Menjaga jarak dengan kendaraan di depan bukan sekadar persoalan memberi ruang untuk melakukan pengereman, tetapi juga berkaitan dengan cara otak memproses situasi selama berkendara. Ketika jarak terlalu rapat, setiap perubahan kecepatan mobil depan terasa membutuhkan respons cepat sehingga perhatian terus berada dalam kondisi siaga. Situasi tersebut dapat membuat perjalanan yang seharusnya biasa terasa lebih menegangkan dan melelahkan secara mental.
Kebiasaan mengikuti mobil depan terlalu dekat juga membuat ruang untuk mengamati kondisi lalu lintas menjadi semakin terbatas. Pengemudi akhirnya lebih sibuk memperhatikan gerakan kendaraan tepat di hadapannya daripada membaca situasi jalan secara menyeluruh. Jika kebiasaan ini masih sering terjadi saat berkendara, yuk pahami alasan mengapa jarak yang terlalu dekat dapat menguras fokus.
