Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

8 Tips Liburan Aman saat Puncak Musim Taifun di Jepang

5 min read
8 Tips Liburan Aman saat Puncak Musim Taifun di Jepang
Potret liburan di Jepang selama musim hujan (unsplash.com/Redd Francisco)
  • Aktivitas taifun di Jepang tinggi pada Juli–September, terutama September, dengan risiko angin kencang, hujan lebat, banjir, longsor, dan gangguan transportasi.

  • Wisatawan perlu rutin memantau informasi JMA, membuat itinerary fleksibel, mengecek jadwal transportasi, serta tetap di penginapan dan menghindari aktivitas luar ruangan saat peringatan bahaya berlaku.

  • Siapkan ponsel dan power bank, kebutuhan dasar, dokumen serta obat pribadi; pahami prosedur evakuasi, pertimbangkan asuransi, dan ikuti arahan otoritas serta JNTO.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jepang menjadi salah satu destinasi favorit untuk menikmati suasana musim gugur. Wisatawan yang berencana datang pada periode ini juga perlu memperhatikan kondisi cuaca, terutama karena Jepang memasuki periode dengan aktivitas taifun yang cukup tinggi.

Secara umum, taifun dapat terjadi mulai akhir musim semi hingga musim gugur, dengan aktivitas dan dampak yang lebih sering terjadi pada musim panas hingga awal musim gugur. September menjadi salah satu bulan yang perlu mendapat perhatian lebih, karena risiko kerusakan akibat taifun tergolong tinggi.

Dilansir dari Nippon.com, suhu laut yang lebih hangat membuat sebagian besar taifun terbentuk dan mencapai daratan Jepang pada periode Juli hingga September. Selain angin kencang, taifun juga dapat membawa hujan deras yang berisiko menyebabkan banjir, tanah longsor, hingga gangguan transportasi.

Kondisi tersebut bisa menjadi lebih kompleks pada September, karena biasanya terdapat front hujan musim gugur yang menetap di sekitar kepulauan Jepang. Ketika udara yang membawa banyak uap air dari taifun mengalir menuju ke front tersebut, aktivitas hujan dapat meningkat dan memperbesar risiko bencana di sejumlah wilayah.

Wisatawan pun sebaiknya memahami langkah yang harus dilakukan ketika kondisi memburuk, agar perjalanan tetap aman. Berikut sejumlah tips yang bisa diterapkan saat berlibur ke Jepang di tengah musim taifun.

  1. 1. Rutin periksa informasi cuaca

    Sebelum memulai aktivitas, biasakan mengecek kondisi cuaca di wilayah yang akan dikunjungi. Jangan hanya melihat prakiraan hujan atau suhu, tetapi perhatikan pula informasi mengenai taifun, peringatan cuaca, serta potensi hujan lebat dan angin kencang.

    Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) menyediakan informasi mengenai siklon tropis, termasuk posisi, arah pergerakan, intensitas, tekanan udara di pusat badai, dan kecepatan angin maksimum. JMA juga menerbitkan advisori, peringatan, dan peringatan darurat sesuai tingkat risiko yang diperkirakan.

    Informasi tersebut sebaiknya dicek secara berkala, karena kondisi taifun dapat berubah dan berdampak pada wilayah yang berbeda. Dengan begitu, wisatawan bisa lebih cepat menyesuaikan rencana sebelum kondisi benar-benar memburuk.

  2. 2. Buat itinerary yang fleksibel

    Potret liburan ke Jepang
    Potret liburan ke Jepang (unsplash.com/Sophia Ayame)

    Taifun tidak hanya memengaruhi aktivitas luar ruangan, tetapi juga dapat mengganggu penerbangan dan transportasi umum. Kereta dapat mengalami keterlambatan atau penghentian sementara, sedangkan penerbangan juga berpotensi mengalami penundaan maupun pembatalan.

    Jadi, hindari membuat itinerary yang terlalu padat dan tidak menyediakan waktu cadangan. Jika ada rencana mengunjungi destinasi outdoor, siapkan alternatif aktivitas di dalam ruangan yang bisa dilakukan ketika cuaca tidak memungkinkan.

    Sebelum berangkat dari hotel, cek informasi terbaru dari maskapai, operator kereta, maupun layanan transportasi lain yang akan digunakan. Jika terdapat perubahan jadwal atau peringatan cuaca, jangan ragu menyesuaikan rencana perjalanan. Be flexible!

  3. 3. Jangan keluar saat kondisi berbahaya

    Ketika taifun mulai mendekat dan otoritas mengeluarkan peringatan terkait kondisi berbahaya, sebaiknya tetaplah berada di dalam penginapan. Jangan memaksakan diri keluar hanya demi mengejar destinasi yang sudah masuk itinerary.

    Angin kencang dapat membuat berbagai benda, seperti papan reklame, dahan pohon, pecahan material, hingga payung, menjadi berbahaya. Hujan deras juga dapat meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

    Organisasi Pariwisata Nasional Jepang atau Japan National Tourism Organization (JNTO) secara khusus menyarankan wisatawan menghindari aktivitas di luar ruangan ketika taifun melanda dan mengikuti arahan dari pihak berwenang maupun pengelola akomodasi. Jika kondisi semakin buruk, utamakan keselamatan dibandingkan memaksakan perjalanan. Itinerary masih bisa diubah, tetapi keselamatan tentu lebih penting dari segalanya.

  4. 4. Ketahui jalur keselamatan

    Potret tangga darurat
    Potret tangga darurat (unsplash/Bernard Hermant)

    Wisatawan asing mungkin akan menghadapi kendala bahasa ketika harus memahami pengumuman darurat atau informasi evakuasi. Penting untuk memahami sumber informasi yang dapat diakses dalam bahasa yang lebih mudah dipahami.

    JNTO menyediakan informasi keselamatan dan layanan bantuan bagi wisatawan yang menghadapi bencana alam, termasuk taifun. Wisatawan juga dapat memanfaatkan layanan informasi keselamatan dan aplikasi yang menyediakan peringatan terkait kondisi darurat.

    Selain itu, perhatikan lokasi pintu keluar darurat di hotel atau penginapan. Tidak ada salahnya bertanya kepada staf mengenai prosedur keselamatan, serta lokasi evakuasi apabila kondisi mengharuskan wisatawan berpindah ke tempat yang lebih aman.

  5. 5. Isi daya ponsel dan powerbank

    Ponsel menjadi salah satu alat penting ketika bepergian saat kondisi cuaca tidak menentu. Selain digunakan untuk berkomunikasi, ponsel dapat membantu wisatawan memantau prakiraan cuaca, menerima peringatan darurat, mencari informasi transportasi, hingga menentukan rute alternatif.

    Pastikan baterai ponsel dan powerbank sudah terisi penuh sebelum taifun diperkirakan datang. Simpan pula nomor penting di ponsel, agar mudah dihubungi ketika membutuhkan bantuan.

    JNTO juga menyediakan Japan Visitor Hotline yang dapat dihubungi 24 jam sehari untuk bantuan wisatawan, termasuk ketika terjadi keadaan darurat atau bencana alam. Layanan tersebut tersedia dalam Bahasa Inggris, Mandarin, dan Korea.

  6. 6. Siapkan kebutuhan dasar selama cuaca buruk

    Potret air minum dalam kemasan dan makanan kalengan
    Potret air minum dalam kemasan dan makanan kalengan (pexels.com/cottonbro studio)

    Jika taifun diperkirakan melanda wilayah tempat menginap, siapkan beberapa kebutuhan dasar, agar tidak perlu keluar saat kondisi sudah memburuk. Air minum, makanan secukupnya, obat-obatan pribadi, dan perlengkapan penting lainnya sebaiknya sudah tersedia.

    Tak perlu membeli secara berlebihan. Tujuannya hanya memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi apabila aktivitas di luar penginapan harus dihentikan sementara.

    Pastikan pula dokumen penting, dompet, ponsel, dan obat-obatan pribadi berada di tempat yang mudah dijangkau. Langkah sederhana ini dapat membuat wisatawan lebih siap apabila terjadi perubahan situasi secara tiba-tiba.

  7. 7. Pertimbangkan asuransi perjalanan

    Asuransi perjalanan juga dapat dipertimbangkan sebelum berangkat ke Jepang, terutama jika perjalanan dilakukan pada periode dengan risiko cuaca ekstrem yang lebih tinggi. Jangan hanya melihat harga premi, periksa cakupan perlindungannya dengan teliti, termasuk ketentuan mengenai keterlambatan atau pembatalan penerbangan, perubahan jadwal perjalanan, maupun kondisi lain yang berkaitan dengan cuaca buruk.

  8. 8. Ikuti arahan otoritas setempat

    Potret liburan ke Jepang
    Potret liburan ke Jepang (pexels.com/Sơn Bờm)

    Ketika terjadi bencana atau kondisi cuaca ekstrem, informasi dari otoritas setempat harus menjadi acuan utama. Jangan hanya mengandalkan unggahan media sosial atau informasi dari sesama wisatawan karena kondisi setiap wilayah bisa berbeda.

    JMA dan JNTO menyediakan informasi mengenai peringatan serta kondisi darurat, sedangkan pemerintah daerah dapat mengeluarkan instruksi evakuasi sesuai situasi di wilayah masing-masing. Jika diminta melakukan evakuasi, ikuti arahan tersebut dan gunakan jalur yang telah ditentukan.

    Bagi wisatawan yang membutuhkan bantuan, dapat menghubungi Japan Visitor Hotline JNTO di 050-3816-2787 dari Jepang atau +81-50-3816-2787 dari luar Jepang. Layanan ini tersedia 24 jam dan dapat membantu wisatawan dalam situasi darurat maupun terkait bencana alam.

    Itu dia beberapa tips yang bisa dilakukan saat liburan ke Jepang di tengah musim taifun. Pastikan selalu cek kondisi cuaca dan jangan memaksakan diri untuk bepergian jika situasinya gak memungkinkan. Be safe!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More