Tujuan slow travel adalah interaksi dan pengalaman lebih dalam, tak sekadar mengunjungi banyak tujuan. Manfaatnya, perjalanan menjadi lebih santai sehingga mengurangi kecemasan atau stres saat liburan. Selain itu, pengalaman mengenal budaya lokal lebih mendalam lewat interaksi dengan warga lokal menjadi pengalaman yang berbeda.
Slow Travel di Thailand: Kota Terbaik, Aktivitas, dan Tips

- Slow travel mengutamakan kualitas pengalaman, koneksi dengan warga lokal, dan waktu tinggal lebih lama agar perjalanan lebih santai serta mengurangi stres.
- Thailand cocok untuk slow travel lewat budaya sabai sabai dan mai pen rai, dengan pilihan eksplorasi sejarah, alam, pantai, kuliner, serta interaksi lokal.
- Destinasi yang direkomendasikan meliputi Chiang Mai, Hua Hin, Chumphon, Ao Nang, dan Koh Mak; wisatawan disarankan membuat jadwal fleksibel, merencanakan anggaran, serta memakai transportasi lokal.
Liburan sering kali bertujuan untuk mengunjungi banyak tempat yang belum pernah dikunjungi. Bahkan, jadwal kunjungan sudah ditetapkan, lengkap dengan jam yang harus ditaati. Alhasil, bukannya menyegarkan pikiran, liburan menjadi terasa melelahkan fisik dan mental.
Untuk itulah, slow travel muncul sebagai pembeda dari perjalanan tersebut. Liburannya bisa ke mana saja, asalkan mengutamakan kualitas dibandingkan dengan kuantitas. Lantas, kalau slow travel di Thailand, bisa ke mana saja dan apa saja yang bisa dilakukan? Berikut ini penjelasan dan rekomendasi yang bisa dilakukan.
1. Apa itu slow travel?

Slow travel menjadi gaya hidup baru dalam menentukan perjalanan liburan. Dilansir Worldpackers, slow travel memiliki beberapa nama lain, yaitu sustainable travel, low-impact travel, dan mindful travel. Jenis travel ini mengadopsi pola pikir untuk berfokus pada koneksi.
2. Apa yang bisa dilakukan saat slow travel?

Walaupun dikenal slow atau pelan, tapi banyak hal yang bisa dilakukan. Liburan slow travel fokus mengganti melihat-lihat objek wisata menjadi menikmati perjalanan. Berikut ini hal-hal yang dilakukan saat slow traveling.
Fokus pada hal baru yang ditemukan sepanjang perjalanan.
Menikmati tinggal lebih lama di tempat tersebut dan beraktivitas seperti warga lokal.
Berinteraksi dengan warga lokal, seperti ngobrol dengan penjual makanan hingga ikut komunitas di daerah tersebut.
Coba makanan lokal yang direkomendasikan warga lokal, jika memungkinkan, ikut festival atau bazar di tempat tersebut.
Menjelajahi alam, seperti mendaki gunung, sembari menikmati setiap langkah menuju puncak.
3. Mengapa Thailand cocok untuk slow travel?

Slow travel bisa dilakukan di berbagai negara, mulai dari Eropa hingga Asia Tenggara. Salah satunya adalah slow travel di Thailand. Di negara ini, ada banyak hal yang bisa dieksplorasi. Mulai dari mendalami masa lalu di situs bersejarah, menikmati alam yang indah dan tenang, hingga bertemu dengan orang-orang yang hangat.
Selain itu, Thailand memiliki dua kata yang cocok dengan perjalanan santai, yaitu mai pen rai dan sabai sabai. Men pain rai memiliki arti "tidak masalah". Maknanya, tidak usah memikirkan hal-hal kecil dalam hidup. Sedangkan sabai memiliki arti "nyaman atau santai", maknanya nikmati perjalanan dengan tenang.
Sikap sabai sabai dan men pen rai mendukung perjalanan yang lebih lambat dan santai. Nikmati keindahan pantai dan kuil dengan tenang dan rasakan nikmatnya sarapan pinggir jalan. Sembari membuka obrolan dengan warga lokal untuk mengukir kenangan saat liburan.
4. Rekomendasi slow travel di Thailand

Thailand memiliki banyak tempat yang bisa dikunjungi. Apalagi untuk pengunjung yang ingin melakukan perjalanan slow travel. Berikut ini rekomendasi tempat yang bisa dikunjungi, mulai dari alam hingga situs bersejarah.
Chiang Mai memiliki julukan sebagai ibu kota slow travel. Pengunjung bisa bersepeda di parit bersejarah dan melihat pesona 300 kuil di Wat Phra Singh. Bisa juga jalan-jalan di Taman Nasional Doi Inthanon dengan pemandangan alam yang indah.
Hua Hin merupakan kota tepi laut dengan jalan setapak yang unik. Pengalaman melewati 396 anak tangga menuju kuil akan menjadi perjalanan penuh kesadaran yang tak terlupakan. Jangan fokus pada rasa capek, nikmati setiap langkah anak tangga beserta pemandangan di sekitarnya.
Chumphon menjadi tempat yang tepat untuk wisatawan yang mencari ketenangan. Terutama beristirahat dan menikmati keindahan pantai yang tidak terlalu ramai.
Ao Nang adalah tempat yang tepat untuk pencinta pantai. Wisata naik kapal menjelajahi 4 pulau atau mengunjungi Pantai Railay menjadi daya tarik utama. Bisa juga bersantai di pantai menikmati kelapa segar, es krim kelapa dan ikan bakar yang tersedia di kios pinggir pantai.
Koh Mak adalah tempat yang nyaman untuk berkeliling pulau menggunakan sepeda. Tempat ini menerapkan wisata rendah karbon. Bahkan berada di peringkat kedua untuk Green Destinations Story Awards.
5. Tips slow travel di Thailand

Tujuan utama menerapkan slow travel adalah menikmati perjalanan. Bukan berapa banyak tempat yang bisa dikunjungi, melainkan seberapa nikmat liburan yang dijalani. Untuk mencegah drama yang menjengkelkan selama liburan slow travel, berikut tips yang bisa dipertimbangkan.
Ganti pola pikir dari turis menjadi seperti warga lokal. Dengan begitu, ada banyak pengalaman baru yang bisa didapatkan.
Walaupun liburan ke sedikit tempat, alokasi anggaran tetap harus direncanakan dengan matang. Syukur-syukur ada budget tambahan untuk tinggal lebih lama.
Untuk tujuan liburan, apa yang ingin dipelajari atau pengalaman apa yang ingin dilalui dari perjalanan tersebut? Pertimbangkan untuk berada di satu tempat, tapi menjelajah lebih dalam.
Buat jadwal perjalanan lebih fleksibel dan tidak tergesa-gesa. Berikan waktu untuk diri sendiri untuk melakukan hal-hal spontan, lupakan daftar-daftar “wajib dilakukan”.
Gunakan alat transportasi lokal seperti tuk-tuk kalau di Thailand. Jangan lupa untuk ngobrol dan belajar bahasa Thailand juga.
Sebaiknya hindari musim liburan terutama di tempat wisata yang ramai. Alih-alih healing, malah pusing.
Itu adalah rekomendasi slow travel di Thailand yang bisa jadi pilihan. Tak hanya menyenangkan, tetapi juga menenangkan. Harapannya, sepulang slow travel, pikiran lebih fresh dan kembali menjalankan aktivitas dengan lebih semangat. Liburan tak sekadar memperbarui feed Instagram, tapi juga pikiran.






















