Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perbedaan Transit dan Transfer dalam Dunia Penerbangan

Perbedaan Transit dan Transfer dalam Dunia Penerbangan
Potret penumpang di bandara (unsplash.com/anete_lusina)

Saat bepergian dengan pesawat dan menempuh perjalanan berdurasi panjang, biasanya penumpang harus singgah terlebih dahulu di suatu bandara sebelum melanjutkan ke tujuan akhir. Bahkan, ada yang harus singgah beberapa kali.

Dalam dunia penebangan, proses singgah ini kerap disebut sebagai transit dan transfer. Kata transit mungkin lebih familier dan sering diucapkan banyak orang dibandingkan transfer. Lantas, apakah transit dan transfer ini sama?

Mengutip dari akun Instagram Ditjen Perhubungan Udara RI, @djpu_151, transit dan transfer pesawat mempunyai makna yang berbeda. Setiap traveler yang akan melakukan perjalanan jauh dengan pesawat terbang harus mengetahui perbedaan keduanya untuk memudahkan prosesnya.

Selengkapnya,, simak penjelasan tentang perbedaan transit dan transfer dalam dunia penerbangan di bawah ini, yuk!

1. Pesawat yang digunakan dan nomor penerbangannya

Potret penumpang pesawat
Potret penumpang pesawat (pexels.com/Pew Nguyen)

Saat seorang penumpang pesawat harus transit di suatu bandara, artinya ia akan terbang ke bandara lain atau bandara tujuan dengan pesawat yang sama. Begitu pula dengan nomor penerbangannya tidak berubah.

Sementara itu, penumpang yang transfer harus turun dari pesawat, kemudian naik pesawat lain untuk mencapai destinasi selanjutnya atau tujuan akhir. Pesawatnya bisa dari maskapai yang sama dari sebelumnya atau berbeda, tergantung tiket yang dibeli. Nomor penerbangannya tentu saja berubah.

2. Pengambilan bagasi terdaftar

Potret kumpulan koper yang keluar dari bagasi pesawat
Potret kumpulan koper yang keluar dari bagasi pesawat (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Bagasi terdaftar (checked baggage) atau bagasi yang diserahkan kepada petugas saat proses checkin wajib menjadi perhatian penumpang yang melakukan transit maupun transfer. Bagi penumpang transit yang tidak perlu turun atau ganti pesawat, bagasinya tidak perlu diambil, karena otomatis tetap berada di pesawat tersebut hingga ke tujuan akhir. Baggage tag-nya juga biasanya bertuliskan kode bandara terakhir.

Dalam kasus penumpang transfer, ada yang wajib mengambil bagasi dan ada pula yang tidak. Penumpang tidak wajib mengambil bagasi apabila maskapai yang dinaiki sama sejak berangkat hingga sampai ke tujuan akhir (kode booking-nya juga sama). Petugas handling bandaralah yang akan memindahkan bagasi penumpang dari satu pesawat ke pesawat lainnya.

Selain itu, beberapa maskapai memiliki interline baggage agreement, yaitu perjanjian kerjasama yang memungkinkan dua maskapai atau lebih untuk memindahkan bagasi terdaftar secara otomatis antar pesawat saat proses transfer. Biasanya, hal ini berlaku untuk penumpang dengan satu kode PNR (Passenger Name Record) atau kode booking.

Artinya, jika penumpang memiliki dua atau lebih tiket penerbangan dengan satu kode booking dan nantinya harus transfer, maka penumpang tidak perlu memindahkan bagasi sendiri. Namun, hal ini sebaiknya dipastikan lagi kepada petugas checkin atau petugas transfer di bandara.

Sementara itu, bagasi wajib diambil jika penumpang melakukan self-transfer, yaitu memesan dua atau lebih tiket berbeda (kode booking-nya juga berbeda). Setelah bagasi diambil, penumpang harus melakukan checkin ulang di bandara tempat transfer tersebut.

Dalam beberapa kasus, ada maskapai yang memberi catatan penumpang untuk "Collect and re-check baggage" atau "Extra check-in required" saat proses transfer, meski menggunakan maskapai yang sama untuk penerbangan lanjutan. Jika demikian, penumpang harus turun dari pesawat, mengambil bagasi, dan melakukan checkin ulang di konter bandara.

3. Pemeriksaan imigrasi dan security check

Potret autogate di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten
Potret autogate di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Untuk penumpang penerbangan internasional yang transit dan tidak turun dari pesawat, maka tidak perlu melakukan pemeriksaan imigrasi maupun security check lagi. Begitu pula dengan penumpang transfer dan harus pindah pesawat. Selama masih berada di area transit dan tidak keluar bandara, maka tidak perlu melewati imigrasi dan pemeriksaan keamanan.

Sementara itu, penumpang self-transfer dengan penerbangan internasional harus keluar dari imigrasi terlebih dahulu. Setelah mengambil bagasi, pemeriksaan bea cukai, checkin ulang, melewati imigrasi lagi, dan pemeriksaan keamanan (security check). Cukup panjang prosesnya, kan?

Selain itu, penumpang harus memerhatikan aturan terkait visa transit untuk WNI di beberapa negara sebelum berangkat, baik saat transit atau transfer. Misalnya penerbangan harus transit di Australia.

Jika tidak lebih dari 8 jam, penumpang tidak membutuhkan visa transit. Namun, jika lebih dari kurun waktu tersebut dan kurang dari 72 jam, maka harus mengurus visa transit, meskipun tidak keluar dari transit lounge. Pengurusan visa transit ini tidak dipungut biaya dan bisa diajukan secara online.

Nah, sekarang kamu sudah tahu perbedaan antara transit dan transfer. Jangan bingung lagi, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Travel

See More

Kenapa Overtourism Bisa Terjadi pada Sebuah Destinasi?

31 Mar 2026, 14:20 WIBTravel