi umat Hindu, Gunung Kailash dipercaya sebagai tempat bersemayam Dewa Siwa. Oleh karena itu, pendakian hingga ke puncak tidak dibuka untuk umum dan izin pendakian tidak diberikan. Hal tersebut membuat kawasan ini tetap terjaga dan menjadi salah satu gunung yang memiliki nilai budaya serta spiritual yang kuat.

Berbagai faktor tersebut menjelaskan kenapa Gunung Kailash tidak boleh didaki hingga saat ini. Keunikan inilah yang membuat Gunung Kailash tetap menjadi salah satu gunung paling ikonik sekaligus penuh misteri di dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More