Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Ada Orang Pergi Liburan untuk Tidur dan Istirahat?

4 min read
Kenapa Ada Orang Pergi Liburan untuk Tidur dan Istirahat?
ilustrasi tidur (unsplash.com/Kinga Cichewicz)
  • Banyak orang memilih liburan untuk tidur dan beristirahat demi lepas sejenak dari rutinitas pekerjaan, urusan rumah, serta beban pikiran yang berulang.
  • Menginap di hotel memberi suasana lebih tenang dari rumah, dengan minim gangguan pekerjaan dan fasilitas seperti kasur, pencahayaan, serta kamar yang mendukung kualitas tidur.
  • Tren sleep tourism berkembang melalui hotel dan resor yang menawarkan program pemulihan; liburan tak harus padat aktivitas, melainkan bisa berfokus mengembalikan energi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Liburan biasanya identik dengan jalan-jalan, mencoba kuliner baru, mengunjungi tempat wisata, atau hunting foto untuk diunggah ke media sosial. Namun, belakangan ini banyak orang yang justru pergi berlibur dengan tujuan yang cukup sederhana, yaitu tidur dan beristirahat. Mereka tidak terlalu memikirkan berapa banyak tempat yang harus dikunjungi selama perjalanan.

Bagi sebagian orang, menghabiskan waktu di hotel dengan tidur lebih lama justru menjadi bentuk liburan yang paling dibutuhkan. Apalagi, rutinitas pekerjaan yang padat membuat tubuh maupun pikiran mudah lelah. Lantas, kenapa banyak orang memilih pergi liburan untuk tidur dan istirahat?

  1. 1. Ingin benar-benar lepas dari rutinitas

    ilustrasi bersantai di kamar
    ilustrasi bersantai di kamar hotel (pexels.com/Pavel Danilyuk)

    Rutinitas sehari-hari bisa membuat seseorang merasa lelah kendati tidak selalu melakukan aktivitas fisik yang berat. Pekerjaan, perjalanan ke kantor, pekerjaan rumah, hingga berbagai urusan pribadi terus memenuhi pikiran. Ketika semua hal tersebut dilakukan berulang kali, seseorang bisa merasa membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak.

    Pergi ke tempat lain dapat memberikan suasana yang berbeda dari kehidupan sehari-hari. Tidak harus mengunjungi banyak destinasi, sekadar berada di kamar hotel tanpa memikirkan pekerjaan pun bisa terasa menyenangkan. Karena itu, sebagian orang sengaja memilih penginapan yang nyaman dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur. Mereka tidak merasa harus membuat jadwal perjalanan yang penuh hanya karena sedang liburan.

  2. 2. Tidur di rumah belum tentu benar-benar berkualitas

    ilustrasi merasa lelah saat bangun tidur
    ilustrasi kesulitan tidur (pexels.com/Miriam Alonso)

    Ada juga orang yang justru kesulitan beristirahat saat berada di rumah. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari lingkungan rumah yang berisik, pekerjaan yang masih harus diselesaikan, sampai kebiasaan mengecek HP sebelum tidur. Karenanya, orang tersebut kemudian memutuskan untuk menginap di hotel untuk sekadar beristirahat.

    Saat menginap di hotel atau tempat peristirahatan, seseorang bisa mendapatkan suasana yang berbeda. Tidak ada pekerjaan kantor yang langsung terlihat di depan mata dan tidak ada rutinitas rumah yang biasanya harus dikerjakan. Kondisi tersebut membuat waktu tidur terasa lebih santai. Apalagi jika penginapan memiliki kasur yang nyaman, kamar yang tenang, pencahayaan yang sesuai, serta fasilitas lain yang memang mendukung istirahat.

  3. 3. Liburan tidak selalu harus penuh aktivitas

    ilustrasi perempuan sedang menikmati staycation
    ilustrasi perempuan sedang menikmati staycation (pexels.com/Jonathan Borba)

    Ada anggapan bahwa liburan akan terasa sia-sia jika seseorang tidak mengunjungi banyak tempat. Padahal, tujuan setiap orang ketika berlibur bisa berbeda-beda. Ada yang ingin mencari pengalaman baru, tetapi ada juga yang memang hanya ingin memulihkan energi. 

    Memaksakan terlalu banyak aktivitas ketika tubuh sedang lelah justru bisa membuat liburan terasa seperti pekerjaan tambahan. Harus bangun pagi, mengejar jadwal transportasi, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, lalu kembali ke penginapan dalam keadaan kelelahan. Bagi orang yang membutuhkan istirahat, tidur lebih lama di hotel justru bisa menjadi pilihan yang lebih pas. Tidak ada kewajiban untuk pergi ke tempat wisata hanya karena sudah jauh-jauh bepergian.

  4. 4. Ingin mendapatkan waktu tanpa gangguan

    ilustrasi menginap di hotel
    ilustrasi menginap di hotel (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Kesibukan sehari-hari sering membuat seseorang sulit memiliki waktu untuk dirinya sendiri. Bahkan ketika berada di rumah, masih ada pekerjaan rumah, pesan dari kantor, keluarga, atau berbagai hal lain yang perlu diperhatikan. Menginap di tempat lain dapat menciptakan jarak sementara dari berbagai kesibukan tersebut. Seseorang bisa mematikan notifikasi, meletakkan HP, kemudian menikmati waktu tanpa harus terburu-buru melakukan sesuatu. Hal sederhana, seperti tidur siang, membaca buku, menonton film, atau sekadar berbaring di tempat tidur, bisa terasa lebih menyenangkan ketika dilakukan tanpa tuntutan aktivitas lain.

  5. 5. Munculnya tren sleep tourism

    ilustrasi tidur
    ilustrasi tidur (unsplash.com/Tania Mousinho)

    Fenomena pergi berlibur untuk mendapatkan tidur dan istirahat yang lebih baik juga berkaitan dengan berkembangnya konsep sleep tourism. Sederhananya, sleep tourism merupakan perjalanan yang berfokus pada kualitas tidur dan pemulihan tubuh. Beberapa hotel dan resor bahkan mulai menawarkan fasilitas atau program yang dirancang untuk mendukung tidur, seperti kamar yang lebih tenang, tempat tidur khusus, pengaturan pencahayaan, hingga program relaksasi.

    Konsep ini menunjukkan bahwa kebutuhan wisatawan mulai berubah. Liburan tidak selalu tentang mencari pengalaman yang ramai dan penuh aktivitas. Bagi sebagian orang, pengalaman terbaik justru ketika mereka bisa pulang dengan tubuh yang terasa lebih segar.

    Sebenarnya, tidak ada aturan bahwa liburan harus selalu diisi dengan mengunjungi banyak tempat. Jika tubuh sedang membutuhkan jeda, maka pergi liburan untuk tidur dan istirahat sebaiknya kamu lakukan. Terpenting, perjalanan tersebut membuat seseorang merasa lebih rileks dan siap kembali menjalani rutinitas setelahnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More