Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Memilih Tempat Camp di Gunung
ilustrasi camping di gunung (pexels.com/Cliford Mervil)
  • Pilih tanah relatif datar, kokoh, dan bersih dari batu, ranting, atau akar; hindari area terbuka di punggungan yang menerima angin kencang.
  • Jangan mendirikan tenda di cekungan, bekas jalur air, atau terlalu dekat sungai; periksa tanda aliran air dan kondisi tanah terutama setelah hujan.
  • Pastikan lokasi jauh dari pohon rapuh, tebing, bibir jurang, serta lereng rawan longsor; manfaatkan perlindungan alami dan atur pintu tenda menjauhi arah angin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memilih tempat camp di gunung tidak cukup hanya mencari tanah kosong yang terlihat nyaman untuk mendirikan tenda. Lokasi yang tampak datar pada sore hari belum tentu aman ketika hujan turun atau angin bertiup kencang pada malam hari. Posisi tenda terhadap pohon, tebing, aliran air, sampai arah datangnya angin perlu diperiksa sebelum rombongan memutuskan berhenti.

Kesalahan memilih lokasi camp bisa membuat pendaki menghadapi masalah yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal. Karena itu, jangan terburu-buru mendirikan tenda hanya karena sudah menemukan area yang cukup luas. Beberapa hal berikut perlu diperhatikan sebelum menentukan titik bermalam.

1. Cari tanah yang datar, tetapi jangan asal memilih area lapang

ilustrasi camping di gunung (unsplash.com/Jessica Smith)

Tanah yang relatif datar memang lebih nyaman untuk mendirikan tenda karena posisi tubuh saat tidur tidak terus-menerus melorot mengikuti kemiringan tanah. Sebelum memasang tenda, bersihkan area dari batu tajam, ranting, atau akar besar yang dapat mengganggu alas tenda. Perhatikan juga apakah permukaan tanah terasa kokoh atau justru terlalu lunak dan mudah berubah ketika diinjak.

Namun, area lapang bukan berarti otomatis menjadi tempat camp yang aman. Tanah datar yang berada di punggungan atau tempat terbuka justru dapat menerima hembusan angin lebih kuat dibandingkan area yang memiliki perlindungan alami. Jadi, cari permukaan yang cukup datar sekaligus memiliki kondisi sekitar yang mendukung, bukan sekadar tempat paling luas yang pertama kali ditemukan.

2. Hindari jalur air dan cek kondisi tanah setelah hujan

ilustrasi mendirikan tenda (pexels.com/RDNE Stock project)

Jangan mendirikan tenda tepat di dasar lembah, cekungan, atau bekas aliran air meskipun saat tiba lokasi tersebut terlihat kering. Air hujan dari bagian yang lebih tinggi dapat mengalir ke area tersebut dan membuat tempat camp tergenang. Pada kondisi hujan deras, aliran air juga bisa menjadi lebih besar dan lebih cepat daripada yang terlihat ketika cuaca sedang cerah.

Cek tanda-tanda yang menunjukkan bahwa air pernah mengalir di lokasi tersebut, seperti permukaan tanah yang membentuk cekungan, batu-batu yang terkumpul pada satu arah, atau bekas material yang terbawa dari bagian atas. Jarak dari sungai atau sumber air juga perlu diperhatikan. Sumber air memang penting untuk kebutuhan pendakian, tetapi tenda sebaiknya tidak didirikan terlalu dekat dengan tepian sungai, danau, atau mata air.

3. Periksa pohon sebelum memasang tenda di bawahnya

ilustrasi hutan (commons.wikimedia.org/Rizki Alfajri)

Pepohonan dapat menjadi pelindung dari angin dan membantu membuat area camp terasa lebih teduh, tetapi posisi tenda tepat di bawah pohon juga memiliki risiko. Periksa terlebih dahulu kondisi batang serta cabang yang berada di atas lokasi tenda. Dahan kering, patah, atau pohon yang terlihat sudah mati dapat jatuh ketika terkena angin atau hujan.

Jangan hanya melihat pohon dari bawah tanpa memperhatikan bagian atasnya. Jika terdapat banyak ranting mati, batang miring, atau tanda pohon sudah lapuk, pindahkan lokasi tenda ke tempat lain. Perlindungan dari angin memang dibutuhkan, tetapi jangan sampai perlindungan tersebut berasal dari pohon yang berpotensi roboh atau kehilangan cabang.

4. Perhatikan posisi tenda terhadap angin

ilustrasi tenda (pexels.com/Ali Kazal)

Arah angin perlu diperhitungkan sebelum pasak tenda dipasang. Area yang terlindung oleh kontur bukit atau kumpulan pepohonan dapat mengurangi paparan angin, tetapi kondisi tersebut tetap perlu diperiksa karena arah dan kekuatan angin bisa berubah. Tenda yang berdiri di tempat terbuka akan lebih mudah menerima hembusan langsung, terutama jika berada di punggungan atau area tinggi.

Selain memilih lokasi yang memiliki perlindungan alami, perhatikan pula arah pintu tenda. Usahakan pintu tidak menghadap langsung ke arah datangnya angin agar hembusan tidak terus masuk ketika tenda dibuka. Pasang seluruh pasak dan tali pengencang sesuai fungsi meskipun malam itu cuaca terlihat tenang karena kondisi gunung dapat berubah setelah tenda didirikan.

5. Jauhi tebing, bibir jurang, dan area yang rawan longsor

ilustrasi camping di gunung (unsplash.com/sendi gibran)

Area dekat tebing atau bibir jurang mungkin menawarkan pemandangan yang menarik, tetapi tempat seperti ini bukan pilihan yang bijak untuk bermalam. Selain risiko terjatuh, angin di area terbuka dapat lebih kuat dan kondisi tanah di tepi tebing bisa tidak sekokoh bagian yang lebih jauh. Tanah yang tampak padat dari permukaan juga dapat mengalami longsoran ketika jenuh oleh air.

Perhatikan pula lereng yang berada tepat di atas lokasi camp. Jangan memilih tempat di bawah tebing dengan batu-batu lepas atau tanah yang terlihat mudah runtuh. Setelah hujan, risiko material dari bagian atas bergerak turun dapat meningkat sehingga lokasi yang terlihat aman ketika sore belum tentu tetap aman beberapa jam kemudian.

Tempat camp yang baik bukan hanya lokasi yang cukup luas untuk menampung semua tenda, tetapi juga tempat yang risikonya sudah diperiksa dari berbagai arah. Sebelum tidur, ada baiknya melihat kembali kondisi sekitar tenda dan memastikan tidak ada perubahan cuaca, aliran air, atau keadaan lingkungan yang membuat lokasi tersebut perlu ditinggalkan. Kalau kamu harus memilih antara tempat camp yang datar tetapi terbuka dan lokasi sedikit miring yang lebih terlindungi, mana yang akan kamu pilih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article