Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Tips Menjaga Tekanan Ban Mobil Secara Berkala, Tetap Aman!
ilustrasi ban mobil (pexels.com/Mike Bird)
  • Tekanan ban perlu diperiksa minimal seminggu sekali dengan alat ukur agar penurunan angin terdeteksi dini dan daya cengkeram tetap optimal.
  • Pemeriksaan sebaiknya dilakukan saat ban dingin untuk memperoleh angka akurat, lalu isi angin mengikuti standar pabrikan yang tertera di pintu pengemudi atau buku manual.
  • Nitrogen dapat menjadi pilihan untuk tekanan lebih stabil, terutama pada perjalanan jauh atau cuaca panas, serta membantu mengurangi uap air yang berpotensi memicu korosi pelek.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ban mobil perlu dicek anginnya seminggu sekali supaya aman di jalan. Cek saat ban masih dingin agar angkanya benar. Isi angin sesuai angka dari pembuat mobil, yang ada di pintu atau buku mobil. Angin terlalu sedikit atau banyak bisa bikin ban cepat rusak. Nitrogen juga boleh dipakai agar anginnya lebih stabil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjaga tekanan ban secara konsisten merupakan langkah sederhana yang sangat penting untuk memastikan kenyamanan dan juga keamanan dalam berkendara setiap harinya. Ban dengan tekanan yang tepat bisa mengurangi risiko kecelakaan, sekaligus membuatmu lebih hemat bahan bakar di berbagai kondisi jalan.

Banyak pengemudi yang tidak menyadari bahwa tekanan ban yang kurang atau lebih justru bisa menimbulkan kerusakan jangka panjang pada kendaraan. Berikut ini merupakan beberapa tips dalam menjaga tekanan ban mobil secara berkala agar tetap aman dan awet.

1. Periksa tekanan ban minimal seminggu sekali

ilustrasi tekanan ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pemeriksaan tekanan ban secara rutin bisa membantu mendeteksi adanya penurunan angin sejak dini agar tidak sampai memengaruhi kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara. Kebiasaan ini penting karena ban bisanya kehilangan tekanan secara alami, meski tidak terlihat kempis dari luar.

Coba gunakan alat pengukur tekanan ban untuk memastikan bahwa angin memang berada pada level yang telah direkomendasikan oleh pihak pabrikan. Pengukuran yang tepat bisa membuat ban bekerja sesuai desain yang ada, sehingga daya cengkeramnya di jalan akan tetap maksimal.

2. Cek tekanan saat ban masih dingin

ilustrasi ban mobil (pexels.com/𝓢𝓱𝓪𝓷𝓮 𝓦𝓮𝓼𝓽 ™)

Tekanan ban sebaiknya memang dapat diperiksa pada saat mobil belum digunakan dalam beberapa jam agar hasilnya lebih akurat. Pada saat bahan panas, maka udara di dalamnya akan mengembang dan membuat angka pengukuran menjadi tidak stabil.

Dengan melakukan pemeriksaan ban dalam kondisi dingin, maka kamu pun akan memeroleh gambaran terkait tekanan yang sebenarnya tanpa gangguan dari perubahan suhu. Cara ini juga cukup efektif untuk mencegah potensi pengisian angin berlebihan yang kerap terjadi akibat salah dalam membaca tekanan.

3. Isi angin sesuai rekomendasi pabrikan

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/nazimzafri)

Setiap mobil pasti memiliki standar tekanan ban yang berbeda-beda, sebab biasanya tertera pada bagian pintu pengemudi atau buku manual kendaraan. Coba ikuti saja standar tersebut agar bisa memastikan performa mobil tetap optimal dan membuat ban tidak sampai cepat mengalami aus.

Tekanan yang terlalu rendah bisa membebani dinding ban, sehingga dapat mempercepat potensi kerusakan, sedangkan tekanan berlebih bisa mengurangi daya cengkram di jalanan. Dengan mengisi angin sesuai angka rekomendasi, maka kamu pun bisa memastikan keseimbangan antara kenyamanan dan keamanan dalam berkendara.

4. Gunakan nitrogen jika ingin tekanan lebih stabil

ilustrasi velg ban (pexels.com/FBO Media)

Nitrogen memiliki karakteristik yang jauh lebih stabil jika dibandingkan udara biasa, sehingga tekanan ban pun tidak mudah mengalami perubahan akibat suhu. Pilihan ini sangat berguna untuk pengemudi yang sering berkendara jarak jauh atau melewati kondisi cuaca yang cukup panas.

Nitrogen cenderung membuat ban lebih awet karena memang kadar uap airnya relatif rendah, sehingga mencegah korosi pada bagian pelek. Penggunaan nitrogen bukanlah sebuah kewajiban, namun bisa tetap menjadi pilihan yang menguntungkan untuk jangka panjang.

Tekanan secara berkala merupakan kebiasaan kecil untuk menghasilkan manfaat besar bagi keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara. Dengan melakukan pemeriksaan rutin dan pengisian yang sesuai dengan standar, maka ban pun akan tahan lebih lama. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi resiko kerusakan pada kendaraan agar perjalananmu tetap aman dan efisien!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article