Bepergian ke Eropa selalu menjadi impian banyak traveler Indonesia. Negara-negara dengan sejarah panjang, arsitektur klasik, hingga budaya yang beragam membuat kawasan ini selalu menarik untuk dijelajahi. Namun, sebelum berangkat, ada satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan yakni memahami dokumen perjalanan yang dibutuhkan. Sayangnya, masih banyak traveler yang bingung membedakan antara ETIAS dan visa Schengen.
Belakangan ini, istilah ETIAS semakin sering muncul dan dianggap sebagai visa baru untuk masuk ke Eropa. Padahal, ETIAS sebenarnya bukan visa, melainkan sistem otorisasi perjalanan yang diterapkan bagi negara-negara yang bebas visa ke kawasan Schengen Area. Perbedaan ini sering kali membuat traveler salah paham dan berujung pada kesalahan saat merencanakan perjalanan.
Bagi pemegang paspor Indonesia, visa Schengen masih menjadi dokumen utama untuk masuk ke sebagian besar negara Eropa. Sementara itu, ETIAS lebih relevan bagi traveler dari negara yang memiliki kebijakan bebas visa. Meski begitu, memahami perbedaan keduanya tetap penting, terutama karena sistem perjalanan internasional terus berkembang dan bisa saja berubah di masa depan.
Agar tidak salah langkah, berikut lima perbandingan utama antara ETIAS dan visa Schengen yang perlu kamu pahami sebelum merencanakan perjalanan ke Eropa.
