Berapa Lama Batas Waktu Reschedule Tiket Pesawat sebelum Terbang?

- Batas waktu reschedule tiket pesawat berbeda menurut maskapai, rute, kelas, tarif, dan waktu pengajuan; penumpang perlu memeriksa ketentuan tiket masing-masing.
- Mengajukan reschedule lebih awal memberi pilihan penerbangan baru lebih banyak serta berpotensi menghindari biaya lebih tinggi dan keterbatasan kursi.
- Lion Air, Wings Air, dan Batik Air Indonesia memiliki ketentuan hingga empat jam sebelum keberangkatan, tetapi biaya meningkat; status check-in dan no show juga memengaruhi proses.
Sudah punya tiket pesawat, tapi tiba-tiba ada urusan yang membuat jadwal perjalanan harus diubah? Jangan buru-buru membatalkan tiket, karena beberapa maskapai menyediakan opsi reschedule atau perubahan jadwal penerbangan sebelum waktu keberangkatan. Namun, ada batas waktu reschedule tiket pesawat yang perlu kamu perhatikan agar perubahan jadwal masih bisa diproses.
Batas waktu tersebut tidak selalu sama pada setiap maskapai dan jenis tiket. Ada maskapai yang masih menerima perubahan beberapa jam sebelum keberangkatan, sementara biaya reschedule dapat meningkat ketika waktu penerbangan semakin dekat. Supaya tidak salah langkah, yuk, simak informasi tentang batas waktu reschedule tiket pesawat dan hal-hal yang perlu diperhatikan berikut ini.
Table of Content
1. Batas waktu reschedule berbeda pada setiap maskapai

ilustrasi penumpang berjalan masuk ke dalam pesawat (pexels.com/Markus Winkler) Tidak ada satu batas waktu reschedule tiket pesawat yang berlaku untuk seluruh maskapai. Setiap maskapai memiliki ketentuan tersendiri berdasarkan jenis penerbangan, kelas tiket, tarif, dan waktu pengajuan perubahan jadwal. Oleh karena itu, kamu perlu mengecek aturan maskapai yang menerbitkan tiket sebelum mengajukan reschedule.
Sebagai contoh, Lion Air, Wings Air, dan Batik Air Indonesia memiliki ketentuan perubahan jadwal berdasarkan jarak waktu sebelum keberangkatan. Untuk penerbangan di Indonesia, perubahan di luar 72 jam sebelum keberangkatan memiliki ketentuan biaya yang berbeda dengan perubahan antara 72 hingga 4 jam sebelum keberangkatan, atau dalam 4 jam sebelum penerbangan.
2. Reschedule bisa dilakukan jauh sebelum jadwal keberangkatan

ilustrasi booking tiket pesawat (freepik.com/rawpixel.com) Jika sudah mengetahui bahwa jadwal perjalanan tidak memungkinkan untuk dilakukan, sebaiknya pengajuan reschedule dilakukan lebih awal. Mengurus perubahan jadwal jauh sebelum penerbangan dapat membuat kamu memiliki lebih banyak pilihan penerbangan baru dan menghindari biaya yang lebih tinggi pada beberapa ketentuan tarif. Selain itu, kursi pada penerbangan yang diinginkan juga masih berpeluang tersedia.
Pada beberapa maskapai, biaya perubahan jadwal memang dipengaruhi oleh seberapa dekat waktu pengajuan dengan jadwal keberangkatan. Lion Air, misalnya, menetapkan kategori perubahan di luar 72 jam sebelum keberangkatan, 72 hingga 4 jam sebelum keberangkatan, dan dalam 4 jam sebelum keberangkatan dengan ketentuan biaya yang berbeda.
3. Beberapa maskapai masih menerima reschedule beberapa jam sebelum terbang

ilustrasi booking tiket online (freepik.com/rawpixel.com) Pertanyaan mengenai apakah tiket pesawat masih bisa di-reschedule beberapa jam sebelum terbang tidak memiliki jawaban yang sama untuk semua maskapai. Pada Lion Air, Wings Air, dan Batik Air Indonesia untuk penerbangan di Indonesia, perubahan jadwal masih memiliki ketentuan hingga dalam 4 jam sebelum keberangkatan. Namun, biaya perubahan pada periode tersebut dapat jauh lebih besar dibandingkan jika reschedule dilakukan lebih awal.
Untuk kategori ekonomi tertentu, misalnya, ketentuan Lion Air mencantumkan biaya sebesar 50 persen dari harga dasar tiket per kupon ditambah selisih harga pada periode 72 hingga 4 jam sebelum keberangkatan. Sementara perubahan dalam 4 jam sebelum keberangkatan dapat dikenakan 90 persen dari harga dasar tiket per kupon ditambah selisih harga tiket.
4. Reschedule setelah checkin perlu diperhatikan

potret konter checkin di bandara (pixabay.com/ROUNT) Selain batas waktu, status tiket juga penting ketika kamu ingin mengubah jadwal penerbangan. Jangan menganggap tiket yang sudah checkin otomatis memiliki aturan reschedule yang sama dengan tiket yang belum checkin, karena ketentuan dapat bergantung pada kebijakan maskapai dan jenis tiket. Jika rencana perjalanan berubah setelah checkin, segera cek opsi perubahan melalui kanal resmi maskapai.
Hal yang juga perlu dihindari adalah membiarkan penerbangan terlewat tanpa melakukan perubahan atau pembatalan sesuai prosedur. Pada ketentuan Lion Air, misalnya, status no show ketika PNR masih aktif memiliki ketentuan biaya perubahan tersendiri.
5. Cek ketentuan tiket sebelum menentukan jadwal baru

ilustrasi tiket pesawat (freepik.com/rawpixel.com) Sebelum melakukan reschedule, periksa kembali syarat dan ketentuan yang berlaku pada tiketmu. Selain batas waktu, kamu mungkin perlu membayar biaya perubahan dan selisih harga antara penerbangan lama dengan penerbangan baru. Jenis tarif atau kelas tiket juga dapat memengaruhi besarnya biaya yang harus dibayarkan.
Informasi perubahan jadwal sebaiknya diperiksa melalui situs, aplikasi, atau layanan resmi maskapai yang digunakan untuk membeli tiket. Pada Lion Air, misalnya, fitur "Ubah Jadwal" meminta kode booking, nama penumpang, nomor penerbangan, dan tanggal penerbangan untuk memproses perubahan jadwal.
Kalau jadwal perjalanan mulai terasa tidak pasti, jangan menunggu sampai hitungan jam sebelum pesawat berangkat untuk mengecek tiket. Jadi, saat rencana berubah, buka kembali detail tiket dan lihat opsi yang tersedia sebelum waktu keberangkatan semakin dekat.





















