Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Quietcation vs. Staycation: Apa Bedanya?

Quietcation vs. Staycation: Apa Bedanya?
ilustrasi liburan (pexels.com/Te lensFix)

Liburan sekarang gak cuma soal jalan-jalan jauh atau pamer foto di media sosial. Di tengah hidup yang makin sibuk, banyak orang justru mencari liburan yang tenang, simpel, dan bikin pikiran pulih. Dari sinilah muncul dua istilah yang sering bikin bingung: quietcation dan staycation.

Sekilas terdengar mirip, tapi sebenarnya dua konsep ini punya perbedaan yang cukup jelas. Agar kamu gak salah pilih gaya liburan, yuk bahas perbedaannya lewat penjelasan berikut ini.

1. Pengertian dasar quietcation dan staycation

ilustrasi camping sendiri
ilustrasi camping sendiri (pexels.com/Thirdman)

Staycation adalah liburan tanpa pergi jauh dari rumah. Biasanya kamu tetap berada di kota yang sama, entah menginap di hotel, apartemen, atau bahkan hanya di rumah sendiri dengan suasana berbeda. Fokusnya ada pada kenyamanan dan efisiensi waktu.

Sementara itu, quietcation lebih menekankan pada ketenangan mental. Lokasinya bisa dekat atau jauh, tapi tujuannya jelas: menjauh dari kebisingan, notifikasi kerja, dan tekanan sosial. Quietcation sering dikaitkan dengan tempat yang sepi seperti desa, pegunungan, atau penginapan khusus dewasa tanpa banyak distraksi.

2. Tujuan utama dari masing-masing jenis liburan

ilustrasi hostel
ilustrasi hostel (pexels.com/George Pak)

Tujuan staycation biasanya untuk recharge ringan. Cocok buat kamu yang capek kerja tapi gak punya banyak waktu atau budget. Kamu tetap bisa menikmati fasilitas hotel, kuliner enak, dan suasana santai tanpa ribet perjalanan panjang.

Quietcation punya tujuan yang lebih dalam, yaitu pemulihan mental dan emosional. Liburan ini sering dipilih oleh orang yang mengalami burnout atau ingin benar-benar “menghilang” sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan. Di quietcation, aktivitas sering diminimalkan agar pikiran bisa benar-benar istirahat.

3. Aktivitas yang dilakukan saat liburan

ilustrasi mendaki bersama anak
ilustrasi mendaki bersama anak (freepik.com/freepik)

Saat staycation, aktivitas masih cukup variatif. Mulai dari berenang, spa, nonton film, kulineran, sampai nongkrong cantik di kafe hotel. Bahkan, ada juga yang masih sesekali buka laptop untuk kerja ringan.

Hal tersebut berbeda dengan quietcation yang cenderung minim aktivitas. Kamu mungkin lebih banyak membaca buku, meditasi, journaling, atau sekadar menikmati alam. Gadget sering dibatasi, bahkan gak sedikit yang sengaja melakukan digital detox agar liburan terasa lebih maksimal.

4. Tipe orang yang cocok dengan quietcation atau staycation

ilustrasi traveler di hostel
ilustrasi traveler di hostel (pexels.com/George Pak)

Staycation cocok buat kamu yang gak bisa jauh dari kenyamanan kota. Kalau kamu tipe yang tetap butuh hiburan, akses makanan mudah, dan fasilitas lengkap, staycation adalah pilihan aman.

Quietcation lebih pas buat kamu yang mudah lelah secara mental dan butuh ruang untuk menyendiri. Kalau kamu merasa terlalu sering terpapar kebisingan, deadline, dan interaksi sosial, quietcation bisa jadi solusi untuk menata ulang energi hidupmu.

5. Biaya dan persiapan yang dibutuhkan

ilustrasi hotel
ilustrasi hotel (pexels.com/Pixabay)

Dari segi biaya, staycation biasanya lebih terjangkau dan fleksibel. Kamu bisa menyesuaikan budget, bahkan melakukan staycation dadakan tanpa persiapan rumit.

Quietcation bisa saja lebih murah atau justru lebih mahal, tergantung lokasi dan konsepnya. Meski terlihat sederhana, quietcation sering butuh riset tempat yang benar-benar tenang dan sesuai kebutuhan. Persiapan mental juga penting, karena gak semua orang siap menghadapi kesunyian.

Quietcation vs staycation sebenarnya bukan soal mana yang lebih baik, tapi mana yang lebih kamu butuhkan saat ini. Kalau kamu cuma ingin istirahat singkat tanpa ribet, staycation jelas pilihan praktis. Tapi kalau kamu merasa lelah secara mental dan ingin benar-benar “pause” dari dunia luar, quietcation layak dicoba.

Intinya, liburan terbaik adalah liburan yang bikin kamu pulang dengan kondisi lebih baik dari sebelumnya. Jadi, dengarkan tubuh dan pikiranmu sebelum menentukan pilihan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

Waktu Terbaik ke Kashmir, Liburan Nyaman yang Pasti Seru

22 Feb 2026, 18:20 WIBTravel