4 Tips Memilih Penerbangan yang Minim Risiko Delay

- Keterlambatan penerbangan sering terjadi karena faktor cuaca, kepadatan udara, dan masalah operasional, namun bisa diminimalisir dengan memilih jadwal dan maskapai secara cermat.
- Penerbangan pagi hari serta bandara yang tidak terlalu padat dinilai lebih minim risiko delay karena kondisi cuaca stabil dan operasional lebih lancar.
- Memeriksa riwayat ketepatan waktu maskapai serta memberi jeda cukup pada jadwal transit membantu penumpang menghindari stres akibat perubahan jadwal mendadak.
Keterlambatan penerbangan atau delay memang menjadi salah satu hal yang sering terjadi dalam dunia perjalanan udara yang bisa mengganggu rencana perjalanan dari penumpang. Kondisi ini memang bisa diakibatkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi cuaca, kepadatan lalu lintas udara, hingga masalah operasional yang dialami oleh maskapai.
Walau memang tidak semua keterlambatan bisa dihindari, penumpang sebetulnya bisa meminimalisir risiko dengan memilih penerbangan secara cermat. Dengan mempertimbangkan beberapa tips memilih penerbangan yang minim risiko delay, setidaknya peluang untuk mendapatkan penerbangan yang lebih tepat waktu pun bisa meningkat.
1. Memilih jadwal penerbangan pada pagi hari

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko delay adalah dengan memilih penerbangan yang berangkat di pagi hari. Pada waktu ini, jadwal penerbangan biasanya akan lebih sesuai dengan rencana karena belum terdampak oleh adanya keterlambatan dari penerbangan sebelumnya.
Kondisi cuaca pada pagi hari pada umumnya lebih stabil jika dibandingkan dengan siang atau bahkan malam hari, sehingga gangguan yang diakibatkan oleh operasional akan lebih kecil. Hal ini juga akan membuat proses penerbangan pagi dianggap lebih aman dari efek domino keterlambatan yang mungkin kerap terjadi sepanjang hari.
2. Memilih bandara dengan tingkat kepadatan yang tidak terlalu tinggi

Bandara yang padat kerap kali memiliki jalur penerbangan yang juga sangat rapat, sehingga risiko keterlambatan pun akan lebih tinggi. Pada saat ada salah satu penerbangan yang mengalami gangguan, maka dampaknya bisa merembet ke jadwal penerbangan lain yang memang menggunakan landasan serupa.
Jika memungkinkan, pilihlah bandara alternatif yang memang memiliki tingkat kepadatan lebih rendah atau bahkan jadwal penerbangan yang tidak terlalu padat. Bandara yang lebih lengang biasanya memiliki proses operasional yang lebih lancar, sehingga risiko terjadinya delay pun dapat diminimalkan.
3. Memeriksa riwayat ketepatan waktu maskapai

Sebelum memesan tiket, sebaiknya kamu dapat memeriksa terlebih dahulu reputasi maskapai dalam urusan ketepatan waktu penerbangan. Beberapa maskapai dikenal memiliki catatan on-time performance yang lebih baik karena memang manajemen operasionalnya berjalan dengan efisien.
Informasi yang ada kerap ditemukan melalui berbagai situs perjalanan atau bahkan laporan statistik penerbangan yang memang telah tersedia secara daring. Dengan memilih maskapai yang memiliki rekam jejak positif, peluang untuk memperoleh penerbangan tanpa delay pun akan lebih besar.
4. Menghindari jadwal transit yang terlalu sempit

Bagi para penumpang yang harus melakukan perjalanan dengan penerbangan transit, penting untuk memperhatikan soal jarak waktu antar-penerbangan tersebut. Jadwal transit yang terlalu sempit justru bisa meningkatkan risiko ketinggalan penerbangan lanjutan apabila sampai terjadi keterlambatan kecil pada penerbangan pertama.
Setidaknya dengan memberikan waktu jeda yang cukup antara penerbangan, justru bisa memberikan ruang untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak terduga. Selain membuat perjalanan lebih tenang, langkah ini juga cukup efektif untuk membantu penumpang menghindari risiko stres yang diakibatkan oleh perubahan jadwal secara mendadak.
Memilih penerbangan yang minim risiko delay bukan hanya bergantung pada keberuntungan, tetapi juga pada keputusan yang diambil sebelum memesan tiket. Dengan memperhatikan beberapa hal di atas, penumpang bisa mengurangi risiko gangguan dalam perjalanan. Melalui strategi yang tepat, peluang mengalami keterlambatan penerbangan pun dapat dihindari.


















