Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Turis Suka Berfoto di Depan Reklame Glico Man di Dotonburi?
Potret reklame Glico Man di Dotonburi, Osaka, Jepang (unsplash.com/Wenhao Ruan)
  • Glico Man, billboard atlet berlari yang menjadi landmark Dotonbori sejak 1935, dianggap simbol Osaka dan bukti autentik kunjungan wisatawan, sehingga area Jembatan Ebisubashi ramai pemburu foto.

  • Turis gemar meniru pose atlet dengan kedua tangan terangkat dan satu kaki diangkat, menciptakan pengalaman kolektif yang ceria serta foto liburan yang menarik untuk media sosial.

  • Billboard setinggi sekitar 20 meter ini sedang dilepas untuk renovasi karena kualitas 140 ribu lampu LED menurun; lokasinya tetap strategis di pusat kuliner dan hiburan Dotonbori.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kawasan Dotonbori di Osaka, Jepang, tak pernah sepi dari kerumunan turis, baik lokal maupun internasional. Hampir semua turis yang sedang liburan ke Jepang akan menyempatkan diri untuk mengambil foto di depan papan reklame (billboard) ikonik bernama Glico Man.

Rupanya, papan raksasa yang menampilkan sosok atlet berlari menyeberangi garis finish ini telah menjadi landmark Dotonburi sejak 1935. Selama hampir seabad, Glico Man telah mengalami pergantian hingga enam kali. Potret pelari yang ada saat ini adalah generasi keenam dengan tinggi sekitar 20 meter dan lebar 10,38 meter.

Sayangnya, turis yang berencana ke Dotonburi dalam waktu dekat tidak dapat menyaksikan Glico Man. Papan tersebut dilepas sementara dengan alasan renovasi dan peremajaan menyeluruh. Langkah ini diambil karena kualitas 140 ribu lampu LED yang melapisinya sudah mengalami penurunan drastis. Sontak hal ini membuat mereka kecewa.

Di balik kekecewaan tersebut, kamu penasaran gak, sih, kenapa turis suka berfoto di depan reklame Glico Man ini? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini!

1. Simbol dan identitas kota Osaka

Potret reklame Glico Man di Dotonburi, Osaka, Jepang (unsplash.com/Buddy AN)

Papan reklame Glico Man bukan sekadar iklan komersial biasa, melainkan telah menjelma menjadi simbol dan identitas utama bagi Kota Osaka sejak pertama kali dipasang pada tahun 1935. Bagi sebagian besar turis mancanegara, foto berlatar belakang atlet berlari ini adalah bukti autentik bahwa mereka telah benar-benar menginjakkan kaki di Osaka. Tak heran jika area di sekitar Jembatan Ebisubashi selalu dipenuhi kerumunan orang yang rela mengantre demi mendapatkan sudut foto terbaik.

Keberadaannya yang terus dipertahankan dari generasi ke generasi membuat Glico Man memiliki ikatan emosional tersendiri bagi warga lokal maupun turis mancanegara. Setiap kali ada perubahan generasi pada papan reklame ini, publik selalu menyambutnya dengan sangat antusias.

2. Berpose ala altet Glico Man

Potret reklame Glico Man di Dotonburi, Osaka, Jepang (unsplash.com/Miram Oh)

Satu hal yang membuat momen berfoto di depan Glico Man begitu diminati adalah pose khas yang kerap ditiru turis. Mulai dari anak-anak hingga orang tua, mereka secara spontan akan mengangkat kedua tangan ke atas sambil mengangkat satu kaki menirukan gaya sang atlet. Momen memberikan kebahagiaan tersendiri dan menciptakan suasana ceria di atas jembatan.

Gaya berfoto yang seragam namun menyenangkan ini juga menciptakan pengalaman kolektif yang unik antarsesama pelancong dari berbagai belahan dunia. Melihat puluhan orang di sekeliling melakukan gerakan yang sama tanpa rasa canggung justru menjadi hiburan tersendiri. Pose ini membuat hasil foto liburan terasa lebih hidup dan ceria saat diunggah ke media sosial.

3. Keindahan visual pada malam hari

Potret reklame Glico Man di Dotonburi, Osaka, Jepang (unsplash.com/Wenhao Ruan)

Visual papan reklame ini makin terlihat "cetar" ketika malam tiba dan ratusan ribu lampu LED akan menyala terang. Cahaya warna-warni juga akan memantul indah di atas permukaan kanal Dotonbori. Pemandangan megah ini menciptakan atmosfer khas kota megapolitan Jepang yang selalu berhasil menyihir mata pengunjung.

Teknologi lampu LED yang telah dipasang sejak 10 tahun lalu ini rupanya juga mampu menampilkan efek pencahayaan dinamis yang sangat memanjakan kamera. Gemerlap cahaya dari Glico Man memberikan efek yang sempurna untuk foto malam hari. Foto-fotomu pun bakal terlihat Instagramable dan ikonik!

4. Lokasi strategis di pusat kuliner dan hiburan

Papan reklame Glico Man di Osaka, Jepang (unsplash.com/Jaden William)

Alasan terakhir kenapa turis suka foto di depan reklame Glico man ini, karena letaknya yang sangat strategis, tepatnya di persimpangan utama Dotonbori. Kawasan ini merupakan pusat kuliner dan hiburan lokal Osaka. Wisatawan bisa berburu takoyaki, okonomiyaki, dan street food lezat lainnya. Setelah puas berkuliner dan berbelanja, mengabadikan momen di depan Glico Man menjadi penutup aktivitas yang sempurna.

Tak hanya itu, aksesibilitasnya yang sangat mudah dijangkau dari berbagai sudut area belanja Shinsaibashi membuat area ini tak pernah sepi pengunjung sejak pagi hingga larut malam. Perpaduan yang sempurna antara pusat hiburan, kuliner, dan spot estetik ini membuat setiap pengunjung betah berlama-lama di sini.

Meski harus bersabar sejenak selama masa renovasi dan peremajaan lampu LED, kembalinya tampilan anyar Glico Man kelak dipastikan akan menyedot perhatian wisatawan yang lebih besar lagi untuk kembali berfoto di Dotonbori. Tunggu sampai selesai, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article