Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Tips Menyewa Pakaian Adat di Tempat Wisata, Jangan Asal Pakai
ilustrasi menggunakan pakaian adat di tempat wisata (pexels.com/Hendy Wicaksono)
  • Sebelum menyewa, pastikan harga, durasi, cakupan aksesori, serta potensi biaya tambahan atau keterlambatan dijelaskan penyedia.
  • Coba ukuran dan model, lalu sesuaikan busana dengan agenda serta lokasi wisata agar tetap nyaman bergerak, terutama saat cuaca panas atau berjalan jauh.
  • Periksa kebersihan dan kondisi pakaian maupun aksesori, gunakan inner, dokumentasikan kondisi awal, serta segera ganti pakaian bila kulit gatal, perih, atau memerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menyewa pakaian adat setempat saat liburan bisa jadi cara menarik buat mengenal budaya sekaligus mengabadikan momen dengan outfit yang unik. Namun, di balik foto-foto cantik tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama karena pakaian sewaan biasanya dipakai bergantian oleh banyak orang. Karena itu, tips menyewa pakaian adat di tempat wisata penting diketahui supaya pengalaman liburan tetap nyaman dan menyenangkan.

Gak sedikit orang yang pernah membagikan pengalaman jadi gatal-gatal setelah sewa pakaian saat berlibur. Hal ini jelas membuat persoalan kebersihan pakaian sewaan kembali menarik perhatian meski memang ada banyak faktor lain yang juga patut dipertimbangkan. Jadi, sebelum langsung mengenakan pakaian adat sewaan demi konten atau foto liburan, yuk cek beberapa hal berikut terlebih dahulu!

1. Tanyakan harga sewa dan durasinya dengan jelas

Sebelum memilih pakaian adat yang ingin dipakai, jangan lupa tanyakan harga sewa dan durasinya dengan jelas kepada penyedia jasa. Setiap tempat bisa menerapkan aturan berbeda, misalnya tarif dihitung berdasarkan beberapa jam atau satu hari penuh. Dengan mengetahui detailnya sejak awal, kamu bisa mengatur waktu liburan tanpa khawatir harus membayar biaya tambahan.

Selain harga dasar, tanyakan juga apakah tarif tersebut sudah mencakup seluruh perlengkapan yang dikenakan seperti kain, aksesori, atau hiasan kepala. Beberapa tempat mungkin memiliki biaya tambahan untuk aksesori tertentu, perpanjangan waktu, atau keterlambatan saat mengembalikan pakaian.

2. Cek ukuran dan model pakaian sebelum menyewa

ilustrasi kebaya (unsplash.com/Aim Aris)

Urusan ukuran mungkin terdengar sepele, tetapi pakaian adat punya bentuk dan cara pakai yang belum tentu familiar buat kita. Ada yang dililit, disematkan, atau terdiri dari beberapa bagian sehingga ukuran yang terlihat pas di gantungan belum tentu nyaman ketika sudah dikenakan. Karena itu, sempatkan mencoba pakaian sebelum menyewa agar tahu apakah potongannya benar-benar cocok di badan.

Modelnya pun layak dipertimbangkan, terutama kalau agenda liburanmu bukan cuma foto-foto di satu tempat. Pakaian yang terlalu panjang, berat, atau membuat langkah jadi terbatas bisa terasa merepotkan ketika harus berjalan cukup jauh dan berpindah-pindah destinasi. Kalau pilihannya beragam, nggak ada salahnya mencari model yang tetap merepresentasikan pakaian adat setempat tetapi lebih leluasa dipakai beraktivitas.

3. Pilih pakaian sesuai aktivitas wisata

Pakaian adat memang menarik untuk dikenakan saat liburan, tetapi jangan sampai penampilannya justru menyulitkan aktivitasmu. Kalau setelah sesi foto masih harus jalan kaki, naik turun tangga, atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain, pilih busana yang cukup nyaman untuk menemani agenda tersebut. Apalagi jika destinasi wisatamu ada di negara tropis atau saat musim panas yang bisa terasa panas dan membuat pakaian berlapis cepat bikin gerah.

Ada baiknya juga menyesuaikan pilihan busana dengan lokasi yang akan dikunjungi. Pakaian yang cocok untuk berfoto santai di kawasan heritage belum tentu terasa praktis ketika digunakan seharian menjelajahi tempat wisata yang luas. Detail seperti panjang kain, berat aksesori, dan kemudahan bergerak mungkin bukan hal pertama yang terpikir saat memilih outfit, tapi malah bisa sangat terasa setelah beberapa jam dipakai.

4. Periksa kondisi pakaian dan aksesori

ilustrasi menggunakan pakaian adat di tempat wisata (pexels.com/Henry Acevedo)

Sebelum pakaian adat berpindah dari rak ke tubuhmu, coba perhatikan kondisinya dari dekat. Lihat apakah ada noda, bagian kain yang lembap, bau yang kurang sedap, atau detail pakaian yang tampak kotor dan rusak. Memang terdengar remeh, tapi pemeriksaan singkat seperti ini bisa membantu menghindari rasa gak nyaman selama pakaian dikenakan.

Jangan berhenti di pakaian utamanya saja karena aksesori yang disewakan juga ikut bersentuhan dengan tubuh. Hiasan kepala, selendang, ikat pinggang, perhiasan, atau perlengkapan lainnya sebaiknya turut diperiksa, terutama bagian yang langsung menempel pada kulit. Kalau ada sesuatu yang terlihat meragukan, tanyakan kepada penyedia sewa apakah aksesori tersebut sudah dibersihkan sebelum digunakan kembali.

Kamu juga bisa mengambil beberapa foto kondisi pakaian dan aksesori sebelum memakainya. Selain menjadi catatan pribadi, foto tersebut berguna untuk menunjukkan kondisi awal jika ternyata sudah ada noda atau kerusakan sebelum pakaian disewa. Jadi, bukan cuma urusan kebersihan yang lebih terkontrol, proses mengembalikannya pun bisa lebih tenang.

5. Gunakan pakaian dalam atau inner sebagai lapisan

Kalau pakaian adat yang disewa akan bersentuhan langsung dengan kulit, mengenakan pakaian dalam atau inner bisa menjadi langkah sederhana yang layak dipertimbangkan. Lapisan ini membuat kulit tidak langsung bersentuhan dengan seluruh bagian kain, terutama pada area yang cukup sensitif atau mudah berkeringat. Cara tersebut juga bisa membuatmu merasa lebih nyaman saat memakai busana yang sebelumnya sudah dikenakan oleh orang lain.

Jenis inner-nya tentu bisa disesuaikan dengan model pakaian adat yang dipilih. Untuk busana yang terbuka di bagian tertentu, misalnya, pilih dalaman yang tetap tertutup tetapi tidak mengganggu tampilan pakaian saat dipakai berfoto. Bahan yang ringan dan menyerap keringat juga terasa lebih bersahabat ketika kamu harus mengenakannya di tengah cuaca panas.

Namun, inner bukan berarti jaminan bahwa kulit pasti terbebas dari rasa gatal atau iritasi. Kondisi pakaian, bahan kain, keringat, produk pencuci, maupun sensitivitas kulit setiap orang tetap bisa berbeda. Setidaknya, membawa inner sendiri menjadi salah satu cara praktis untuk membuat pengalaman mencoba pakaian adat sewaan terasa lebih nyaman.

6. Segera ganti pakaian kalau kulit mulai terasa gatal atau perih

ilustrasi memakai pakaian adat (pexels.com/Nasirun Khan)

Kalau kulit mulai terasa gatal, panas, perih, atau muncul kemerahan setelah mengenakan pakaian adat sewaan, jangan buru-buru mengabaikannya. Bisa jadi rasa kurang nyaman tersebut muncul karena berbagai hal, mulai dari gesekan kain, keringat, bahan pakaian, hingga produk yang digunakan saat mencuci. Apa pun penyebabnya, memaksakan diri tetap memakai pakaian demi mengejar foto rasanya tidak sebanding dengan risiko kulit makin terganggu.

Sebaiknya segera cari tempat untuk berganti pakaian dan beri waktu kulit beristirahat. Setelah itu, perhatikan apakah keluhan berangsur mereda atau justru semakin terasa, terutama jika muncul ruam atau bentol yang sebelumnya tidak ada. Hindari juga menggaruk area yang gatal karena tindakan tersebut justru bisa membuat kulit semakin iritasi.

Kalau keluhan gak kunjung membaik, menyebar, atau terasa semakin berat, jangan mengandalkan asumsi bahwa penyebabnya pasti pakaian sewaan. Kondisi kulit bisa dipengaruhi banyak faktor, sehingga pemeriksaan tenaga medis dapat membantu mengetahui penyebabnya dengan lebih tepat. Liburan seharusnya meninggalkan cerita dan foto seru, bukan rasa gatal yang masih dibawa pulang.

Ada banyak hal kecil yang perlu diperhatikan saat menyewa pakaian adat di tempat wisata, mulai dari harga, ukuran, kondisi pakaian, hingga kenyamanan saat digunakan. Langkah sederhana tersebut bisa membuat pengalaman mencoba busana tradisional terasa jauh lebih aman dan menyenangkan. Jadi, sebelum sibuk mencari spot foto terbaik, pastikan dulu pakaian yang dikenakan juga siap menemani perjalananmu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article