Ciri-ciri Pelek Motor Peyang yang Jarang Disadari Biker

- Pelek motor peyang sering terjadi setelah benturan keras dan bisa tidak terlihat, meski roda sudah berputar tidak sempurna serta memengaruhi kestabilan berkendara.
- Tanda yang perlu diperhatikan meliputi setang bergetar pada kecepatan tertentu, motor terasa bergoyang atau menarik ke satu arah, serta kebutuhan koreksi setang lebih sering.
- Periksa putaran dan bibir pelek secara aman, lalu cek juga ban, tekanan angin, bearing, serta kaki-kaki di bengkel; jangan meluruskan sendiri, terutama bila retak atau rusak berat.
Pelek motor yang peyang biasanya dikaitkan dengan benturan keras setelah menghantam lubang atau jalan rusak. Masalahnya, perubahan bentuk pada pelek tidak selalu terlihat jelas secara kasatmata. Motor bahkan masih bisa digunakan meski sebenarnya roda sudah tidak berputar dengan sempurna.
Padahal, pelek yang berubah bentuk dapat memengaruhi kestabilan motor. Gejalanya terkadang muncul secara perlahan sehingga sering dianggap sebagai masalah ban atau kaki-kaki. Berikut beberapa ciri pelek motor peyang yang sering tidak disadari.
1. Setang terasa bergetar saat kecepatan tertentu

ilustrasi setang motor (pexels.com/Ekaterina Belinskaya) Salah satu tanda yang cukup sering muncul adalah setang terasa bergetar ketika motor melaju pada kecepatan tertentu. Getaran tersebut bisa terasa ringan dan hilang ketika kecepatan berubah. Karena itu, gejala ini terkadang dianggap sebagai karakter ban atau kondisi permukaan jalan.
Padahal, roda yang tidak berputar secara sempurna akibat pelek peyang dapat menghasilkan gerakan naik-turun atau menyamping ketika berputar. Getaran biasanya semakin terasa ketika roda berputar lebih cepat. Meski begitu, getaran pada setang tidak selalu disebabkan pelek peyang. Ban yang tidak seimbang, tekanan angin tidak sesuai, atau masalah pada komponen kemudi juga bisa menimbulkan gejala serupa.
2. Motor terasa kurang stabil ketika melaju

ilustrasi setang motor (pexels.com/K) Pelek yang berubah bentuk dapat membuat bidang kontak ban dengan permukaan jalan tidak bekerja secara optimal. Pengendara mungkin merasakan motor seperti sedikit bergoyang atau kurang stabil, terutama ketika melaju lebih cepat. Gejala ini bisa semakin terasa saat melewati jalan yang permukaannya tidak rata.
Tanda lainnya adalah motor terasa seperti menarik ke satu arah atau membutuhkan koreksi setang lebih sering. Namun, kondisi tersebut juga bisa berkaitan dengan tekanan ban, kondisi ban, bearing roda, hingga kelurusan komponen kaki-kaki. Karena penyebabnya cukup beragam, pemeriksaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada pelek.
3. Roda terlihat berputar tidak lurus

ilustrasi ban motor botak (pexels.com/Olga Solo) Cara sederhana untuk mendeteksi kemungkinan pelek peyang adalah memperhatikan roda ketika berputar. Jika tersedia standar tengah atau alat penyangga yang aman, roda dapat diputar secara perlahan untuk melihat apakah bagian pelek bergerak menyamping atau naik-turun secara tidak wajar. Perubahan gerakan yang konsisten pada satu titik bisa menjadi tanda adanya masalah pada bentuk pelek.
Pemeriksaan visual juga bisa dilakukan dengan melihat bibir pelek dari arah depan atau belakang. Jika terlihat bagian tertentu tidak sejajar dengan lintasan roda, sebaiknya segera diperiksa di bengkel. Jangan langsung memukul atau mencoba meluruskan pelek sendiri karena metode perbaikan bergantung pada jenis dan tingkat kerusakannya. Pelek yang sudah retak atau mengalami kerusakan berat bisa memerlukan penggantian.
Pelek peyang tidak selalu menunjukkan gejala yang dramatis. Getaran ringan, motor terasa kurang stabil, atau roda terlihat sedikit tidak lurus bisa menjadi tanda awal yang perlu diperhatikan. Apalagi jika gejala muncul setelah motor menghantam lubang atau benda keras.
Jika menemukan gejala tersebut, pemeriksaan sebaiknya dilakukan bersama kondisi ban, tekanan angin, bearing, dan komponen kaki-kaki lainnya. Dengan begitu, sumber masalah dapat diketahui secara lebih tepat dan risiko gangguan kestabilan saat berkendara bisa diminimalkan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)

















