Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bolehkah Membungkus Koper dengan Plastik di Bandara?
ilustrasi koper (pixabay.com/ivabalk)

Pernahkah kamu sampai di bandara lalu tergoda membungkus koper dengan plastik? Banyak traveler melakukan ini demi koper tetap aman, bersih, dan bebas lecet selama perjalanan. Tapi, sebenarnya bolehkah membungkus koper dengan plastik di bandara?

Pertanyaan ini sering muncul, apalagi buat kamu yang baru pertama kali terbang atau membawa koper mahal. Ada aturan, manfaat, dan risikonya yang perlu diketahui sebelum memutuskan membungkus koper dengan plastik. Yuk, bahas satu per satu supaya kamu tak salah langkah saat di bandara.

1. Membungkus koper dengan plastik pada dasarnya diperbolehkan

ilustrasi koper (pixabay.com/tookapic)

Membungkus koper dengan plastik di bandara pada dasarnya diperbolehkan oleh pihak maskapai dan pengelola bandara. Layanan wrapping koper bahkan tersedia resmi di banyak bandara domestik maupun internasional. Artinya, aktivitas ini bukan tindakan ilegal atau melanggar aturan penerbangan.

Namun, koper yang dibungkus tetap harus bisa diperiksa oleh petugas keamanan. Jika sewaktu-waktu diperlukan pemeriksaan tambahan, plastik bisa dibuka oleh petugas bandara. Jadi, membungkus koper boleh, tapi tetap harus siap dengan kemungkinan ini.

2. Ada manfaat keamanan yang sering jadi alasan utama

ilustrasi koper (pexels.com/Jahra Tasfia Reza)

Salah satu alasan utama membungkus koper dengan plastik adalah untuk keamanan. Plastik membantu mencegah resleting terbuka, barang tercecer, atau koper dibuka oleh pihak tidak bertanggung jawab. Ini cukup penting terutama saat koper masuk bagasi pesawat.

Selain itu, plastik juga melindungi koper dari kotoran, air, dan goresan. Risiko koper lecet atau terkena noda dari bagasi lain bisa diminimalkan. Tak heran jika banyak traveler memilih wrapping koper demi rasa aman.

3. Pemeriksaan keamanan bisa jadi lebih lama

ilustrasi pemeriksaan tas di bandara (pexels.com/Sergei Starostin)

Meski diperbolehkan, membungkus koper dengan plastik bisa membuat proses pemeriksaan sedikit lebih panjang. Jika petugas bandara mencurigai isi koper, plastik wrapping harus dibuka terlebih dahulu. Hal ini bisa memakan waktu dan membuatmu sedikit repot.

Dalam beberapa kasus, plastik yang sudah dibuka tidak selalu dibungkus kembali seperti semula. Kamu perlu mempertimbangkan hal ini, terutama jika membawa barang yang rawan diperiksa. Pastikan isi koper tertata rapi agar tidak menimbulkan kecurigaan.

4. Ada aturan tambahan di negara atau bandara tertentu

ilustrasi konter check in di bandara (pixabay.com/ROUNT)

Beberapa bandara atau negara memiliki kebijakan tambahan terkait koper yang dibungkus plastik. Biasanya ini berkaitan dengan prosedur keamanan dan bea cukai. Meski jarang dilarang, aturan teknis bisa berbeda-beda.

Untuk penerbangan internasional, sebaiknya cek kebijakan bandara tujuan terlebih dahulu. Ini penting agar kamu tidak kaget saat koper harus dibuka saat transit atau kedatangan. Informasi kecil seperti ini bisa bikin perjalanan lebih nyaman.

5. Pertimbangkan alternatif selain plastik wrap

ilustrasi koper (pixabay.com/izhar-ahamed)

Selain membungkus koper dengan plastik, ada alternatif lain yang bisa kamu pertimbangkan. Misalnya menggunakan luggage cover kain yang bisa dilepas pasang dengan mudah. Cara ini lebih ramah lingkungan dan praktis saat pemeriksaan.

Kamu juga bisa menggunakan gembok koper berkualitas atau koper dengan sistem keamanan TSA lock. Dengan begitu, keamanan tetap terjaga tanpa perlu plastik sekali pakai. Pilihan ini cocok buat traveler yang sering bepergian.

Membungkus koper dengan plastik di bandara memang sah-sah saja, tapi keputusan tetap ada di tanganmu. Sesuaikan dengan kebutuhan perjalanan, tujuan penerbangan, dan kenyamanan pribadi. Yang terpenting, kamu bisa terbang dengan tenang tanpa drama di area checkin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team