Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kota Wisata di Jepang, Bukan Cuma Tokyo!

5 Kota Wisata di Jepang, Bukan Cuma Tokyo!
ilustrasi kota wisata di Jepang (unsplash.com/Spenser Sembrat)

Jepang menyimpan pesona yang sulit ditandingi negara mana pun di dunia. Mulai dari kuil berusia ratusan tahun, kuliner autentik di gang-gang sempit, hingga festival musiman yang memukau jutaan wisatawan setiap tahunnya. Setiap kota wisata di Jepang punya karakter berbeda yang membuat setiap kunjungan terasa seperti pengalaman baru.

Wisata di Negeri Sakura ini bukan hanya soal Tokyo. Sebab di negara ini ada banyak kota lain yang sama menariknya, bahkan lebih kaya secara budaya dan sejarah. Simak daftar lengkap kota-kota di Jepang yang sayang untuk kamu lewatkan berikut ini.

1. Kyoto menjadi pusat warisan budaya Jepang yang paling autentik

Kinkaku-ji
Kinkaku-ji (unsplash.com/Jean Vella)

Kyoto pernah menjadi ibu kota Jepang selama lebih dari seribu tahun, tepatnya sejak 794 hingga 1868 Masehi sebelum dipindahkan ke Tokyo sehingga hampir setiap sudut kotanya menyimpan situs bersejarah yang masih terawat hingga sekarang. Salah satu aktivitas utama yang bisa kamu lakukan adalah mengunjungi Fushimi Inari Taisha yang didirikan pada tahun 711 Masehi, terkenal karena jalur ribuan gerbang torii merah yang membentang sepanjang sekitar 4 kilometer menuju puncak Gunung Inari setinggi 233 meter. Perjalanan menyusuri torii ini biasanya memakan waktu 2–3 jam jika ditempuh sampai atas, dan sepanjang jalur terdapat kuil kecil serta spot istirahat yang membuat pengalaman terasa lebih hidup.

Selain itu, kamu bisa mampir ke Kinkaku-ji atau Kuil Emas yang dibangun pada tahun 1397 sebagai vila Shogun Ashikaga Yoshimitsu, di mana dua lantai teratas dilapisi emas murni yang memantul indah di kolam Kyoko-chi. Lanjutkan perjalanan ke Arashiyama Bamboo Grove di bagian barat kota, sebuah jalur hutan bambu setinggi 20–30 meter yang menciptakan suasana sunyi dan dramatis, terutama saat pagi hari sebelum ramai wisatawan. Kawasan Gion menjadi destinasi berikutnya yang wajib dikunjungi karena di sini kamu masih bisa melihat maiko berjalan menuju rumah teh pada sore hingga malam hari, sebuah tradisi yang tetap bertahan sejak era Edo.

Musim terbaik untuk datang sangat bergantung pada pengalaman yang ingin kamu rasakan, karena Kyoto berubah drastis setiap musim. Akhir Maret hingga awal April menjadi puncak hanami ketika bunga sakura bermekaran di Maruyama Park dan sepanjang Sungai Kamo, sedangkan Oktober hingga November menghadirkan momiji dengan warna merah-oranye yang mendominasi kuil seperti Tofuku-ji. Kombinasi antara rute wisata sejarah, pengalaman budaya langsung, serta perubahan lanskap musiman membuat Kyoto terasa seperti paket lengkap yang sulit ditemukan di kota lain.

2. Osaka hadir sebagai surga kuliner dan hiburan yang tidak pernah tidur

Kushikatsu
Kushikatsu (commons.wikimedia.org/Aiko99ann)

Osaka dikenal sebagai tenka no daidokoro atau “dapur Jepang” sejak abad ke-17 karena kota ini menjadi pusat distribusi bahan pangan pada era Edo dan hingga sekarang identitas tersebut masih terasa kuat melalui ragam kulinernya. Aktivitas pertama yang bisa kamu lakukan saat tiba adalah menjelajahi Dotonbori, kawasan di tepi kanal yang dipenuhi papan neon besar dan restoran yang buka hingga larut malam. Di sini kamu bisa mencicipi takoyaki yang biasanya dijual dengan harga sekitar 500–800 yen per porsi, berupa bola adonan tepung berisi potongan gurita yang dimasak di cetakan khusus hingga bagian luar renyah namun dalamnya lembut.

Selain takoyaki, kamu juga bisa mencoba kushikatsu, yaitu aneka bahan seperti daging, udang, dan sayuran yang ditusuk lalu digoreng tepung roti, serta okonomiyaki yang sering disebut pancake gurih berisi kol, daging, dan saus khas manis-asin. Setelah puas berwisata kuliner, arahkan perjalanan ke Osaka Castle yang pertama kali dibangun oleh Toyotomi Hideyoshi pada tahun 1583 sebagai simbol penyatuan Jepang. Struktur yang terlihat sekarang merupakan rekonstruksi tahun 1931 dan di dalamnya terdapat museum yang menjelaskan sejarah politik Jepang pada abad ke-16 secara kronologis.

Lanjutkan eksplorasi ke kawasan Shinsekai yang dibangun pada tahun 1912 dengan inspirasi dari Paris dan New York, menghadirkan suasana retro yang kontras dengan modernitas kota. Menara Tsutenkaku setinggi 103 meter menjadi ikon utama kawasan ini sekaligus titik pandang untuk melihat lanskap kota dari ketinggian. Osaka menawarkan pengalaman wisata yang jelas arahnya karena kamu bisa membagi waktu antara kuliner jalanan, wisata sejarah, dan hiburan malam dalam satu kota yang semuanya mudah diakses menggunakan transportasi umum.

3. Sapporo menawarkan pesona musim dingin dan kuliner laut terbaik Hokkaido

Sapporo Yuki Matsuri
Sapporo Yuki Matsuri (commons.wikimedia.org/Kenneth R. Hendrix)

Sapporo merupakan ibu kota Prefektur Hokkaido sekaligus kota terbesar kelima di Jepang dengan populasi sekitar 1,9 juta jiwa dan menjadi pusat aktivitas musim dingin paling populer di negara tersebut. Aktivitas utama yang bisa kamu coba adalah menghadiri Sapporo Yuki Matsuri atau Festival Salju Sapporo yang pertama kali diadakan pada tahun 1950 oleh siswa sekolah menengah dengan hanya enam patung salju di Odori Park. Kini festival tersebut berkembang menjadi acara internasional yang menarik lebih dari dua juta pengunjung setiap Februari, dengan patung es raksasa yang dibuat menyerupai bangunan terkenal dunia hingga karakter populer.

Odori Park menjadi titik utama festival karena membentang sepanjang 1,5 kilometer di tengah kota, sementara suhu saat acara berlangsung biasanya berada di kisaran minus 3 hingga minus 8 derajat Celsius sehingga kamu perlu menyiapkan perlengkapan musim dingin secara maksimal. Setelah menikmati festival, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke kawasan Niseko yang berjarak sekitar dua jam dari Sapporo, terkenal sebagai lokasi ski kelas dunia dengan kualitas powder snow yang sangat halus dan ringan. Aktivitas seperti ski dan snowboarding di sini cocok untuk pemula maupun profesional karena tersedia berbagai jalur dengan tingkat kesulitan berbeda.

Di luar musim dingin, arahkan perjalanan ke Furano yang dapat ditempuh sekitar dua jam dari pusat kota untuk melihat ladang lavender yang mekar pada Juli hingga Agustus. Setelah itu, kamu bisa mampir ke Sapporo Beer Museum yang berdiri sejak 1876 dan menjadi tempat terbaik untuk memahami sejarah bir tertua di Jepang sekaligus mencicipinya langsung. Akhiri perjalanan kuliner di Nijo Ichiba atau Pasar Nijo yang terkenal sebagai pusat makanan laut segar, di mana kamu bisa mencoba kepiting raja Hokkaido, uni atau bulu babi, serta telur salmon dengan kualitas premium namun harga lebih terjangkau dibandingkan restoran besar.

4. Nara menyimpan sejarah awal peradaban Jepang beserta rusa-rusa yang hidup bebas

Shika senbei
Shika senbei (commons.wikimedia.org/Travis)

Nara pernah menjadi ibu kota Jepang pada periode 710 hingga 794 Masehi dan menjadi pusat awal pembentukan sistem pemerintahan serta penyebaran agama Buddha di Jepang. Aktivitas pertama yang bisa kamu lakukan adalah mengunjungi Todai-ji Temple yang selesai dibangun pada tahun 752, terkenal sebagai salah satu bangunan kayu terbesar di dunia sekaligus rumah bagi patung Buddha Vairocana setinggi 14,98 meter dengan berat sekitar 500 ton. Struktur bangunan ini menunjukkan kemampuan arsitektur Jepang kuno yang mampu bertahan selama berabad-abad meskipun telah mengalami beberapa kali renovasi.

Setelah itu, kamu bisa berjalan menuju Nara Park yang memiliki luas sekitar 660 hektare dan menjadi habitat bagi lebih dari 1.000 rusa Sika yang hidup bebas. Rusa-rusa ini dilindungi sejak lebih dari 1.300 tahun lalu karena dianggap sebagai hewan suci dalam kepercayaan Shinto, dan interaksi dengan pengunjung menjadi daya tarik utama karena mereka dapat membungkuk atau ojigi saat diberi shika senbei, yaitu biskuit khusus yang dijual di sekitar taman. Pengalaman ini membuat kunjungan terasa lebih hidup dibandingkan hanya sekadar melihat bangunan bersejarah.

Perjalanan bisa dilanjutkan ke Kasuga Taisha yang didirikan pada tahun 768 dan dikenal karena ribuan lentera batu serta perunggu yang menghiasi jalurnya. Lentera-lentera ini dinyalakan saat festival Setsubun Mantoro pada Februari dan Obon Mantoro pada Agustus, menciptakan suasana yang sangat khas dan berbeda dari hari biasa. Ukuran kota yang relatif kecil membuat seluruh rute wisata ini bisa diselesaikan dalam satu hari, baik dari Kyoto yang berjarak sekitar 45 menit maupun dari Osaka sekitar 35 menit menggunakan kereta.

5. Fukuoka menjadi pintu masuk Kyushu dengan ramen terenak dan budaya malam yang khas

Yatai
Yatai (commons.wikimedia.org/Thomas Au)

Fukuoka merupakan kota terbesar di Pulau Kyushu dengan populasi sekitar 1,6 juta jiwa dan dikenal sebagai salah satu kota dengan kualitas hidup terbaik di Jepang karena biaya hidupnya relatif lebih rendah dibandingkan Tokyo maupun Osaka. Aktivitas utama yang wajib kamu coba adalah mencicipi Hakata ramen yang berasal dari distrik Hakata, terkenal dengan kuah tonkotsu yang dimasak dari tulang babi selama 12 hingga 18 jam hingga menghasilkan tekstur kental berwarna putih susu. Mi yang digunakan berbentuk tipis lurus dan biasanya disajikan dalam tingkat kematangan keras atau kata-me, sementara harga satu porsi berkisar antara 700 hingga 900 yen.

Setelah menikmati ramen, kamu bisa menjelajahi yatai yang merupakan warung tenda portabel yang mulai beroperasi sejak malam hari di kawasan Nakasu, Tenjin, dan Momochi. Sekitar 100 yatai masih bertahan hingga sekarang dan menawarkan berbagai hidangan seperti oden, yakitori, hingga gyoza, sekaligus menjadi tempat terbaik untuk merasakan suasana lokal secara langsung. Interaksi antara penjual dan pengunjung menjadi bagian penting dari pengalaman ini karena suasana yang lebih santai dan terbuka dibandingkan restoran formal.

Selanjutnya, kamu bisa mengunjungi Dazaifu Tenman-gu yang berjarak sekitar 30 menit dari pusat kota didedikasikan untuk Sugawara no Michizane, seorang sarjana abad ke-9 yang dihormati sebagai dewa pendidikan. Tempat ini selalu ramai dikunjungi pelajar yang berharap mendapatkan keberuntungan akademik. Lanjutkan perjalanan ke Canal City Hakata yang dibangun pada tahun 1996, sebuah kompleks perbelanjaan unik dengan kanal buatan yang mengalir di tengah area, menghadirkan konsep ruang terbuka yang berbeda dari pusat belanja pada umumnya. Letak geografis Fukuoka yang hanya sekitar 200 kilometer dari Busan membuat pengaruh budaya Korea terasa kuat, terutama dalam variasi kuliner yang bisa kamu temukan di berbagai sudut kota.

Lima kota wisata di Jepang ini membuktikan bahwa destinasi kunjungan tak hanya sekadar Tokyo. Sebab setiap kotanya punya identitas unik yang tidak bisa digantikan satu sama lain. Kamu bisa menyesuaikan pilihan kota dengan minat perjalananmu, apakah itu budaya, kuliner, alam, atau sejarah, karena Jepang selalu punya jawaban untuk semua itu. Jadi, kota mana yang pertama ingin kamu kunjungi kalau main ke Jepang?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

5 Tempat Melihat Bunga Sakura di Kyushu yang Paling Indah

20 Apr 2026, 08:20 WIBTravel