Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Spot Kalcer di Kayutangan, Opsi Jalur Walking Tourism Seru

4 Spot Kalcer di Kayutangan, Opsi Jalur Walking Tourism Seru
potret suasana Bougenville Cafe (instagram.com/bougenvillekopi)
Intinya Sih
  • Kayutangan Heritage Malang menawarkan walking tourism di kawasan bangunan kolonial, dengan kuliner UMKM, sudut kampung, serta pengalaman sejarah dan budaya lokal.
  • Toko Meru, Bougenville Cafe, dan Kios Mera menghadirkan pilihan belanja produk lokal, kopi bernuansa Jawa tempo dulu, serta minuman dan spot foto estetik.
  • Pengyu Kopitiam menjadi opsi penutup rute dengan kuliner berkonsep pertokoan Pecinan; perjalanan disarankan dari utara ke selatan, dimulai dari Toko Meru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kayutangan Heritage Malang merupakan kawasan wisata yang belakangan semakin ramai dikunjungi. Terletak di tengah Kota Malang, Kayutangan mampu membawa pengunjung bernostalgia melalui bangunan tua bergaya kolonial yang masih berdiri kokoh di sana. Tak heran jika Kayutangan Heritage tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga memiliki peran yang cukup besar dalam pelestarian nilai sejarah maupun budaya sekaligus menggerakkan pariwisata lokal.

Karena destinasi wisata ini mengusung konsep desa wisata, cara terbaik untuk menikmatinya adalah dengan berjalan kaki menyusuri gang dan sudut-sudut kampung. Di sini lah pengalaman walking tourism menjadi menarik. Meski menyusuri gang-gang kecil, ada banyak hal yang bisa kamu temukan di sepanjang perjalanan, seperti berbagai macam kuliner dari umkm warga setempat, bangunan unik bersejarah, dan spot-spot menarik yang sayang untuk dilewatkan. Biar jalan-jalanmu di Kayutangan makin seru, coba mampir ke sederet spot kalcer berikut!

1. Berburu pernak-pernik lucu buatan lokal di Toko Meru

potret suasana Toko Meru
potret suasana Toko Meru (dok. Pribadi/Valentino Nathaniel)

Spot pertama yang menarik kamu kunjungi adalah Toko Meru. Terletak di bahu Jalan Semeru, toko ini cukup mudah dikenali dari warna biru yang mendominasi bagian depannya. Namun, begitu masuk kamu akan disuguhkan sudut warna-warni dan playful, lengkap dengan aroma pengharum buatan pengrajin lokal. Di sini kamu akan menemukan beragam produk kreatif karya UMKM, mulai dari aksesori, parfum, tas, pakaian, pin, maupun art paper. Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong. Di kisaran harga Rp6.000 hingga Rp200.000 kamu bisa mendapatkan produk unik dan lucu dari pengrajin lokal. Kehadiran Toko Meru seolah merayakan kreativitas UMKM yang tumbuh di Kota Malang. 

Jika setelah berkeliling kamu ingin beristirahat sejenak sambil menikmati Kota Malang dari ketinggian, jangan buru-buru pergi karena Toko Meru juga memiliki Artmeru yang sangat cocok untuk kamu bersinggah sejenak. Lokasinya ada di lantai 3, tepat di atas galeri seni Toko Meru yang baru saja dibuka Juli 2026. Artmeru menawarkan berbagai macam makanan dan minuman dengan menggandeng UMKM setempat. Menariknya, menu yang dihadirkan akan berubah mengikuti periode pameran yang sedang berlangsung sehingga tiap kunjungan memberikan pengalaman kuliner yang berbeda. Cukup terjangkau di kisaran harga Rp30 ribu–Rp50 ribuan, kamu bisa mencicipi menu-menu menarik yang disuguhkan Artmeru sambil menikmati suasana kota dari atas. Untuk dicatat, Toko Meru dan Artmeru buka tiap hari pukul 09:00–22:00 WIB, ya!

2. Menikmati kopi dengan nuansa Jawa tempo dulu di Bougenville Cafe

potret suasana Bougenville Cafe
potret suasana Bougenville Cafe (dok. Pribadi/Adifa Muhammad Rafli)

Spot kedua yang menarik kamu kunjungi berada di dalam Kampung Kayutangan Heritage. Namanya adalah Bougenville Cafe. Kafe ini memiliki karakter yang unik dengan nuansa vintage dan rustic javanese heritage yang terasa kuat. Berbagai benda kuno dan kerajinan tradisional seperti ukiran kayu, furnitur jawa, rotan, patung tradisional, dan lampu klasik menghiasi seluruh area kafe. Sesuai dengan namanya, Bougenville Cafe memang memiliki spot menarik dengan dihiasi bunga kertas yang menjuntai indah. Di sinilah para pelancong biasa mengabadikan momen sambil menikmati sudut kayutangan yang sejuk dan asri.

Jika kamu berencana berkunjung ke Bougenville Cafe, cukup siapkan uang Rp7 ribu–Rp20 ribuan untuk menikmati beragam menu yang ditawarkan. Beberapa menu yang patut kamu coba adalah Es Kopi Bougenville dan Burger Kampoeng. Untuk waktu berkunjung, Bougenville Cafe buka pada pukul 10:00–22:00 WIB pada Sabtu dan Minggu, dan pukul 13:00–22:00 WIB pada Selasa--Jumat. Jangan sampai salah jadwal karena tiap Senin kafe ini tutup.


3. Menemukan sudut estetis di Kios Mera

potret suasana Kios Mera
potret suasana Kios Mera (dok. Pribadi/Valentino Nathaniel)

Spot ketiga yang masih berada di dalam Kampung Kayutangan adalah Kios Mera. Bertempat di Jalan Arief Rahman Gang 2, Spot ini cukup populer di kalangan Gen Z yang gemar foto berlatar belakang estetik. Meski tempatnya mungil dan berada tepat di sudut persimpangan gang, Kios Mera justru mudah mencuri perhatian para wisatawan untuk bersinggah. Bangunan dua lantai yang didominasi warna putih dengan tulisan “mera” berwarna merah itu menghadirkan nuansa estetis dan instagram-able. Tak sedikit wisatawan yang mampir bukan hanya untuk membeli minuman dan camilan, tapi juga mengabadikan momen di depan kios yang fotogenik ini. 

Selain estetis, Kios Mera menawarkan beragam minuman yang menarik dicoba. Salah satu yang menjadi andalan adalah Madea. Teh yang dipadukan dengan rasa segar buah stroberi dan kecut asam dari rosella menghadirkan kesegaran yang unik. Madea dibanderol dengan harga Rp15 ribu saja. Nah, kalau kamu ingin yang lebih mengenyangkan dan manis, mera juga menjual Chicken Cutlet dan es krim yang tak kalah lezat dengan range harga Rp12 ribu hingga Rp17 ribuan. Menawarrkan harga ramah di kantong dan buka mulai pukul 08:00 hingga 21:00 WIB, Mera bisa jadi pilihan yang pas untuk beristirahat, jajan, sekaligus berburu foto estetis selama menjelajahi Kayutangan.

4. Menutup perjalanan dengan kuliner otentik di Pengyu Kopitiam

potret suasana Pengyu Kopitiam
potret suasana Pengyu Kopitiam (instagram.com/pengyukopitiam)

Jika setelah menyusuri Kayutangan perutmu mulai keroncongan, spot terakhir ini adalah pilihan yang tepat untuk mengisi energi. Berlokasi di area pertokoan lama Kayutangan, tepatnya di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kauman, Kecamatan Klojen, Pengyu Kopitiam telah berdiri sejak 2022. Namun, sejarah tempat ini ternyata jauh lebih panjang. Awalnya tempat ini merupakan bangunan tempat pangkas rambut legendaris sejak tahun 70-an dengan nama pangkas rambut Sahabat.

Pengyu Kopitiam sendiri merupakan gabungan dua nama kedai kuliner yang cukup terkenal di Malang, yaitu Depot 2 Legenda dan Toko Kopi Kongca. Salah satu menu yang wajib kamu coba di sana adalah Mie Kwa dengan kuah kari kental dan bumbu otentik dari Pengyu. Namun, jika kamu tidak ingin makan berat, kamu bisa mencoba Roti Gandum Srikaya Butter dan Butter Coffee yang menggugah. Terdapat juga Es Milo Melayu, Es Kopi O, dan Teh Tarik panas yang menjadi best seller mereka. Soal harga kamu tidak perlu khawatir. Menu-menu di Pengyu Kopitiam dibanderol mulai dari Rp5 ribu hingga Rp30 ribuan sehingga cukup ramah di kantong.  Kedai ini buka setiap hari kecuali Kamis, pukul 07:30–21:00 WIB.

Keempat spot di atas bukan sekedar tempat untuk bersinggah, makan, atau berfoto. Masing-masing spot ini menjadi bagian dari pengalaman walking tourism yang seru, unik, dan tidak monoton. Untuk mendapat pengalaman yang lebih maksimal, kamu bisa menyusuri Kampung Kayutangan dari arah utara menuju selatan. Perjalanan bisa dimulai dari Toko Meru untuk berburu pernak-pernik unik dan kreatif. Dilanjutkan menuju Bougenville Cafe untuk beristirahat sejenak menikmati kopi dalam suasana Jawa tempo dulu, sekaligus berburu foto di bawah rimbunnya bunga bougenville. Setelah itu, beranjak menuju Kios Mera untuk menikmati suasana gang dan berfoto dengan latar belakang estetik. Terakhir, perjalananmu bisa ditutup dengan semangkuk Mie Kwa dan segelas teh tarik yang akan menghangatkanmu di tengah dinginnya Malang. 

Menikmati walking tourism di Kayutangan Heritage bisa dengan berbagai cara. Ini bukan tentang destinasi yang kamu tuju, tapi juga tentang apa yang kamu temukan di sepanjang perjalanan karena tiap langkah membawa pengalaman dan cerita yang berbeda. Jadi, sudah siap mengunjungi Kayutangan sebagai destinasi wisata berikutnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More