11 Etika Memberi Makan Rusa di Jepang, Turis Wajib Tahu!

Wisatawan di Nara Park diingatkan bahwa rusa tetap satwa liar, menyusul perbincangan video tentang rusa yang menarik kemasan makanan turis Indonesia.
Pemberian makan sebaiknya hanya memakai shika senbei, tanpa plastik atau makanan lain; kemasan dan sampah wajib diamankan karena berbahaya bila tertelan rusa.
Hindari menggoda, memaksa kontak, atau mengejar rusa demi konten; segera hentikan pemberian makan saat agresif, tunjukkan tangan kosong, dan awasi anak-anak.
Liburan ke Jepang rasanya belum lengkap tanpa melihat langsung rusa-rusa yang berkeliaran bebas di Nara Park. Hewan yang menjadi salah satu ikon Nara ini dapat dengan mudah ditemui di berbagai sudut taman. Tak sedikit wisatawan yang kemudian mencoba mendekat, berfoto, hingga memberikan makanan ketika rusa menghampiri mereka.
Namun, interaksi dengan rusa di Nara Park ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan. Meski terlihat jinak dan terbiasa berada di tengah wisatawan, rusa-rusa tersebut tetap merupakan hewan liar. Ada aturan dan etika yang perlu diperhatikan, agar interaksi berlangsung aman, baik bagi wisatawan maupun rusa.
Hal ini kembali menjadi perhatian setelah sebuah video yang memperlihatkan wisatawan asal Indonesia bersama rusa di Nara Park ramai dibicarakan di Threads pada Rabu (7/10/2026). Video tersebut diunggah akun @herzumaryuaaa dan memperlihatkan seorang laki-laki serta seorang perempuan yang sedang berada di dekat rusa. Di dalam video, rusa terlihat menarik kemasan makanan yang dibawa wisatawan.
Pengunggah video menuding wisatawan tersebut sengaja membuat rusa memakan sampah. Seseorang yang mengaku sebagai salah satu orang dalam video, kemudian memberikan klarifikasi bahwa dirinya dan ayahnya sedang memberikan kacang kepada rusa. Setelah kacang habis, menurut keterangannya, rusa masih mengikuti sang ayah hingga menarik dan menjilat bagian dalam bungkus makanan.
Terlepas dari perbedaan narasi mengenai kejadian tersebut, kasus ini menjadi pengingat bahwa wisatawan perlu memahami cara berinteraksi dengan rusa di Jepang. Apalagi, ada beberapa hal yang terlihat sepele, tetapi sebenarnya penting untuk diperhatikan. Berikut beberapa etika memberi makan rusa di Jepang yang perlu diketahui wisatawan.
1. Berikan rusa makanan khusus
Jika ingin memberikan makanan kepada rusa di Jepang, wisatawan sebaiknya hanya memberikan shika senbei. Hal ini merupakan biskuit khusus yang memang diperuntukkan bagi rusa dan banyak dijual di sekitar kawasan wisata seperti Nara Park seharga 200 Yen atau sekitar Rp22 ribuan.
Jangan menggantinya dengan makanan yang sedang dibawa, seperti roti, keripik, permen, cokelat, atau makanan ringan lainnya. Rusa mungkin terlihat tertarik dan mau memakannya, tetapi bukan berarti makanan tersebut aman bagi mereka.
Jika kamu memang ingin memberi makan, beli makanan yang memang disediakan untuk rusa. Dengan begitu, wisatawan juga tidak perlu menebak-nebak apakah makanan yang diberikan aman untuk satwa tersebut.
2. Jangan sampai plastik atau kemasan ikut termakan

Potret rusa di Nara Park (unsplash.com/Svetlana Gumerova) Hal ini menjadi salah satu hal paling penting ketika berinteraksi dengan rusa di Nara Park. Rusa bisa saja tertarik pada bungkus makanan yang masih memiliki aroma makanan. Mereka bahkan dapat mencoba menarik, menjilat, atau menggigit kemasan yang dipegang wisatawan.
Namun, jangan biarkan hal tersebut terjadi. Plastik, kertas, bungkus makanan, dan berbagai jenis sampah yang tertelan dapat membahayakan kesehatan rusa. Apalagi terdapat kasus rusa yang mati setelah menelan kantong plastik dan sampah lainnya.
Oleh karena itu, ketika memberikan makanan, pastikan makanan sudah terlepas dari kemasannya. Jangan pernah sengaja memberikan bungkus atau benda lain yang bukan makanan kepada rusa.
3. Jangan menggoda rusa dengan makanan
Melihat rusa berebut makanan memang bisa menjadi pengalaman yang menarik. Bukan berarti wisatawan boleh menjadikan makanan sebagai alat untuk menggoda mereka. Misalnya, mengangkat shika senbei tinggi-tinggi ketika rusa hendak mengambilnya, menjauhkan makanan, atau sengaja membuat rusa mengejar makanan demi mendapatkan foto atau video.
Perilaku seperti ini justru dapat membuat rusa semakin agresif. Rusa yang merasa masih ada makanan dapat terus mengikuti wisatawan. Dalam kondisi tertentu, mereka bahkan bisa menggigit atau menarik pakaian. Ingat, tujuan memberi makan adalah memberikan makanan kepada rusa, bukan menjadikan makanan sebagai permainan.
4. Segera berikan makanan ketika rusa sudah mendekat

rusa sika (unsplash.com/Caleb Jack) Ketika sudah memutuskan untuk memberi makan, sebaiknya berikan shika senbei secara langsung. Tidak perlu menyimpan biskuit terlalu lama di tangan sambil menunggu rusa melakukan sesuatu. Semakin lama rusa menunggu, semakin besar kemungkinan mereka menjadi tidak sabar dan mulai mendorong atau menarik wisatawan.
Ingat, rusa-rusa tersebut merupakan hewan liar! Sayangnya, tidak semua wisatawan memahami hal tersebut karena rusa sudah sangat terbiasa berinteraksi dengan manusia. Jadi, tetap perlakukan mereka sebagai satwa liar, bukan hewan peliharaan, ya!
5. Tunjukkan telapak tangan ketika makanan sudah habis
Sudah memberikan semua biskuit, tetapi rusa masih mengikuti? Jangan buru-buru mencari makanan lain. Wisatawan dapat menunjukkan kedua telapak tangan sebagai tanda bahwa makanan sudah habis. Isyarat sederhana ini membantu memberi tahu rusa bahwa tidak ada lagi makanan yang bisa diberikan.
Cara tersebut juga dapat mencegah rusa terus mengikuti atau mengejar wisatawan, karena mengira masih ada makanan. Jadi, setelah shika senbei habis, tunjukkan tangan kosong dan biarkan rusa pergi.
6. Jangan menyentuh atau mengganggu rusa secara berlebihan

Potret rusa (pexels.com/Tomáš MalÃk) Rusa di tempat wisata memang terbiasa berada di sekitar manusia. Bukan berarti wisatawan bebas menyentuh atau memperlakukannya sesuka hati. Hindari menarik tanduk, menyentuh bagian tubuh secara paksa, mengejar, atau membuat gerakan tiba-tiba yang dapat mengganggu rusa.
Jika rusa mendekat, biarkan mereka menentukan jarak interaksi. Begitu rusa memilih pergi, jangan mengejarnya hanya untuk mendapatkan foto. Berinteraksi dengan satwa juga berarti menghormati batas kenyamanan mereka.
7. Waspadai rusa yang mulai agresif
Di balik penampilannya yang lucu, rusa tetap dapat bersikap agresif, terutama ketika sedang menginginkan makanan. Rusa dapat menggigit, menabrak, mendorong, atau menarik pakaian wisatawan. Risiko tersebut semakin besar ketika beberapa rusa berkumpul sekaligus di sekitar seseorang yang sedang membawa makanan.
Jangan menganggap semua rusa pasti jinak hanya karena mereka terbiasa dengan manusia. Jika rusa mulai terlalu agresif, segera hentikan pemberian makanan dan menjauh dengan tenang. Jangan berteriak atau melakukan gerakan yang justru dapat membuat rusa semakin terprovokasi.
8. Jangan memaksakan diri demi konten

Potret buang sampah pada tempatnya (pexels.com/Cup of Couple) Berfoto dengan rusa tentu menjadi salah satu pengalaman menarik selama liburan. Boleh saja, tapi jangan sampai keinginan mendapatkan foto atau video yang unik membuat wisatawan mengabaikan keselamatan. Tidak perlu mengejar rusa, memancing mereka mendekat, atau menggunakan makanan untuk membuat rusa berada di posisi tertentu.
Jika rusa tidak tertarik berinteraksi, biarkan saja. Wisatawan tetap bisa menikmati keberadaan mereka dari jarak yang aman. Bagaimana pun, rusa berada di habitatnya. Wisatawanlah yang datang berkunjung.
9. Awasi anak-anak ketika memberi makan rusa
Wisatawan perlu memberikan perhatian lebih jika datang bersama anak-anak . Anak-anak biasanya mudah tertarik melihat rusa dari dekat dan mungkin ingin langsung memberikan makanan. Namun, mereka belum tentu memahami bahwa rusa dapat menggigit atau menjadi agresif ketika berebut makanan.
Oleh karena itu, orangtua atau pendamping sebaiknya selalu berada di dekat anak, terutama saat mereka memberi makan rusa. Ajarkan pula anak untuk tidak menarik tanduk, mengejar, memukul, atau menggoda rusa menggunakan makanan.
10. Jangan meninggalkan sampah

Potret rusa (unsplash.com/Nagara Oyodo) Etika berinteraksi dengan rusa tidak berhenti setelah makanan habis. Wisatawan juga perlu memastikan tidak ada plastik, bungkus makanan, tisu, botol, atau sampah lainnya yang tertinggal di sekitar taman.
Sampah yang dibuang sembarangan bukan hanya mengganggu kebersihan destinasi wisata, tetapi juga dapat membahayakan rusa yang hidup di kawasan tersebut. Selalu simpan sampah hingga menemukan tempat yang tepat untuk membuangnya. Menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dari menjaga keselamatan rusa.
11. Ingat, rusa adalah hewan liar!
Hal paling mendasar yang perlu diingat adalah rusa-rusa tersebut bukan hewan peliharaan. Beberapa taman di Jepang memang dikenal sebagai tempat wisata yang memungkinkan pengunjung melihat rusa dari dekat. Namun, rusa tetap memiliki naluri dan perilaku alami sebagai hewan liar.
Itulah sebabnya para wisatawan perlu memahami cara berinteraksi dengan mereka. Jangan hanya melihat rusa sebagai objek foto atau atraksi wisata. Berikan ruang ketika mereka membutuhkannya, jangan memaksakan interaksi, dan selalu ikuti aturan yang berlaku di kawasan tersebut!
Dengan memahami etika sederhana ini, pengalaman memberi makan rusa di Jepang bisa tetap menyenangkan tanpa mengorbankan keselamatan wisatawan maupun kesejahteraan satwa.























