Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Itinerary One Day Trip ke Rangkasbitung Naik KRL, Akses Gampang!
Ilustrasi KRL (pexels.com/Rizky Motion)
  • Rangkasbitung di Lebak, Banten menawarkan wisata sehari hemat dengan akses mudah menggunakan KRL Commuterline dari Jakarta, cocok untuk liburan singkat tanpa perlu menginap.
  • Itinerary mencakup sarapan kuliner lokal di sekitar stasiun, kunjungan ke Museum Multatuli dan Perpustakaan Saidjah Adinda, serta bersantai di Alun-Alun Rangkasbitung.
  • Sebelum pulang, wisatawan bisa membeli oleh-oleh khas seperti Kue Jojorong dan keripik pisang sambil menyesuaikan jadwal KRL agar perjalanan tetap nyaman dan efisien.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Rangkasbitung bisa menjadi pilihan menarik buat kamu yang ingin liburan singkat tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Kota yang berada di Kabupaten Lebak, Banten ini memiliki berbagai destinasi menarik, mulai dari wisata sejarah hingga kuliner khas daerah. Menariknya, kamu bisa mengunjungi berbagai tempat tersebut hanya dalam waktu sehari.

Perjalanan ke Rangkasbitung juga sangat mudah karena dapat ditempuh menggunakan KRL Commuterline dari Jakarta. Selain murah, transportasi ini membuat perjalanan terasa lebih praktis dan nyaman untuk semua kalangan. Kalau kamu sedang mencari referensi libur sehari, maka itinerary one day trip ke Rangkasbitung naik KRL berikut ini bisa menjadi panduan yang tepat.

1. Mulai perjalanan naik KRL ke Rangkasbitung

Ilustrasi wanita di KRL (pexels.com/Sarifdn)

Perjalanan liburan seharian ke Rangkasbitung bisa dimulai sejak pagi hari. Kamu dapat berangkat dari Stasiun Tanah Abang menggunakan KRL Commuterline tujuan Rangkasbitung. Waktu tempuh perjalanan berkisar antara 90 hingga 110 menit, tergantung jadwal dan kondisi operasional kereta. Untuk tarifnya pun sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp8.000 per orang.

Selama perjalanan, kamu bisa menikmati pemandangan perkotaan yang perlahan berubah menjadi kawasan yang lebih hijau. Karena perjalanan cukup singkat, kamu tidak akan merasa terlalu lelah saat tiba di tujuan. Agar waktu liburan lebih maksimal, usahakan berangkat pada pagi hari sekitar pukul 07.00 atau 08.00 WIB. Dengan begitu, kamu memiliki banyak waktu untuk menjelajahi berbagai tempat menarik di Rangkasbitung.

2. Sarapan kuliner lokal di sekitar stasiun

Masyarakat merayakan festival kuliner (pexels.com/Firman Marek_Brew)

Setelah tiba di Stasiun Rangkasbitung, jangan langsung melanjutkan perjalanan wisata. Luangkan waktu terlebih dahulu untuk mengisi tenaga dengan sarapan khas kaki lima yang banyak ditemukan di sekitar area stasiun. Beberapa menu yang mudah ditemukan antara lain ketoprak, bubur ayam, hingga nasi uduk. Selain rasanya yang lezat, harga makanan di sekitar stasiun juga relatif ramah di kantong.

Sarapan sebelum memulai aktivitas wisata sangat penting agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari. Kamu juga bisa sekalian menikmati suasana pagi Kota Rangkasbitung yang cenderung lebih santai dibandingkan dengan kota-kota besar. Bagi pencinta wisata kuliner, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk mencicipi cita rasa lokal yang mungkin berbeda dengan daerah asalmu.

3. Wisata sejarah di Museum Multatuli dan Alun-Alun Rangkasbitung

potret Museum Multatuli (commons.wikimedia.org/Makescience)

Setelah selesai sarapan, lanjutkan perjalanan menuju kawasan Alun-Alun Rangkasbitung. Kamu bisa menggunakan angkot atau becak dengan waktu tempuh sekitar 10 hingga 15 menit dari stasiun. Destinasi utama yang wajib dikunjungi adalah Museum Multatuli. Museum ini dikenal sebagai museum antikolonial pertama di Indonesia dan menyimpan banyak informasi menarik mengenai sejarah kolonialisme serta tokoh Multatuli.

Tidak jauh dari museum, terdapat Perpustakaan Saidjah Adinda yang juga menarik untuk dikunjungi. Tempat ini menghadirkan berbagai koleksi bacaan yang edukatif sekaligus menambah wawasan tentang sejarah dan budaya lokal. Kabar baiknya, kedua tempat tersebut dapat dikunjungi secara gratis.

Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin berlibur hemat. Setelah puas berkeliling, kamu bisa bersantai di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Rangkasbitung. Area ini cukup nyaman untuk duduk santai, menikmati suasana kota, atau sekadar beristirahat hingga sore hari.

4. Beli oleh-oleh dan kembali ke stasiun

Ilustrasi stasiun (pexels.com/March Martin)

Sebelum perjalanan berakhir, jangan lupa membeli oleh-oleh khas Lebak untuk keluarga atau teman di rumah. Beberapa pilihan yang cukup populer adalah kue Jojorong dan keripik pisang. Kue Jojorong memiliki cita rasa manis dengan tekstur lembut yang khas. Sementara itu, keripik pisang cocok dijadikan camilan selama perjalanan pulang.

Setelah selesai berbelanja, kamu bisa kembali menuju Stasiun Rangkasbitung menggunakan angkot atau becak. Pastikan kamu sudah mengetahui jadwal keberangkatan KRL tujuan Tanah Abang agar tidak terburu-buru. Walaupun KRL masih beroperasi hingga malam, ada baiknya kamu memeriksa jadwal terkini di aplikasi resmi untuk menghindari perubahan waktu keberangkatan. Cara ini dapat membantu kamu mengantisipasi perubahan jadwal maupun kepadatan penumpang.

Liburan ke Rangkasbitung naik KRL bisa menjadi pilihan menarik bagi kamu yang ingin menikmati one day trip dengan biaya terjangkau. Mulai dari wisata kuliner, wisata sejarah, hingga berburu oleh-oleh khas daerah, semuanya bisa dilakukan dalam satu hari tanpa perlu menginap.

Dengan akses transportasi yang mudah dan banyak destinasi menarik untuk dikunjungi, itinerary one day trip ke Rangkasbitung naik KRL layak masuk daftar perjalanan akhir pekanmu berikutnya. Jadi, kapan mau mencoba perjalanan seru ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article