Seberapa Rentan Baterai Mobil Listrik terhadap Benturan?

- Baterai mobil listrik ditempatkan di bawah bodi, tetapi dilindungi casing dan struktur kendaraan sehingga melewati lubang atau polisi tidur pada kecepatan wajar tidak otomatis merusaknya.
- Benturan sangat keras dengan batu besar atau benda padat dapat merusak casing maupun komponen internal, berpotensi memicu korsleting, panas berlebih, atau thermal runaway.
- Usai benturan, periksa penyok bawah mobil, peringatan panel, gangguan pengisian, bau, atau suara tak biasa; jangan membongkar baterai sendiri dan segera hubungi teknisi kompeten.
Baterai menjadi salah satu komponen paling penting sekaligus paling mahal pada mobil listrik. Berbeda dari mobil bermesin pembakaran, baterai kendaraan listrik umumnya ditempatkan di bagian bawah bodi sehingga posisinya relatif dekat dengan permukaan jalan.
Kondisi tersebut membuat muncul pertanyaan, apakah baterai mobil listrik mudah rusak ketika mobil menghantam lubang, batu, atau benda keras? Jawabannya tidak sesederhana itu. Baterai memang memiliki perlindungan khusus, tetapi benturan tertentu tetap bisa menimbulkan risiko serius.
1. Baterai dilindungi casing yang kuat

Ilustrasi Baterai Mobil Listrik ( https://www.tesla.com/) Battery pack mobil listrik umumnya ditempatkan dalam wadah atau casing yang berfungsi melindungi sel baterai dari benturan, air, debu, serta benda asing. Struktur pelindung tersebut juga menjadi bagian dari sistem keselamatan kendaraan ketika terjadi kecelakaan.
Selain casing, posisi baterai yang berada di lantai kendaraan membuatnya terlindung oleh struktur bodi. Pada banyak model, produsen juga menggunakan material dan konstruksi tertentu untuk menjaga battery pack tetap aman ketika mobil mengalami benturan dari berbagai arah. Karena itu, melewati jalan berlubang atau polisi tidur dengan kecepatan wajar tidak otomatis membuat baterai rusak.
2. Benturan keras tetap bisa berbahaya

potret mobil listrik (Pexels.com/Kindel Media) Meski memiliki perlindungan, baterai bukan komponen yang kebal terhadap benturan. Benturan sangat keras pada bagian bawah mobil, misalnya ketika menghantam batu besar atau benda padat dengan kecepatan tinggi, berpotensi merusak casing maupun komponen di dalam battery pack.
Kerusakan dari luar juga belum tentu langsung terlihat. Mobil mungkin masih dapat berjalan setelah benturan, tetapi bagian dalam battery pack bisa saja mengalami gangguan. Dalam kondisi tertentu, kerusakan pada sel baterai dapat menimbulkan hubungan arus pendek dan meningkatkan risiko panas berlebih atau thermal runaway. Karena itu, benturan keras pada bagian bawah mobil sebaiknya tidak dianggap sepele.
3. Ada tanda yang perlu diperiksa setelah benturan

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Mike Bird) Setelah mobil listrik menghantam benda keras, pemilik sebaiknya memperhatikan kondisi kendaraan. Jika terdapat penyok atau kerusakan pada area bawah mobil, muncul peringatan pada panel instrumen, kendaraan mengalami gangguan pengisian daya, atau terdapat bau dan suara yang tidak biasa, mobil sebaiknya segera diperiksa.
Pemeriksaan menjadi semakin penting jika benturan terasa sangat keras atau mengenai area battery pack secara langsung. Jangan mencoba membongkar baterai sendiri karena sistemnya menggunakan tegangan listrik tinggi. Pemeriksaan teknisi yang memiliki kompetensi menangani kendaraan listrik dapat memastikan apakah battery pack dan sistem kelistrikannya masih aman. Jadi, baterai mobil listrik memang dirancang tahan terhadap benturan, tetapi perlindungan tersebut tetap memiliki batas.


















