Bagaimana Aturan Penggunaan Meja Lipat di Pesawat?

Saat naik pesawat, meja lipat di kursi sering dianggap sepele dan bebas digunakan kapan saja. Padahal, ada aturan penggunaan meja lipat di pesawat yang wajib dipatuhi demi keselamatan dan kenyamanan bersama. Kalau kamu sering bepergian untuk liburan atau urusan kerja, penting banget memahami hal ini sejak awal.
Bayangkan kamu sudah berangkat dari bandara asal dengan perasaan excited, check in pesawat berjalan lancar, lalu duduk manis di kursi pesawat. Tanpa sadar, kamu membuka meja lipat di waktu yang salah dan ditegur awak kabin. Supaya pengalaman perjalanan tetap nyaman dari bandara keberangkatan hingga bandara tujuan, yuk pahami aturan berikut ini sampai tuntas.
1. Meja lipat wajib dilipat saat take off dan landing

Aturan penggunaan meja lipat di pesawat yang paling utama adalah meja harus dilipat saat pesawat lepas landas dan mendarat. Kondisi ini berlaku di semua maskapai karena berkaitan langsung dengan faktor keselamatan penumpang. Meja lipat yang terbuka bisa menghambat evakuasi jika terjadi kondisi darurat.
Biasanya, awak kabin akan memberikan pengumuman sebelum pesawat berangkat dari bandara dan saat akan tiba di bandara tujuan. Jika kamu lupa melipat meja, pramugari atau pramugara akan mengingatkan dengan sopan. Jadi, pastikan meja lipat sudah terkunci rapi sebelum pesawat benar-benar bergerak.
2. Jangan meletakkan barang berat di atas meja lipat

Meski terlihat kokoh, meja lipat pesawat punya batas kekuatan tertentu. Meletakkan barang berat seperti tas laptop besar atau ransel penuh bisa merusak engsel meja. Kerusakan ini dapat mengganggu penerbangan berikutnya dan membahayakan penumpang lain.
Gunakan meja lipat hanya untuk makanan, minuman, atau gadget ringan. Jika membawa barang besar, sebaiknya simpan di bawah kursi atau kompartemen kabin. Aturan sederhana ini sering diabaikan, padahal dampaknya cukup serius.
3. Meja lipat tidak boleh digunakan saat turbulensi

Saat pesawat mengalami turbulensi, meja lipat sebaiknya tidak digunakan. Guncangan mendadak bisa membuat barang di atas meja terjatuh dan melukai penumpang. Inilah alasan mengapa awak kabin sering meminta penumpang melipat meja saat tanda sabuk pengaman menyala.
Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, baik saat perjalanan dari bandara keberangkatan maupun menjelang tiba di bandara tujuan. Demi keamanan, selalu patuhi instruksi awak kabin. Keselamatan jauh lebih penting dibanding sekadar kenyamanan sementara.
4. Meja lipat harus bersih sebelum digunakan

Banyak penumpang lupa bahwa meja lipat di pesawat digunakan bergantian oleh banyak orang. Secara tidak langsung, meja lipat bisa menjadi tempat berkumpulnya kuman dan bakteri. Oleh karena itu, membersihkan meja lipat sebelum digunakan adalah langkah bijak.
Kamu bisa membawa tisu basah atau hand sanitizer untuk membersihkannya. Apalagi jika kamu berencana makan atau bekerja di atas meja tersebut. Kebiasaan kecil ini sangat berguna, terutama untuk perjalanan jauh dan penerbangan internasional.
5. Perhatikan etika menggunakan meja lipat

Selain aturan keselamatan, etika juga penting dalam penggunaan meja lipat di pesawat. Jangan membuka dan menutup meja dengan kasar karena bisa mengganggu penumpang di sekitar. Hindari juga menggunakan meja terlalu lama jika kursi di depan terasa terganggu.
Jadi, sebelum menikmati aktivitas seru dan destinasi impianmu, pastikan kamu sudah menggunakan meja lipat pesawat dengan benar. Perjalanan aman, liburan pun jadi lebih berkesan tanpa drama kecil di udara.


















