Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Panduan Naik Subway di New York untuk Pemula biar Gak Nyasar
ilustrasi seorang pria menunggu subway di stasiun (unsplash.com/Claudio Schwarz)
  • New York bersiap menyambut ribuan wisatawan menjelang final Piala Dunia 2026, dan panduan ini membantu turis memahami cara menggunakan subway agar tidak tersesat.
  • Sistem subway New York memiliki 36 jalur dan 472 stasiun, dengan pembayaran menggunakan OMNY atau MetroCard seharga sekitar 2,90 dolar AS per perjalanan.
  • Penumpang perlu mengenali perbedaan kereta lokal dan ekspres, menjaga keamanan dari pencopetan, serta mengikuti etika naik turun kereta di stasiun yang padat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

New York masih menjadi kota impian bagi banyak orang untuk berwisata. Menjelang final Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di MetLife Stadium pada 19 Juli 2026, New York akan dikunjungi oleh ribuan penggemar sepak bola dari berbagai negara. Meski terdengar menyenangkan, kunjungan ke New York juga bisa membuat orang yang baru pertama kali ke sana merasa gugup.

Bagaimanapun, New York adalah kota besar, gak heran kalau banyak hal membuat kita kebingungan. Termasuk saat menggunakan kereta bawah tanah atau subway yang merupakan transportasi favorit warga lokal.

Jika kamu salah satu orang yang berencana berkunjung ke New York dalam waktu dekat dan bingung tentang tata cara naik subway, panduan di bawah ini bisa membantu kamu. Dijamin gak akan nyasar, deh!

1. Pelajari rute perjalanan

ilustrasi seorang perempuan berjalan ke stasiun subway (unsplash.com/Esteban Chinchilla)

Gak banyak yang tahu kalau sistem kereta bawah tanah atau subway di New York adalah yang terbesar di dunia. Bagaimana tidak? Sistem subway di sini memiliki total 36 jalur dan 472 stasiun yang menghubungkan Manhattan, Queens, Brooklyn, dan Bronx.

Bagi warga lokal yang terbiasa, banyaknya stasiun gak akan bikin mereka bingung. Namun, bagi turis yang baru pertama kali naik subway, ceritanya bisa berbeda.

Berbeda dengan kereta di Indonesia yang tujuan akhirnya tertulis di bagian depan kereta, setiap kereta bawah tanah di New York hanya menyertakan angka atau huruf seperti A, C, E, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan beberapa huruf lainnya. Angka maupun huruf ini menunjukkan jalur dan tujuan kereta.

Pada peta subway, masing-masing jalur akan dikelompokkan berdasarkan warna. Tenang, sebagai turis, kamu gak perlu mengingat semuanya. Sebagai gantinya, kamu hanya perlu mempelajari rute yang akan kamu tempuh hari ini lewat aplikasi subway, seperti CityMapper, yang memberikan rute transportasi terperinci di New York, termasuk rute kereta bawah tanah.

2. Gunakan OMNY atau MetroCard

ilustrasi seorang perempuan sedang melakukan pembayaran melalui OMNY (unsplash.com/Camrecan Yurtman)

Berbeda dengan transportasi umum di Jabodetabek yang masih menggunakan kartu untuk ditap, subway di New York sudah menggunakan OMNY (One Metro New York), sistem pembayaran contactless.

Alih-alih menggunakan kartu, kamu bisa langsung membayar dari akun Apple Pay yang udah terintegrasi dengan kartu debit atau kredit. Caranya cukup dekatkan layar ponsel pada mesin pintu keluar stasiun dan kamu sudah melakukan pembayaran.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan MetroCard yang sistemnya sama seperti kartu transportasi umum di Jabodetabek. Jadi, kamu membeli kartu MetroCard di stasiun kereta bawah tanah, melakukan isi ulang saldo, dan kartu siap digunakan. Untuk subway sendiri, tarifnya cukup terjangkau, yakni hanya 2,90 dolar AS atau Rp52 ribuan untuk setiap perjalanan. Gak heran kalau orang New York cinta banget sama transportasi satu ini!

3. Cari tahu perbedaan kereta lokal dan ekspres

ilustrasi subway di New York (unsplash.com/Nirmal Rajendharkumar)

Meski tinggal di New York, banyak warga lokal masih sering salah naik kereta. Pasalnya, di New York sendiri, subway terbagi menjadi dua jenis, yakni subway lokal dan ekspres.

Sama seperti sistem kereta api di Indonesia dulu, subway lokal akan berhenti di setiap stasiun. Sedangkan subway ekspres hanya akan berhenti di stasiun besar yang melayani banyak penumpang. Sayangnya, di badan kereta sendiri gak selalu ada tulisan yang menunjukkan kereta itu lokal atau ekspres.

Lantas, bagaimana cara membedakan mana subway lokal dan ekspres? Informasi seputar kereta ekspres dan lokal biasanya bisa didapatkan di layar informasi di peron. Selain itu, sebelum berangkat, masinis juga biasanya memberitahu penumpang mengenai informasi kereta dan tujuan akhirnya. Cara lain yang gak kalah ampuh adalah, kamu bisa mengecek informasi di aplikasi CityMapper, Google Maps, atau Apple Maps mengenai rute dan kereta yang akan kamu gunakan.

4. Menjauh dari pintu masuk

ilustrasi suasana stasiun subway yang penuh (unsplash.com/Victor Rodriguez)

Subway di New York memang selalu padat, terutama di jam-jam sibuk. Namun, sebagai turis, ada baiknya kamu tetap mematuhi aturan yang berlaku. Saat kereta datang, tunggu sampai semua penumpang yang turun keluar dari peron kereta sebelum kamu masuk ke dalam.

Selain itu, jika stasiun tujuan kamu memang masih jauh, sebaiknya segera bergerak ke peron dan cari tempat duduk. Hindari berdiri di dekat pintu, karena selain dapat menghalangi penumpang lain yang mau turun, berdiri di dekat pintu juga bikin kamu berisiko kena copet.

Yap, di subway pencopetan masih kerap terjadi. Biasanya, para pencopet ini beraksi di jam sibuk dan menyasar mereka yang berdiri di dekat pintu dengan merebut tas atau smartphone yang dipegang penumpang sebelum pintu tertutup. Supaya tetap aman, simpan smartphone di bagian dalam tas atau jaket. Letakkan tas di pangkuan atau pindahkan ke bagian depan tubuh. Hindari juga menyimpan dompet atau smartphone di saku celana karena akan lebih mudah diambil.

Bagi turis yang baru pertama kali ke New York, aturan dan rute subway memang kerap kali bikin bingung. Namun, selama kamu mempelajari rute yang ada, kamu seharusnya gak akan mengalami masalah. Jika kamu masih bingung, jangan ragu untuk bertanya pada seseorang di stasiun. Orang New York memang terkesan cuek, tapi mereka cukup ramah dan gak keberatan membantu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article