Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Hal yang Membuat Servis Mobil Menjadi Tidak Maksimal
Seorang pria yang frustrasi sedang memeriksa mesin mobil yang rusak. (Pexels/Mart Production)
  • Pemilihan oli harus sesuai spesifikasi dan viskositas mesin; oli yang keliru dapat menurunkan performa serta memperpendek usia pakai mesin.
  • Suku cadang palsu berisiko merusak komponen lain karena kualitas dan ketahanannya di bawah standar, meski harganya lebih murah.
  • Hasil servis dipengaruhi bengkel yang konsisten, mekanik kompeten, pencatatan riwayat perawatan, serta pengerjaan seluruh prosedur sesuai panduan kendaraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mobil harus sering dirawat supaya tetap jalan baik. Oli harus yang cocok, dan bagian mobil harus asli, bukan palsu. Jangan sering pindah bengkel supaya riwayat mobil tidak hilang. Mekanik juga harus pintar. Sekarang, semua bagian penting seperti busi, filter udara, dan oli perlu dicek dengan teliti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Servis mobil umumnya dilakukan berdasarkan jarak tempuh atau jangka waktu tertentu. Interval ini bertujuan agar kondisi kendaraan tetap terjaga dan berfungsi dengan baik. Setiap pabrikan biasanya memiliki rekomendasi yang berbeda untuk jadwal perawatannya.

Pada saat proses servis berlangsung, teknisi akan memeriksa serta mengganti komponen sesuai kebutuhan kendaraan. Langkah ini penting untuk mencegah kerusakan yang lebih besar di kemudian hari. Oleh karena itu, kamu perlu menghindari beberapa kesalahan agar hasil servis yang kamu dapatkan menjadi lebih maksimal.

1. Pakai oli spesifikasi salah

ilustrasi oli mobil (unsplash.com/Dextar Vision)

Setiap mesin kendaraan memiliki tingkat kerenggangan antar komponen yang berbeda-beda. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan oli pada tiap mesin juga tidak sama. Tingkat kekentalan oli yang digunakan harus disesuaikan agar pelumasan dapat berjalan optimal.

Kamu tidak bisa menyamakan jenis oli untuk semua jenis mesin mobil. Mesin tertentu memerlukan oli dengan viskositas khusus sesuai spesifikasinya. Jika pemilihan oli tidak tepat, performa mesin bisa menurun dan usia pakainya menjadi lebih pendek.

2. Pakai suku cadang palsu

ilustrasi cek kondisi mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Harga suku cadang palsu biasanya lebih rendah dibandingkan dengan yang asli. Selisih harga inilah yang sering membuat pemilik kendaraan tertarik untuk membelinya. Padahal, penawaran murah tersebut dapat menyesatkan dan merugikan dalam jangka panjang.

Kualitas bahan serta ketahanan suku cadang tiruan umumnya jauh di bawah standar komponen orisinal. Penggunaan komponen tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan pada bagian lain dari kendaraan. Oleh karena itu, kamu sebaiknya lebih teliti agar tidak salah memilih saat melakukan perawatan mobil.

3. Sering ganti bengkel

ilustrasi bengkel mobil (unsplash.com/Mehmet Talha Onuk)

Sebagian pemilik kendaraan sering mengganti tempat servis setiap kali jadwal perawatan tiba. Keputusan ini biasanya didasari oleh lokasi, biaya, atau rekomendasi dari orang lain. Namun kebiasaan tersebut dapat berdampak pada kelancaran perawatan mobil.

Setiap bengkel menerapkan standar kerja serta pencatatan riwayat kendaraan yang berbeda-beda. Jika kamu terus berpindah bengkel, informasi perawatan sebelumnya bisa tidak tercatat secara lengkap. Akibatnya, teknisi akan kesulitan melacak kondisi mobil dan hasil servis menjadi kurang optimal.

4. Mekanik kurang ahli

ilustrasi bengkel mobil (unsplash.com/Laurel and Michael Evans)

Tidak semua bengkel memiliki tenaga mekanik dengan keahlian yang memadai. Sebagian mekanik mungkin belum memiliki jam terbang yang cukup untuk menangani berbagai jenis kerusakan. Kondisi ini dapat memengaruhi hasil perbaikan kendaraan kamu.

Mekanik yang belum kompeten biasanya belum mengantongi sertifikasi resmi dan minim pengalaman praktik. Dalam menangani masalah, mereka cenderung mengandalkan perkiraan tanpa menggunakan alat diagnostik yang tepat. Akibatnya, perbaikan yang dilakukan berisiko kurang akurat dan tidak menyelesaikan masalah secara tuntas.

5. Membersihkan dengan kurang detail

ilustrasi bengkel mobil (unsplash.com/Mehmet Talha Onuk)

Perawatan standar pada kendaraan wajib dilakukan secara berkala agar performa tetap terjaga. Beberapa kegiatan yang termasuk di dalamnya adalah pemeriksaan busi, pembersihan filter udara, serta penggantian oli mesin. Tahapan ini menjadi dasar agar mesin bekerja dengan optimal.

Sayangnya, tidak semua bengkel melaksanakan keseluruhan prosedur tersebut dengan lengkap. Ada beberapa poin penting yang sering kali terlewat saat proses servis berlangsung. Oleh karena itu, kamu perlu memastikan setiap item perawatan benar-benar dikerjakan sesuai buku panduan kendaraan.

Servis rutin, oli sesuai spesifikasi, dan suku cadang asli penting untuk menjaga performa mobil. Kamu perlu memilih bengkel dengan mekanik kompeten agar perawatan tercatat rapi. Dengan begitu, kendaraan lebih awet dan biaya perbaikan besar bisa dihindari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article