Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Survive Hadapi Heatwave saat Summer Trip Pertama Kali ke Eropa
ilustrasi kepanasan (magnific.com/freepik)

Negara-negara Eropa masih menjadi destinasi favorit banyak traveler. Sebelum berangkat ke Eropa saat musim panas, banyak orang membayangkan cuaca yang hangat dan nyaman untuk berjalan-jalan. Padahal, dalam beberapa tahun terakhir khususnya sebulan belakangan ini, banyak negara di Eropa justru mengalami heatwave atau gelombang panas dengan suhu yang bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius. Kondisi ini tentu bisa menjadi tantangan, terutama bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung saat summer.

Agar liburan tetap menyenangkan dan tubuh tetap fit, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan. Mulai dari menjaga hidrasi hingga membawa perlengkapan yang tepat, langkah-langkah sederhana ini bisa membantu mengurangi risiko terkena dampak heatwave. Nah, berikut lima tips agar kamu survive menghadapi heatwave saat pertama kali summer trip di Eropa. Keep scrolling!

1. Selalu bawa air minum dan jangan tunggu haus

ilustrasi minum air mineral (freepik.com/tawatchai07)

Saat cuaca sangat panas, tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Karena itu, jangan menunggu sampai merasa haus untuk minum. Biasakan mengonsumsi air putih secara berkala, terutama jika kamu banyak berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum.

Banyak kota di Eropa juga menyediakan air minum gratis melalui drinking fountain yang aman digunakan. Membawa botol minum isi ulang akan sangat membantu agar kamu bisa mengisi ulang kapan saja tanpa harus terus membeli air kemasan. Tips ini sederhana banget tetapi sangat ampuh membuatmu bertahan hadapi heatwave.

2. Hindari aktivitas outdoor saat jam terpanas

ilustrasi piknik di taman (unsplash.com/Ramneek Singh)

Di musim panas, suhu biasanya mencapai puncaknya sekitar pukul 12.00 hingga 16.00. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu tersebut untuk makan siang, mengunjungi museum, pusat perbelanjaan, atau beristirahat di hotel yang memiliki pendingin ruangan.

Sementara itu, jadwalkan aktivitas luar ruangan seperti berjalan-jalan, berburu foto, piknik di taman, atau mengunjungi landmark populer pada pagi hari atau menjelang sore. Selain cuacanya lebih nyaman, biasanya keramaian wisatawan juga sedikit berkurang. Kamu pun bisa jalan-jalan dengan lebih nyaman dan dapat menikmati perjalananmu tanpa harus tersiksa dengan suhu yang panas.

3. Bawa portable fan agar tetap nyaman di luar ruangan

ilustrasi memakai portable fan (unsplash.com/Hung Nguyen)

Portable fan atau kipas angin genggam bisa menjadi penyelamat saat harus mengantre di tempat wisata, menunggu transportasi umum, atau berjalan kaki di bawah terik matahari. Pilih model yang ringan, mudah dibawa, dan memiliki baterai yang tahan lama agar praktis digunakan sepanjang hari. Percayalah, kalau item ini bakal jadi penyelamat kamu saat summer trip.

Meski terlihat sederhana, aliran udara dari portable fan dapat membantu mengurangi rasa gerah dan membuat tubuh terasa lebih nyaman. Akan lebih baik lagi jika dipadukan dengan topi atau payung lipat untuk mengurangi paparan sinar matahari secara langsung.

4. Kenali tanda-tanda heat exhaustion

ilustrasi kepanasan (magnific.com/freepik)

Heatwave dapat menyebabkan tubuh mengalami heat exhaustion, yaitu kondisi ketika tubuh mulai kesulitan mengatur suhu akibat paparan panas berlebih. Gejalanya bisa berupa pusing, lemas, mual, sakit kepala, hingga keringat berlebihan. Catat gejalanya, ya!

Jika mulai merasakan gejala tersebut, segera cari tempat yang teduh atau ber-AC, minum air putih, dan istirahat. Jangan memaksakan diri untuk terus berjalan karena kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih serius apabila tidak segera ditangani.

5. Pantau prakiraan cuaca setiap hari

ilustrasi memantau prakiraan cuaca (magnific.com/freepik)

Cuaca saat summer di Eropa bisa berubah, termasuk munculnya peringatan heatwave dari otoritas setempat. Karena itu, biasakan mengecek prakiraan cuaca setiap pagi sebelum memulai aktivitas agar kamu bisa menyesuaikan rencana perjalanan.

Jika suhu diperkirakan sangat tinggi, pertimbangkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan lebih banyak mengunjungi destinasi indoor. Fleksibilitas dalam menyusun itinerary akan membuat perjalanan tetap nyaman sekaligus membantu menjaga kesehatan selama liburan.

Liburan musim panas di Eropa tetap bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan selama kamu mempersiapkan diri dengan baik. Dengan mengikuti lima tips di atas, kamu bisa menikmati setiap destinasi dengan lebih aman dan nyaman meski sedang menghadapi heatwave. Happy holiday, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article