Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Jenis Scamming saat Haji di Mekkah, Sering Jebak Jemaah Indonesia

7 Jenis Scamming saat Haji di Mekkah, Sering Jebak Jemaah Indonesia
Ilustrasi ibadah haji (IDN Times/Sunariyah)

Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang penting bagi setiap muslim. Kamu perlu menyiapkan waktu, tenaga, dan biaya yang ekstra untuk dapat menunaikan ibadah haji.

Semua dilakukan demi ibadah yang lancar dan khusyuk. Oleh karena itu, penting untuk menjaga diri dari hal yang bisa mengganggu, termasuk penipuan.

Meski berada di Tanah Suci, praktik scam atau penipuan tetap kerap dijumpai. Oknum pun sering mengincar jemaah Indonesia, karena dikenal ramah dan mudah percaya. Nah, jangan sampai kamu terlambat menyadarinya! Kamu perlu memahami modus yang sering terjadi sebelum berangkat haji.

Berikut tujuh jenis scamming atau penipuan yang sering dialami jemaah haji di Mekkah.

Table of Content

1. Modus mahasiswa minta bantuan

1. Modus mahasiswa minta bantuan

Salah satu modus yang sering terjadi adalah orang yang mengaku sebagai mahasiswa. Orang asing dengan penampilan rapi dan terlihat muda biasanya akan mengajakmu ngobrol. Biasanya mereka mengaku mahasiswa dari Mekkah atau Madinah.

Setelah obrolan terasa santai, mereka berubah menjadi curhat soal kesulitan bayar kuliah. Tujuannya tentu saja untuk meminta uang. Kalau sudah masuk ke arah ini, sebaiknya segera akhiri percakapan dan bergegaslah pergi.

2. Mengaku sebagai pengungsi

Suasana Masjidil Haram, Makkah di musim haji (IDN Times/Umi Kalsum)
Suasana Masjidil Haram, Makkah di musim haji (IDN Times/Umi Kalsum)

Ada pula yang mengaku sebagai pengungsi dari Palestina, Suriah, atau Yaman. Mereka langsung mendekat dan menyatakan kehabisan uang. Bahkan, mereka tak segan untuk minta tolong dengan nada memohon. Kadang sambil mendoakan kamu, agar terlihat tulus.

Modus ini sering muncul di area Masjidil Haram. Sebaiknya langsung tolak saja dan jangan pernah mengeluarkan dompet di tempat ramai.

3. Jasa cium Hajar Aswad

Hajar Aswad merupakan batu yang berada di sudut Kabah. Jemaah pun berlomba-lomba ingin menyentuh atau menciumnya saat tawaf. Ternyata, ada beberapa oknum yang memanfaatkan situasi ini dengan menawarkan jasa pengawalan, agar bisa mendekat Hajar Aswad.

Setelah itu, mereka akan bilang bayar seikhlasnya. Banyak jemaah yang sering menganggap hal ini sebagai kemudahan dari Allah. Padahal itu adalah jebakan. Mereka akan menagih kamu dengan nominal tinggi sekitar Rp1,5 juta-Rp3 juta.

4. Modus meminjamkan gunting saat tahalul

Ilustrasi Jamaah Haji
Ilustrasi Jamaah Haji (IDN Times/Umi Kalsum)

Tahalul merupakan proses memotong rambut sebagai tanda selesai rangkaian ibadah haji. Pada momen ini, biasanya ada orang yang tiba-tiba menawarkan bantuan memotong rambut.

Bagi jemaah yang belum tahu akan menyangka mereka sebagai petugas. Setelah selesai, mereka meminta bayaran meski kamu hanya meminjam gunting. Oleh karena itu, lebih baik kamu membawa gunting sendiri sejak awal.

5. Menaikkan tarif taksi

Kamu juga perlu waspada saat naik taksi di Mekkah. Sopir bisa mengubah harga di tengah jalan. Mereka meminta tambahan di luar kesepakatan awal.

Bahkan, ada yang mengancam menurunkan penumpang jika tidak mau bayar lebih. Hal ini akan membuat kamu gak punya pilihan lain. Jadi, pastikan harga sudah jelas sejak awal atau gunakan transportasi resmi, ya!

6. Modus kehilangan paspor

Modus ini biasanya diawali dengan pertanyaan, "Apakah kamu bisa berbahasa Inggris?" Setelah itu, percakapan berubah menjadi cerita soal paspor yang hilang.

Mereka mengaku kesulitan pulang atau tidak punya uang untuk mengurus dokumen. Tujuannya agar kamu merasa kasihan, lalu memberi bantuan uang. Jika mengalami situasi seperti ini, cukup tolak dengan sopan dan jangan terpancing dengan cerita mereka.

7. Menawarkan jasa foto

Jabal Uhud, Madinah
Jabal Uhud, Madinah (IDN Times/Sunariyah)

Usai berhaji, jemaah yang berkunjung ke Jabal Rahmah di Mekkah dan Jabal Uhud di Madinah. Dua lokasi bersejarah bagi umat muslim. Scam yang mereka lakukan adalah menawarkan bantuan memotret.

Setelah foto selesai, mereka meminta bayaran. Ada juga yang menawarkan sorban atau atribut khas Arab untuk dipakai saat berfoto. Setelah digunakan, kamu akan diminta uang juga. Sebaiknya gunakan kamera sendiri atau minta bantuan sesama jemaah yang kamu kenal.

Dengan memahami berbagai modus di atas, kamu bisa lebih waspada dan gak mudah percaya. Semoga ibadah haji kamu menjadi lebih tenang dan fokus.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Related Articles

See More

Estimasi Biaya Pendakian Gunung Semeru

04 Mei 2026, 19:30 WIBTravel
Apa Itu Pajak Turis?

Apa Itu Pajak Turis?

04 Mei 2026, 14:30 WIBTravel