Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Short Getaway ke Lombok agar Tetap Hemat, Gak Bikin Boncos

5 Tips Short Getaway ke Lombok agar Tetap Hemat, Gak Bikin Boncos
ilustrasi liburan ke Lombok (pexels.com/Alifia Harina)
  • Pilih satu kawasan sebagai basecamp, seperti Kuta Mandalika, agar destinasi berdekatan, waktu tidak habis di jalan, serta biaya transportasi dan bensin lebih terkendali.
  • Bandingkan penginapan berdasarkan harga dan lokasi, lalu hitung total biaya kendaraan termasuk bensin serta parkir; perjalanan bersama teman dapat membuat ongkos lebih ekonomis.
  • Atur anggaran makan dengan warung lokal dan pasar tradisional, serta susun destinasi berdasarkan prioritas agar terhindar dari perpindahan terburu-buru dan pengeluaran mendadak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lombok selalu punya cara untuk membuat liburan singkatmu terasa seperti pelarian sempurna dari rutinitas sehari-hari. Pulau yang dijuluki Seribu Masjid ini menawarkan pesona yang lengkap, mulai dari pantai berpasir putih, desa wisata yang masih asri dengan budaya khas Sasak, hingga kuliner lokal yang menggoda lidah.

Semua itu menjadikan Lombok destinasi ideal untuk short getaway tanpa harus mengambil cuti panjang atau merencanakan perjalanan yang ribet. Namun, liburan singkat bukan berarti otomatis lebih murah, ya. Sebab, biaya transportasi, sewa kendaraan, tiket atraksi, hingga makan sehari-hari bisa cepat menumpuk jika itinerary disusun tanpa perhitungan matang.

Nah, agar waktu yang terbatas tetap bisa menghasilkan pengalaman maksimal tanpa membuat dompet menjerit setelah pulang, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum berangkat. Yuk, simak tips hemat short getaway ke Lombok berikut ini agar liburan tetap seru, nyaman, dan tentunya gak bikin boncos.

  1. 1. Pilih satu area sebagai basecamp

    ilustrasi daerah wisata pesisir Lombok
    ilustrasi daerah wisata pesisir Lombok (unsplash.com/Ismail Ghallou)

    Kesalahan yang cukup sering dilakukan saat short getaway adalah memasukkan terlalu banyak destinasi dari berbagai wilayah Lombok ke dalam satu itinerary. Padahal, jarak antar kawasan di Lombok bisa membuat waktu liburanmu habis di jalan dan biaya transportasi membengkak, terutama jika kamu mengandalkan kendaraan sewaan atau transportasi berbayar. Lebih efisien jika kamu memilih satu kawasan sebagai basecamp, lalu mengeksplorasi beberapa tempat yang lokasinya saling berdekatan.

    Untuk perjalanan singkat, Kuta Mandalika sangat ideal karena hanya berjarak 15 menit dari Bandara Internasional Lombok dan menawarkan banyak destinasi yang berdekatan. Hanya dalam radius 10–20 menit berkendara, kamu sudah bisa menjelajahi Pantai Seger, Bukit Merese, Pantai Tanjung Aan, hingga Pantai Selong Belanak. Cara ini bukan hanya menghemat ongkos bensin maupun transportasi, tetapi juga membuat waktu liburan tak habis di jalan.

    Dengan itinerary berbasis kawasan, kamu juga bisa mendapatkan lebih banyak pengalaman tanpa harus mengejar terlalu banyak destinasi dalam sehari.

  2. 2. Pilih penginapan berdasarkan lokasi

    ilustrasi resor pantai tropis di Lombok
    ilustrasi resor pantai tropis di Lombok (pexels.com/Holger Raukamp)

    Penginapan Rp100 ribuan memang terlihat menggiurkan, tetapi bisa jadi kurang hemat apabila lokasinya jauh dari destinasi yang ingin kamu kunjungi. Biaya bensin atau transportasi tambahan setiap hari bisa membuat selisih harga kamar dengan penginapan yang lebih strategis menjadi tidak berarti. Alhasil, bandingkan terlebih dahulu harga kamar sekaligus jarak menuju destinasi utama sebelum melakukan reservasi. Untuk short getaway, menginap di hostel, guesthouse sederhana, atau homestay lokal yang berada di dekat jalan utama maupun pusat keramaian justru lebih masuk akal dibanding hotel murah yang terpencil.

    Selain itu, pilihlah penginapan yang berada dalam walkable distance (jarak tempuh jalan kaki) ke area pantai, minimarket, atau pusat kuliner malam. Kamu juga tidak harus mencari fasilitas lengkap karena sebagian besar waktumu akan dihabiskan untuk menjelajah, bukan berdiam diri saja di kamar. Cukup prioritaskan tiga hal utama saja yaitu lokasi strategis, kebersihan, dan akses menuju tempat makan atau kebutuhan sehari-hari.

  3. 3. Hitung biaya transportasi secara keseluruhan

    ilustrasi melihat peta di perjalanan
    ilustrasi melihat peta di perjalanan (pexels.com/cottonbro studio)

    Harga sewa kendaraan yang murah belum tentu membuat perjalanan menjadi hemat karena masih ada biaya bensin, parkir, dan kemungkinan tambahan lain selama perjalanan. Sebelum menentukan pilihan, hitung estimasi total biaya berdasarkan jumlah hari, jarak tempuh, serta jumlah orang yang ikut dalam perjalanan.

    Jika bepergian bersama beberapa teman, biaya kendaraan bisa dibagi sehingga lebih ekonomis apabila dibandingkan menggunakan transportasi secara terpisah. Meskipun begitu, ada satu trik yang sering luput diperhitungkan yaitu menyusun rute berdasarkan lokasi destinasi atau searah agar kendaraanmu tidak bolak-balik melewati jalur yang sama.

    Selain lepas kunci, kamu juga bisa membandingkan biaya sewa dengan jasa driver harian, terutama jika ingin mengunjungi destinasi yang cukup jauh dalam satu hari. Prinsipnya sederhana, jangan hanya mencari tarif termurah di awal, tetapi juga mencari opsi dengan total biaya keseluruhan perjalanan yang paling rendah.

  4. 4. Sisakan ruang untuk kuliner lokal

    ilustrasi menikmati kuliner
    ilustrasi menikmati kuliner (pexels.com/Sam Lion)

    Kuliner bisa menjadi salah satu pengeluaran terbesar saat kamu traveling, jika setiap waktu makan hanya dihabiskan di restoran yang viral atau berada di kawasan wisata. Cobalah menyisipkan warung lokal, rumah makan sederhana, atau pasar tradisional ke dalam itinerary untuk mendapatkan makanan khas dengan harga yang biasanya lebih bersahabat.

    Selain jauh lebih hemat, cara ini memberikan kesempatan untuk merasakan cita rasa asli lokal khas masyarakat setempat. Kamu juga tidak harus mendatangi semua tempat makan populer hanya karena takut ketinggalan tren.

    Cukup tentukan satu atau dua kuliner must-try yang paling bikin kamu penasaran, lalu buat waktu makan lainnya lebih fleksibel dengan mencari makanan lokal di sekitar penginapan. Sehingga, anggaran kuliner tetap terkendali tanpa membuat pengalamanmu untuk mencicipi makanan khas Lombok terasa terbatas.

  5. 5. Buat itinerary dengan sistem prioritas

    ilustrasi wisata tepi pantai
    ilustrasi wisata tepi pantai (pexels.com/Mora Varela)

    Short getaway sering terasa mahal bukan karena destinasinya, melainkan karena terlalu banyak aktivitas yang dipaksakan dalam waktu singkat. Cobalah membagi daftar destinasi menjadi tiga kategori yaitu wajib dikunjungi, jika sempat, dan bonus. Hasilnya, kamu tetap punya fleksibilitas ketika cuaca, kondisi jalan, atau stamina tubuh tidak sesuai rencana. Sistem skala prioritas ini juga menghindarkanmu dari pengeluaran mendadak akibat harus berpindah lokasi secara terburu-buru.

    Setidaknya, sisakan beberapa jam tanpa agenda khusus untukmu bisa menikmati suasana sekitar atau menemukan tempat menarik secara spontan. Waktu senggang ini justru krusial agar kamu tidak terus-menerus merogoh kocek untuk tiket masuk atraksi, transportasi, atau aktivitas berbayar.

    Ingat, liburan hemat bukan tentang seberapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi, melainkan seberapa berkesan pengalaman yang kamu dapatkan dari waktu serta bujet yang ada. Kunci dari liburan hemat sebenarnya sederhana yakni cerdas memilih strategi dan tepat menentukan skala prioritas. Selamat merencanakan short getaway impianmu ke Lombok untuk memulihkan pikiran tanpa perlu khawatir bikin kantong jebol setelahnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More