Musim kemarau di Indonesia sering kali dipilih untuk melakukan aktivitas di luar ruangan, termasuk mendaki gunung. Cuaca cerah, udara yang segar, dan pemandangan menawan selama musim kemarau menjadi alasan utama kenapa mendaki gunung jadi lebih menarik.
Selain itu, mendaki gunung saat musim kemarau relatif lebih aman, karena terhindar dari potensi hujan deras, terpeleset karena licin, atau bahkan longsor. Di sisi lain, terdapat ancaman serius berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi risiko kebakaran hutan dan lahan akan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026. Bulan September 2026 juga bertepatan dengan puncak fenomena El Nino tahun ini. Dampaknya menyebabkan sejumlah gunung mengalami karhutla, salah satunya di kawasan Gunung Arjuno-Welirang.
Ternyata, pola serupa berulang di beberapa gunung yang populer di kalangan pendaki, seperti Gunung Lawu, Gunung Merbabu, dan Gunung Rinjani. Alhasil, jalur pendakian pun ditutup mendadak, karena adanya titik api di kawasan hutan lereng gunung.
Jika kamu tetap berencana mendaki di tengah situasi ini, berikut ini beberapa tips aman pendakian yang bisa dilakukan. Tips-tips di bawah ini juga berguna jika kamu terlanjur mendaki gunung atau baru tiba di lokasi dan baru mendapatkan kabar kebakaran.
