Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perbedaan Kamar Connecting dan Adjoining di Hotel
ilustrasi kamar hotel (unsplash.com/Aquilion Property)
  • Connecting room memiliki pintu penghubung internal sehingga tamu dapat berpindah tanpa koridor, meski tiap kamar tetap punya akses sendiri dari lorong hotel.
  • Adjoining room adalah kamar berdampingan atau berdekatan tanpa pintu internal; tamu harus melewati koridor untuk mengunjungi kamar sebelah dan mendapat privasi lebih.
  • Pilih sesuai kebutuhan rombongan: connecting room praktis untuk anak kecil, adjoining room cocok bagi dewasa; konfirmasi fasilitas, ketersediaan, dan pesan lebih awal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat merencanakan liburan bersama keluarga besar atau sahabat, memesan dua kamar hotel bisa menjadi pilihan yang nyaman. Orang tua bisa beristirahat di kamar sendiri, sementara anak-anak atau anggota keluarga lainnya menempati kamar di sebelahnya. Di antara berbagai pilihan, kamu pasti sering mendengar istilah connecting room dan adjoining room, kan?

Kedua tipe kamar ini kerap dianggap sama karena sama-sama merujuk pada kamar yang letaknya berdekatan. Padahal, keduanya memiliki perbedaan penting, terutama keberadaan pintu penghubung. Agar tidak keliru memilih kamar saat liburan, ketahui perbedaan kamar connecting dan adjoining di hotel berikut ini.

1. Apa itu connecting room?

ilustrasi connecting room dengan pintu penghubung (unsplash.com/Huy Nguyen)

Connecting room merupakan dua kamar hotel atau lebih yang memiliki pintu penghubung di bagian dalam. Dengan fasilitas ini, kamu dapat berpindah dari satu kamar ke kamar lainnya tanpa perlu keluar ke koridor hotel. Menariknya, setiap kamar tetap memiliki akses masuk sendiri dari lorong hotel. Jadi, meskipun saling terhubung, kamar-kamar ini tetap menyediakan ruang pribadi bagi penghuninya.

Tipe kamar ini cocok untuk keluarga yang membawa anak kecil, sehingga orang tua tidur di satu kamar, sedangkan anak-anak menempati kamar di sebelahnya. Ketika membutuhkan bantuan atau ingin memastikan anak-anak baik-baik saja, orang tua dapat masuk melalui pintu penghubung.

Connecting room juga praktis untuk perjalanan bersama keluarga besar yang ingin tetap dekat tanpa harus berbagi satu ruangan tidur. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua hotel menyediakan tipe kamar ini.

2. Apa itu adjoining room?

ilustrasi koridor kamar hotel (unsplash.com/Point3D Commercial Imaging Ltd.)

Berbeda dengan connecting room, adjoining room merupakan dua kamar yang terletak berdampingan atau berdekatan tanpa pintu penghubung di bagian dalam. Artinya, kamu harus keluar melalui pintu masing-masing dan melewati koridor hotel jika ingin mengunjungi kamar sebelah. Meski tidak bisa berpindah secara langsung, adjoining room tetap menawarkan keuntungan karena anggota keluarga atau teman dapat menginap di dekatnya.

Tipe kamar ini juga bisa menjadi pilihan bagi keluarga besar yang sudah membawa anak remaja atau bepergian bersama orang dewasa lainnya yang membutuhkan privasi lebih. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa istilah adjoining room terkadang digunakan secara berbeda oleh masing-masing hotel. Karena itu, sebaiknya tanyakan secara spesifik apakah kamar yang ditawarkan benar-benar bersebelahan.

3. Perbedaan connecting dan adjoining room yang wajib diketahui

ilustrasi pintu penghubung antar kamar (unsplash.com/Finn Mund)

Sekilas, connecting room dan adjoining room memang terlihat serupa karena sama-sama menawarkan kamar hotel yang berdekatan. Namun, perbedaan paling mendasar terletak pada keberadaan pintu penghubung di antara kedua kamar.

Connecting room memiliki pintu yang umumnya dapat dikunci dari dalam, sehingga memungkinkan tamu berpindah kamar tanpa harus keluar ke koridor hotel. Sementara itu, adjoining room merupakan kamar bersebelahan atau berdekatan, tetapi tidak memiliki pintu penghubung sehingga tamu perlu melewati koridor jika ingin mengunjungi kamar sebelah.

Selain itu, connecting room cenderung memiliki tingkat privasi yang sedang karena pintu penghubung bisa dibuka atau ditutup. Sedangkan adjoining room bisa jadi pilihan bagi teman atau anggota keluarga dewasa yang ingin berdekatan tanpa mengurangi privasi masing-masing.

Keduanya juga tidak otomatis memiliki harga yang sama. Tarif yang ditawarkan bisa berbeda menurut tipe kamar, tanggal menginap, fasilitas, serta kebijakan masing-masing properti. Jadi, jangan hanya terpaku pada nama kamar ketika melakukan pemesanan. Pastikan fasilitas yang kamu butuhkan benar-benar tersedia sehingga kamu bisa menikmati pengalaman menginap dengan nyaman.

4. Mana yang lebih cocok untuk liburan keluarga atau bareng teman?

ilustrasi menginap di hotel (unsplash.com/Ikiik Studio)

Memilih kamar hotel dapat disesuaikan dengan siapa yang ikut bepergian dan seberapa sering kalian perlu berpindah antarkamar. Jika kamu berlibur bersama anak kecil, connecting room bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. Pintu penghubung memudahkan orang tua menjangkau anak tanpa perlu keluar ke koridor, dengan tetap mendapatkan dua ruang tidur yang terpisah.

Sementara itu, adjoining room lebih sesuai jika kamu bepergian bersama orang dewasa lainnya, seperti saudara, teman, atau rekan kerja yang ingin tetap berdekatan, tetapi membutuhkan ruang pribadi. Untuk perjalanan bersama kakek dan nenek, kamu bisa mempertimbangkan keduanya. Connecting room bisa membantu jika anggota keluarga perlu sering saling mengunjungi, sedangkan adjoining room cocok apabila kedekatan lokasi sudah cukup.

5. Tips memesan kamar connecting dan adjoining

ilustrasi memesan kamar hotel (unsplash.com/Kateryna Hliznitsova)

Sebelum membayar reservasi hotel yang cocok untuk liburanmu, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu periksa agar tidak kecewa saat tiba di lokasi seperti berikut ini:

  1. Pastikan kamar yang benar-benar kamu butuhkan. Jika ingin ada akses langsung antarkamar, sebutkan secara jelas bahwa kamu membutuhkan connecting room dengan pintu penghubung di dalam.

  2. Periksa kembali pilihan kamar hotel sebelum melakukan reservasi. Jangan berasumsi bahwa permintaan kamar berdekatan otomatis akan mendapatkan kamar tipe connecting room.

  3. Kamu bisa menghubungi hotel secara langsung untuk tipe kamar yang dibutuhkan pada tanggal menginapmu. Jika pintu penghubung merupakan kebutuhan penting, pastikan tersedia sebelum menyelesaikan pembayaran.

  4. Lakukan pemesanan lebih awal, karena kamar dengan konfigurasi tertentu bisa terbatas. Memesan lebih awal dapat membantumu mendapatkan jenis kamar yang benar-benar dibutuhkan.

  5. Jika connecting room tidak tersedia di hotel pilihanmu, tanyakan alternatif lainnya, seperti adjoining room, kamar keluarga, suite, atau pilihan lain, yang sesuai dengan kebutuhan rombongan.

Memilih kamar hotel bukan sekadar soal tempat untuk melepas lelah, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman menginap yang nyaman bersama orang-orang terdekat. Memahami perbedaan kamar connecting dan adjoining di hotel dapat membantumu menentukan pilihan yang paling sesuai, baik untuk liburan keluarga maupun perjalanan bersama teman-teman.

Sebelum menekan tombol pesan, luangkan waktu untuk membaca detail kamar dan memastikan fasilitas yang ada di dalamnya. Jadi, jangan sampai salah pesan, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article