Musim panas di Jepang kini tak lagi bisa dianggap sepele. Dalam beberapa tahun terakhir, suhu udara terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, bahkan menyentuh angka ekstrem hingga 40 derajat Celsius atau lebih.
Jepang pun akhirnya memperkenalkan istilah baru, yakni kokushobi, untuk menggambarkan hari dengan panas yang tergolong “kejam” atau sangat parah. Istilah tersebut mulai populer setelah dipilih dalam jajak pendapat nasional dan diperkenalkan Japan Meteorological Agency.
Berdasarkan laporan BBC, gelombang panas ekstrem semakin sering terjadi akibat perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia, termasuk pembakaran bahan bakar fosil. Diketahui, pada musim panas 2025, Jepang mencatat rekor suhu tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1898.
Suhu rata-rata nasional meningkat 2,36 derajat Celsius di atas normal. Di beberapa wilayah, seperti Tokyo dan Kyoto, mengalami lonjakan hari dengan suhu di atas 35 derajat Celsius. Rekor suhu tertinggi juga tercatat di Isesaki yang mencapai 41,8 derajat Celsius.
Melihat tren tersebut, musim panas di Jepang pada periode Juni hingga Agustus diperkirakan masih akan didominasi suhu di atas normal. Namun, bukan berarti kamu harus mengurungkan niat liburan ke Jepang. Ada beberapa tips liburan musim panas di Jepang saat suhu ekstrem yang perlu kamu perhatikan. Berikut di antaranya.
