Bolehkah Tiket Kereta Api Diganti Orang Lain? Simak Aturan Resminya!

Traveling dengan kereta api memang selalu jadi primadona. Selain bebas macet, pemandangan di balik jendela gerbong sering kali bikin kangen. Tapi, kadang ada saja kendala yang muncul tiba-tiba. Rencana yang sudah disusun rapi bisa berantakan karena urusan mendadak, padahal tiket sudah di tangan.
Muncul pertanyaan yang paling sering ditanyakan yakni bolehkah tiket kereta api diganti orang lain? Mungkin kamu berniat memberikan tiket tersebut kepada teman atau saudara agar tidak hangus. Agar tidak bingung dan salah langkah saat di stasiun, yuk simak penjelasan lengkapnya sesuai aturan resmi PT KAI berikut ini!
1. Aturan resmi mengenai identitas penumpang

Hal pertama yang wajib kamu pahami adalah kebijakan dasar PT KAI mengenai identitas. Secara aturan resmi, tiket kereta api tidak dapat diganti nama atau dialihkan kepada orang lain secara langsung. Mengapa demikian? Karena saat proses boarding di stasiun, petugas akan mencocokkan nama yang tertera di tiket dengan kartu identitas asli kamu, seperti KTP, SIM, atau KIA untuk anak-anak.
Jika nama di tiket dan di kartu identitas tidak sama, petugas secara tegas tidak akan mengizinkan penumpang tersebut masuk ke dalam peron. Jadi, kamu tidak bisa sekadar memberikan kode booking atau tiket fisik kepada orang lain untuk menggantikan posisi kamu berangkat. Sistem keamanan ini diterapkan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh penumpang.
2. Kenapa tiket tidak bisa pindah tangan?

Mungkin kamu merasa aturan ini cukup kaku, tapi ada alasan kuat di baliknya. PT KAI memberlakukan aturan one seat one name untuk menghindari praktik percaloan yang merugikan masyarakat. Jika tiket bisa diganti nama dengan mudah, oknum tidak bertanggung jawab bisa memborong tiket dan menjualnya kembali dengan harga selangit.
Selain itu, data penumpang sangat penting untuk asuransi perjalanan. Setiap penumpang kereta api dilindungi oleh asuransi Jasa Raharja. Jika nama yang berangkat tidak sesuai dengan data di sistem, maka klaim asuransi tersebut tidak akan berlaku jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi, aturan ini sebenarnya dibuat untuk melindungi hak-hak kamu sebagai penumpang.
3. Solusi pembatalan tiket (refund)

Lalu, bagaimana jika kamu benar-benar tidak bisa berangkat? Tenang, tiket kamu tidak harus hangus begitu saja. Solusi pertama yang bisa kamu ambil adalah melakukan pembatalan tiket atau refund. Kamu bisa melakukannya melalui aplikasi Access by KAI atau datang langsung ke loket stasiun yang melayani pembatalan.
Proses pembatalan ini biasanya dikenakan biaya administrasi sebesar 25% dari harga tiket di luar biaya pemesanan. Uang tersebut akan dikembalikan ke rekening atau diambil tunai dalam jangka waktu tertentu sesuai ketentuan. Dengan membatalkan tiket, kuota kursi tersebut akan kembali tersedia di sistem dan bisa dibeli secara resmi oleh orang lain yang membutuhkan. Cara ini jauh lebih aman dan legal daripada mencoba mengakali pindah tangan tiket.
4. Memanfaatkan fitur transfer tiket

Kabar baiknya, seiring perkembangan teknologi, PT KAI menyediakan fitur Transfer Tiket di aplikasi Access by KAI. Namun, perlu dicatat bahwa fitur ini bukan berarti mengubah nama penumpang secara sembarangan, melainkan memindahkan akses tiket elektronik ke akun milik orang lain yang juga memiliki aplikasi tersebut.
Fitur ini sangat berguna jika kamu membelikan tiket untuk anggota keluarga dalam satu kode booking, tapi kalian harus berangkat atau datang ke stasiun di waktu yang berbeda. Kamu bisa mengirimkan tiket digital tersebut ke akun mereka agar mereka bisa melakukan boarding secara mandiri menggunakan identitas mereka sendiri yang sudah terdaftar di sistem. Ingat, kuncinya adalah data identitas tetap harus sesuai sejak awal pemesanan.
Jadi, jawaban singkatnya adalah tiket tidak boleh diganti orang lain secara manual karena harus sesuai kartu identitas. Pastikan kamu selalu teliti saat memasukkan data penumpang saat membeli tiket agar perjalanan kamu lancar tanpa kendala.


















