Pujian yang tulus darimu akan membuat chef merasa dihargai. Mereka biasanya juga akan sharing cerita tentang hidangan yang disajikan atau berbagai hal terkait omakase. Seru banget, kan?
6 Etika Makan di Omakase, Jangan Lakukan Ini!

Video Raditya Dika dan Tepe saat menikmati omakase viral, memicu kritik terhadap etika makan sekaligus meningkatkan rasa penasaran publik tentang konsep kuliner Jepang tersebut.
Omakase mengharuskan tamu mempercayakan menu kepada chef; reservasi tepat waktu serta informasi alergi atau batasan diet perlu disampaikan sebelum sesi dimulai.
Tamu dianjurkan segera menyantap hidangan, tidak mencelupkan nasi sushi ke shoyu, menghindari wewangian menyengat, serta menghargai chef melalui sikap dan pujian sopan.
Video Raditya Dika dan konten kreator Tepe (Teguh Prakoso) saat menyantap hidangan omakase menjadi sorotan dan viral di berbagai media sosial. Hal ini dikarenakan sikap Tepe yang dinilai kurang menghargai Radit selaku pengundang, sering ngeyel, serta memberikan pertanyaan-pertanyaannya yang tidak biasa, baik kepada Radit maupun chef omakase.
Sontak, warganet membanjiri kolom komentar dengan beragam kritikan terhadap Tepe. Meski demikian, tak sedikit warganet yang penasaran tentang omakase itu sendiri dan mendapat banyak insight ketika menyaksikan video yang diunggah di kanal YouTube Raditya Dika pada Sabtu (3/10/2026) tersebut.
Menurut berbagai sumber, omakase merupakan sebuah tren kuliner Jepang yang mulai populer sejak awal 1990-an. Semula, konsep ini hanya dilakukan berlaku di restoran sushi. Seiring perkembangan zaman, banyak restoran Jepang, seperti ramen dan teppanyaki, mengadaptasi omakase.
Prinsip dari omakase adalah tamu harus mempercayakan sepenuhnya pesanan mereka kepada chef. Mereka tinggal duduk manis di counter dan memerhatikan chef "beratraksi" atau mengolah sajiannya dari bahan-bahan segar. Aktivitas ini memberikan pengalaman kuliner yang unik dan istimewa bagi tamu.
Bagi kamu yang ingin mencoba pengalaman makan omakase seperti Raditya Dika dan Tepe, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan selama berada di meja counter. Simak etika makan di omakase yang perlu kita pahami berikut ini, ya!
1. Lakukan reservasi dan datang tepat waktu

Potret restoran omakase (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra) Aturan paling dasar yang harus diperhatikan saat datang ke restoran omakase adalah melakukan reservasi dan datang tepat waktu. Berbeda dengan restoran biasa, chef omakase menyiapkan bahan-bahan segar dengan suhu dan tingkat kematangan yang sangat spesifik sesuai jam reservasi setiap tamu. Datang terlambat tidak hanya merusak ritme penyajian makananmu, tetapi juga bisa mengganggu kenyamanan dan alur pelayanan untuk tamu lainnya dalam satu sesi.
Selain ketepatan waktu, mengomunikasikan batasan diet atau alergi makanan sejak awal reservasi adalah hal yang sangat dianjurkan. Chef membutuhkan waktu untuk merancang ulang menu pengganti yang setara tanpa mengurangi kualitas hidangan. Memberitahu alergi saat sudah duduk di counter akan menyulitkan koki dan berpotensi merusak pengalaman santap yang sudah dirancang secara presisi.
2. Jangan menolak hidangan atau meminta menu di luar konsep

Potret restoran omakase (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra) Konsep dasar omakase adalah mempercayakan hidangan kepada chef. Apa pun menu yang disajikan harus diterima dengan baik. Meminta menu tambahan di luar konsep yang disajikan, menolak sajian yang telah dibuatkan, atau bahkan meminta chef memasak kembali bahan yang disajikan mentah jelas dianggap kurang sopan.
Saat ke restoran omakase, datanglah dengan pikiran terbuka. Kamu bisa mencoba berbagai menu, bahan, dan rasa baru yang mungkin belum pernah mampir di lidahmu. Jika ada bahan makanan yang benar-benar tidak bisa kamu konsumsi, sampaikanlah dengan sopan kepada staf atau chef sebelum sesi dimulai. Sikap saling menghargai antara tamu dan chef inilah yang membuat pengalaman omakase terasa begitu berkesan.
3. Segera santap hidangan saat disajikan

Potret omakase (pexels.com/Airam Dato-on) Begitu chef meletakkan sepotong sushi atau hidangan di atas piringmu, segeralah menyantapnya sampai habis. Setiap potong omakase disajikan pada tingkat suhu dan kesegaran yang pas. Jika dibiarkan terlalu lama, kualitasnya akan menurun dan tekstur beberapa bahan, seperti rumput laut (nori), menjadi lembek.
Selain itu, menyantap hidangan secara langsung merupakan bentuk apresiasi terhadap usaha chef dalam meracik makanan. Kamu juga boleh memotret atau merekam sajian tersebut, tetapi lakukan secara cepat dan efisien, ya!
4. Mencelupkan nasi ke dalam shoyu (kecap asin)

Potret makan omakase (unsplash.com/Thomas Marban) Salah satu kesalahan paling umum yang sering dilakukan pemula saat makan omakase atau hidangan Jepang lainnya adalah mencelupkan bagian sushi nasi ke dalam mangkuk shoyu. Hal ini akan membuat nasi menyerap cairan terlalu banyak, rasanya jadi asin banget, dan strukturnya bisa hancur. Selain itu, rasa asin berlebih dari kecap akan menutupi cita rasa alami dan kesegaran bahan utama.
Perlu diingat bahwa dalam tradisi omakase, chef sudah mengoleskan kecap atau memberikan takaran wasabi yang pas pada setiap potong hidangan sebelum disajikan. Kamu tidak perlu lagi menambahkan kecap asin atau meracik wasabi sendiri, kecuali jika chef secara khusus menyarankannya. Mempercayai keseimbangan rasa ciptaan koki adalah inti utama dari omakase.
5. Berikan pujian kepada chef

Potret omakase (pexels.com/Joan Germaine) Setelah menyantap hidangan dan sekiranya sesuai dengan seleramu, kamu bisa memberikan pujian kepada chef sebagai bentuk apresiasi atas kerja baiknya. Pujian tersebut bisa berupa ucapan terima kasih, memberikan gestur yang sopan dan mengacungkan jempol, atau bertanya lebih detail tentang bahan-bahan yang digunakan.
6. Jangan menggunakan parfum atau wewangian yang menyengat

Potret menyemprotkan parfum (unsplash.com/Minhal Ilyas) Menggunakan parfum, cologne, atau lotion beraroma sangat tajam adalah pantangan besar saat makan omakase. Pengalaman menyantap hidangan Jepang sangat bergantung pada kombinasi antara indra pengecap dan indra penciuman. Aroma parfum yang terlalu menyengat akan merusak pengalaman mencium aroma alami dari bahan-bahan dan bumbu omakase.
Selain itu, wewangian yang tajam juga akan mengganggu kenyamanan chef dan tamu lain yang duduk berdekatan di meja counter. Chef membutuhkan ketajaman indra penciuman saat mengolah bahan-bahan di balik meja kerja. Demi menjaga atmosfer ruang makan yang netral dan segar, cukup gunakan parfum beraroma lembut sebelum berangkat.
Demikian beberapa etika makan di omakase yang wajib kamu perhatikan dan lakukan. Makan dengan konsep omakase akan memberikan sudut pandang dan pengalaman tak terlupakan untukmu!
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















