5 Aturan Membuka Sabuk Pengaman di Pesawat, Ada Waktunya

Pernah merasa ingin cepat-cepat melepas sabuk pengaman begitu pesawat terasa stabil di udara? Tenang, kamu tidak sendirian karena banyak penumpang juga merasakan hal yang sama. Namun, membuka sabuk pengaman di pesawat ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan.
Ada aturan dan waktu tertentu yang perlu kamu pahami agar tetap aman selama penerbangan. Dengan mengetahui aturan ini, perjalanan udara bisa terasa lebih nyaman tanpa melanggar prosedur keselamatan. Yuk, simak penjelasan lengkapnya sampai akhir agar kamu tidak salah langkah saat berada di pesawat.
1. Sabuk pengaman wajib terpasang saat lampu menyala

Lampu tanda sabuk pengaman adalah sinyal utama yang harus diperhatikan penumpang. Selama lampu ini menyala, sabuk pengaman wajib terpasang meski pesawat terasa tenang. Aturan ini berlaku demi keselamatan jika terjadi guncangan mendadak.
Banyak turbulensi terjadi tanpa peringatan sebelumnya. Oleh karena itu, membuka sabuk pengaman saat lampu masih menyala sangat tidak disarankan. Maskapai dan awak kabin selalu mengutamakan keselamatan penumpang melalui tanda ini.
2. Tidak boleh melepas sabuk saat lepas landas

Fase lepas landas adalah salah satu momen paling krusial dalam penerbangan. Pada saat ini, sabuk pengaman harus terpasang dengan benar hingga pesawat mencapai ketinggian stabil. Melepas sabuk terlalu cepat bisa membahayakan diri sendiri.
Tekanan dan perubahan kecepatan saat lepas landas cukup ekstrem. Inilah alasan mengapa awak kabin akan memastikan semua penumpang duduk dan sabuk terpasang. Aturan ini juga berlaku untuk anak-anak dan penumpang lanjut usia.
3. Sabuk tetap dianjurkan meski lampu sudah mati

Meski lampu sabuk pengaman sudah dimatikan, penumpang tetap dianjurkan mengenakan sabuk saat duduk. Turbulensi ringan hingga sedang bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa tanda. Sabuk pengaman membantu mengurangi risiko cedera saat hal tak terduga terjadi.
Banyak pilot dan awak kabin menyarankan sabuk tetap terpasang longgar. Dengan begitu, kamu tetap aman tanpa merasa terkekang. Ini adalah kebiasaan kecil yang berdampak besar bagi keselamatan.
4. Jangan membuka sabuk saat turbulensi terjadi

Ketika pilot mengumumkan adanya turbulensi, itu tandanya sabuk pengaman harus segera dikenakan. Membuka sabuk saat turbulensi sangat berisiko, meski hanya ingin berdiri sebentar. Guncangan bisa semakin kuat dalam hitungan detik.
Awak kabin pun biasanya akan menghentikan layanan saat turbulensi. Hal ini dilakukan demi keselamatan semua orang di dalam pesawat. Jadi, tetap duduk dan kenakan sabuk sampai kondisi benar-benar aman.
5. Sabuk pengaman baru boleh dibuka setelah pesawat parkir

Setelah mendarat, bukan berarti sabuk pengaman boleh langsung dilepas. Sabuk baru boleh dibuka ketika pesawat benar-benar berhenti dan lampu sabuk pengaman dimatikan. Ini penting karena pesawat masih bisa bergerak saat taxiing.
Banyak insiden kecil terjadi karena penumpang berdiri terlalu cepat. Selain berbahaya, tindakan ini juga melanggar aturan penerbangan. Menunggu beberapa menit bisa membuat perjalanan berakhir dengan aman dan nyaman.
Memahami aturan membuka sabuk pengaman di pesawat bukan hanya tentang taat aturan, tapi juga tentang menjaga diri sendiri. Jadi, lain kali saat terbang, perhatikan tanda dan pengumuman dengan lebih santai. Perjalanan udara pun bisa terasa aman, tenang, dan tetap menyenangkan.


















